20 June 2019

Meluruskan Berita Bohong Hasto Kristianto tentang Kemenangan Calon PDIP di Papua

Oleh: Natalius Pigai

Sejak tanggal 27 sesaat setelah Pilkada serentak provinsi Papua dan juga nasional di heboh dengan berita di surat kabar Nasional yang bagi kami merasa jijik dan jorok. Pernyataan dari Hasto Kristianto Sekjen PDIP bahwa Privinsi Papua dimenangkan oleh PDIP. 

Bagi saya tentu saja tidak merasa kaget karena cara-cara Hasto adalah cara murahan yang sering digunakan oleh komunitas intelijen untuk membangun framing seakan-akan PDIP menang di Papua sehingga framing kemenangan ini memuluskan /justifikasi untuk manipulasi atau merampok suara. Tetapi tidak mudah Karena aparat tidak akan mudah dan gampang membantu karena komitmen Netralitas mereka. Meskipun demikian pernyatan tersebut sebenarnya memancing reaksi publik khususnya di Papua bahkan bisa konflik berdarah. 

Apalagi orang Papua yang polos dan apa adanya, mereka sangat Paham bahwa Jhon Wempi Wetipo Calon dari PDIP tersebut sama dengan TB Hasanudian di Jawa Barat bukan kader utama pewaris kepemiminan di provinsi Papua baik hari ini maupun dimasa mendatang. Pewaris kepemiminan di Papua adalah pemimpin  (bigmen, richmen, chief, Spokesmen) yang punya basis massa dan punya kader militan yang kuat dan mengakar. Sehingga pernyataan Hasto dan PDIP bisa memancing kemarahan dan berbahaya bagi kedamaian di Papua. Saya sudah meredam!

Pak Hasto (PDIP) ternyata anda dan partai Anda tidak bedahnya dengan  kaum kecebong, produsen Hoax jika diukur dari pernyatan terkait Pilkada ini khususnya di Provinsi  Papua. 

Sejak 2003, Saya tiap tahun mendidik 500 sampai 1000 orang generasi muda Papua tersebar di seluruh Provinsi Papua dan Papua Barat. Demikian pula hampir mencapai 21 orang Anggota KPUD sebagai penyelenggara Pemilu yang tersebar di tiap kabupaten kota di Papua adalah satu alumni (almamater dimana saya sekolah di Yogyakarta). Belum lagi berbagai jaringan di lapangan. Sampai pada tanggal 29 Juni 2018, Pukul 10 WIT, DPT Provinsi Papua sebanyak 3.411.217 Suara. Suara yang masuk ke meja Tabulasi adalah sebanyak 1.304.590 atau 38.24%. Dari jumlah tersebut Pasangan Lukas Enembe dan Klemens Tinal sebanyak 824.485 (24.17%). Dan Pasangan Jhon Wetipo dan Habel Suwae dari PDIP hanya memperoleh  461.838 (13.54%). 

Sekedar untuk PDIP ketahui bahwa 
dari Kampung Maima, Distrik Papuakoba, Wamena, Kampung dimana tempat lahir, tumbuh dan besar Jhon Wempi Wetipo beserta Keluarga intinya. Meskipun Saya orang Paniai, namun saya juga dibesarkan di tempat ini, Jumlah pemilih/DPT sebanyak 1.354 terdiri dari  2 TPS.
TPS  1 : 710. dan TPS 2  : 644. Hasil Pemilihan : 1. LUKMEN : 677 SUARA (50%). JOSWA : 677 SUARA (50). Tolong renungkan dan Camkanlah Pak Hasto Sekjen PDIP bahwa Kampungnya Jhon Wetipo saja saja Lukas Enembe bisa dapat Suara 50%, apalagi di tempat lain seantero Papua.

Dari perhitungan ini menunjukkan bahwa di kota2 yang dihuni oleh para pendatang dan sebagian pesisir telah dihitung. Tentu saja hasil pertolongan alat kekuasaan dan uang maka PDIP memperoleh suara signifikan meskipun hanya 13%, itu suara maksimal kalian. 

Daerah pedalaman basis Lukas Enembe dan Saya dilahirkan dan dibesarkan jutaan suara asli kami, orang asli, bangsa Papua Melanesia sedang bergerak menuju Pusat Tabulasi KPUD Provisi Papua. Daerah kami pedalaman dan pegunungan Papua hampir 15  dari 29 Kabupaten adalah daerah terisolir (blank spot), rata2 Lukas telah memenangkan diatas 80 dan 90 bahkan seratus persen. 

Bagi kami Bangsa Papua Melanesia PDIP adalah musuh, kami sudah bulat akan terus menerus tenggelamkan PDIP di bumi Papua meskipun suara kami tidak signifikan secara Nasional. Sikap kami telah menunjukkan bahwa Anda dan kalian PDIP adalah musuh bangsa Papua, Melanesia karena selalu membunuh dan membantai orang Papua saban hari termasuk periode ini. Bagi kami bangsa Papua, anda dan PDIP akan terus menerus berperang tanpa akhir (infinity war) sampai kami merebut kebebasan hakiki agar tidak dianiaya, disiksa, dibunuh, kekayaan kami tidak dirampas dan rampok. Bagi kami Bangsa Papua Anda dan PDIP bukan siapa-siapa di tanah tumpa darah saya di Papua, tanah Melanesia. (Natalius Pigai, Aktivis Kemanusiaan)


Berikut saya lampirkan Rwkapitulasi sementara 29 kabupaten dan Kota di Papua.

REKAPITULASI PEROLEHAN SUARA SEMENTARA GUBERNUR/WAGUB PROV. PAPUA TAHUN 2018 TANGGAL 29 JUNI 2018 S.D PUKUL 10.00 WIT, DPT PROV. PAPUA : 3.411.217, SUARA MASUK : 1.304.590 (38,24% SUARA), PASLON LUKMEN : 824.485 SUARA (24,17%) DAN PASLON JWW-HMS : 461.838 SUARA (13,54%)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...