17 December 2018

Mangkraknya Kasus Mega Korupsi Kondensat, Pekerjaan Rumah Yang Harus Dituntaskan Oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian

Apa Kabar Raden Priyono Yang Sempat Ditahan Mabes Polri…?


Polri di era kepemimpinan Jenderal Tito Karnavian dihadapkan pada sejumlah tantangan pemberantasan korupsi yang diwariskan oleh Komjend. Budi Waseso ketika menjabat sebagai Kaba Reskrim Mabes Polri.

Ada sejumlah kasus mega korupsi yang dibongkar oleh Komjend Budi Waseso kini nasibnya bagaikan projek mobil ESMK yang mangkrak ditelan bumi, sirno ilang kertaning bumi.

Salah satu kasus mega korupsi yang menjadi tantangan yang menguji keseriusan Mabes Polri dalam pemberantasan korupsi adalah penuntasan kasus mega Korupsi Kondesat. Kasus ini diduga merugaikan negara dengan jumlah yang tidak kecil, sebesar Rp. 35 triliun.

Jika kasus Kondesat tersebut dapat dituntaskan, maka uang sebesar itu dapat dipakai untuk menutup devisit anggaran yang saat ini sedang menghantui kemeneterian keuangan yang dipimpin oleh Sri Mulyani.

Sebelumya, pada tanggal 11 Februari 2016, dua dari tiga tersangka kasus korupsi penjualan kondensat oleh PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) dan BP Migas (sekarang SKK Migas) ditahan oleh Bareskrim Mabes Polri.

Dua orang tersangka yang ditahan tersebut adalah Raden Priyono, bekas Kepala Badan Pelaksana Usaha Hulu Minyak dan Gas (BP Migas) dan mantan Deputi Finansial Ekonomi dan Pemasaran BP Migas Djoko Harsono (beritasatu.com, 12/02/2016).

Pada tanggal 29 Maret 2016 berkas perkara korupsi kondensat dilimpahkan penyidik Bareskrim Polri kepada Kejaksaan Agung (Kejagung), (tribunnews.com,29/3/2016).

Selanjutnya pada tanggal 7 April 2016, Kejaksaan Agung melalui Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Arminsyah menyebutkan, masih terdapat beberapa syarat dalam materil perkara yang belum lengkap dalam berkas dari penyidik Polri. Jaksa akan segera mengembalikan berkas perkara ke Bareskrim Polri dalam waktu dekat.

Berkas yang akan dikembalikan adalah atas nama ketiga tersangka yakni mantan Kepala BP Migas, Raden Priyono, mantan Deputi Finansial Ekonomi dan Pemasaran BP Migas, Djoko Harsono dan eks Direktur Utama TPPI, Honggo Wendratno. (tribunnews.com, 7/4/2016).

Tahap selanjutnya menuju mangkraknya kasus ini adalah ditangguhkannya penahanan terhadap dua tersangka kasus Kondensat oleh Bareskrim Mabes Polri pada tanggl 23 Mei 2016. Raden Priyono dan Djoko Harsono akhirnya bebas dari tahanan. Alasan penangguhan penahanan menurut Bareskrim Mabes Polri adalah karena keduanya sakit sehingga harus dirawat di luar tahanan (Kompas.com, 23/05/2016).

Kasus mega korupsi Kondesat kini “sirno ilang ditelan bumi”, hilang lenyap ditelan bumi, ditengah semangat Kapolri Jenderal Tito untuk memberantas korupsi dengan membentuk Densus Anti Korupsi. Kini, langit dan bumi kembali menagih janji. Apa khabar kasus mega korupsi kondensat? Apa kabar Raden Priyono?

Jika tidak jelas kabarnya kasus mega korupsi Kondesat di Mabes Polri, maka tidak salah jika masyarakat anti korupsi mendesak KPK untuk mengambilalih kasus ini dari Polri.

Jakarta, 26 September 2017

Kaukus Muda Berantas Korupsi (KMBK)

SOELEMAN HARTA
Jubir

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...