26 January 2020

Lenon dan Nietzsche

Oleh Saleh Abdullah

 

Ya, Lenon itu dari panggilan akrab almarhum Agus Edy Santoso, Agus Lenon. Dulu saya biasa menyapanya Lenon.

Lenon kadang suka jail. Berikut ini salah satu cerita kejailan dia yang "cerdas."

Pada sebuah diskusi filsafat di sebuah tempat. Seorang teman filsuf dari STF Driyakara berpendapat bahwa Nietzsche bukan sungguh-sungguh ateis, setidaknya secara filosofis.

Karena menurutnya, ketika Nietzsche bilang "tuhan tidak ada," harus dipahami bahwa kata "tidak ada" tak bisa ada tanpa kita mengerti apa itu "ada." Maka menurutnya, "tidak ada" itu berarti "ada," dan sebaliknya.

Perdebatan semantik ini berlarut-larut, sampai diskusi bubar tanpa kesimpulan. Peserta pulang satu-satu.

Ketika itulah muncul niat jail Lenon. Ia menyembunyikan satu sepatu sandal si filsuf.

Barang tentu si filsuf pusing mencari-cari satu sandal sepatunya itu.

Lenon: Lho, belum pulang kamu?

Filsuf: Iya. Sepatu sandalku tidak ada satu. Padahal tadi aku taruh di sini.

Lenon: Masa gak ada? Coba cari lagi.

Filsuf: Sudah kucari, gak ketemu!

Lenon: Lah, tadi kamu bilang "tidak ada" sama dengan "ada." Gimana sih?

Filsuf: Bangke lu, Non. Mana cepet. Gua mo buru-buru nih!

Non, semoga kamu tetap bisa jail dengan cara yang lucu dan cerdas di alam sana ke teman-teman yang lain. Tapi jangan dengan cara yang nyebelin, seperti kadang kamu lakukan dulu.

 

Saleh Abdullah adalah Alumni HMI Ciputat

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...