26 February 2017

Megawati Hina Islam sebagai Ideologi Tertutup?

Oleh: Tobroni Ahlusunah

Selasa, 10 Januari 2017 saya melihat berita di TV One tayangkan pidato politik Megawati di depan kader PDIP dalam rangka ulang tahun PDIP ke 44.

Saya benar-benar terkejut ketika ada ucapan Megawati yang mengatakan “Para pemimpin yang menganut ideologi tertutup pun memposisikan diri merek sebagai pembawa —- “Para Peramal Masa Depan” mereka dengan pasti meramalkan yang akan terjadi di masa datang termasuk dalam kehidupan setelah dunia fana (akhirat). Padahal notabene mereka sendiri tentu belum tentu melihatnya,” ujar Megawati.

Hadirin pun yang dihadiri presiden, para menteri dan para ketua umum partai bertepuk tangan tanda setuju.

Saya langsung cari di youtube dan buat skrip untuk saya bagi ke Facebook dan WA Group. Karena hemat saya pidato Megawati melecehkan ulama dan ajaran Islam yang mengajarkan iman kepada hari akhirat.

Berikut cuplikan pidato Megawati yang berdurasi cukup panjang:

Apa yang terjadi di penghujung di tahun 2016 dimaknai sebagai cambuk yang mengingatkan kita terhadap pentingnya Pancasila untuk mendeteksi segala likus tameng proteksi terhadap tendensi hidupnya idiologi tertutup yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.

Ideologi tertutup tersebut bersifat dogmatis. Ia tidak berasal dari cita-citanya yang hidup di dalam masyarakat.

Ideologi tertutup tersebut hanya muncul dari suatu kelompok tertentu yang dipaksakan diterima oleh masyarakat.

Mereka memaksakan kehendak sendiri. Tidak ada dialog apalagi demokrasi. Apa yang mereka lakukan hanyalah kepatuhan yang lahir dari watak kekuasaan totaliter dan dijalankan dengan totaliter pula.

Bagi mereka teror dan propaganda adalah jalan kunci tercapainya kekuasaan.

Syarat mutlak kehidupan ideologi tertutup adalah lahirnya aturan-aturan hingga dilarangnya pemikiran kritis. Mereka menghendaki keseragaman dalam berdikir dan bertindak dengan memaksakan kehendaknya.

Oleh karenanya pemahaman terhadap terhadap agama dan keyakinan sebagai bentuk kesosialan pun dihancurkan bahkan kalau bisa dimusnahkan.

Selain itu demokrasi dan keberagaman, dalam ideologi tertutup tidak ditolerir. Karena kepatuhan total masyarakat jadi tujuan. Tidak hanya itu, mereka benar-benar antikebhinekaan kita.

Itulah yg muncul dengan berbagai persoalan SARA akhir-akhir ini.

Di sis lain, para pemimpin yang menganut ideologi tertutup pun memposisikan diri mereka sebagai —– “PARA PERAMAL MASA DEPAN”. Mereka dengan pasti meramalkan yang akan terjadi di masa datang termasuk dalam kehidupan setelah fana (akhirat). Padahal notabena mereka sendiri tentu belum pernah melihatnya.

Apa yang disampaikan di atas idiologi tertutup jelas bertentangan dengan Pancasila.

 

Melihat pidato Megawati tersebut terbesit dipikiran saya untuk MENGGUGAT DAN MELAPORKAN MEGAWATI ke:
1. Polda Metro Jaya karena diduga menyebarkan fitnah kepada ulama dan kebencian kepada ajaran iman Islam yang wajib beriman kepada Hari Akherat.

2. Melaporkan kepada MUI Pusat untuk meminta Pendapat Keagamaan atau Fatwa MUI dengan isi pidato Megawati tersebut yang diduga melecehkan ajaran Islam tersebut.

Namun, karena keterbatasan waktu dan lain-lain. Maka saya menghimbau kepada Umat Islam ini fardu khifayah membela Islam untuk ada yang bersedia dan mampu membuat laporan tersebut.

Demikian, semoga Allah segera hadirkan pemimpin baru bagi Rakyat Indonesia agar lebih baik lagi kondisi NKRI kita, aamiin.[nusantakini.com]

Category: 

Berita Terkait

Baca juga


Loading...