22 May 2018

Lahirkan Perrpu secara Paksa Bukti Kemunduran Demokrasi

Oleh: Muslim Arbi ( Koordinator Gerakkan Aliansi Laskar Anti Korupsi)

Pagi ini, 24 Oktober 2017, massa Umat akan berbondong mendatangi DPR untuk Tolak Perppu yang akan di Paripurnakan. Misi Utama Aksi 24-10 hari ini adalah Batalkan Perrpu Ormas. DPR RI wajib mendengar kan Suara Umat beserta, Habaib, Ulama, Tokoh2 dan Para Mujahid serta Aktifis Muslim, yang datang dari berbagai penjuru Negeri. 

Semula, jadwal Paripurna Perppu Ormas DPR adalah 26 Oktober, tiba2 di majukan pada 24 Oktober. Ada apa dengan prilaku DPR itu? 

Apakah DPR yang di dominasi Fraksi yang dukung pengeshan Perppu Ormas yang terdiri dari Koalisi Partai Penguasa (PDIP, GOLKAR, NASDEM, HANURA), sudah sangat yakin akan menang dalam pengesahan Perppu. 

Maka, atas dasar keyakinan itukah sehingga Jadwal Paripurna Perppu di geser untuk kelabui Kekuatan Umat? Para Fraksi pendudung Perppu Ormas itu lah yang bisa menjawab dugaan ini. 

Cara2 lahirkan perppu Ormas no 2/2017, terkesan sangat di paksakan. 

Kenapa demikian, alasan utama lahir nya perrpu tidak terpenuhi, karena kalau keadaan genting yang memaksa di jadikan sebagai dasar lahir nya perppu, Pemerintah lewat Mendagri tidak bisa membuktikan itu di depan Sidang Yudisial Review di Mahkamah Konsitusi (MK), beberapa waktu lalu. Sehingga terlihat, dari argumen2, bukti2 dan keyaninan penggugat yang di mòtori oleh Prof Yusril Ihza Mahendra (YIM), gugatan di MK itu pasti di menangkan. 

Terkecuali para Hakim MK sudah terjangkiti virus "Takut Penguasa". Padahal cara2 pembatalan perppu Ormas, di era Demokrasi dengan menggunakan instrumen demokrasi dan konsitusi di MK ini adalah tepat dan benar. 

Mungkin, karena di hantui rasa takut, kalah di MK, maka para sekondan Istana, yang teridiri dari Parpol2 Penguasa itu,  mencoba melakukan proses politiking, dengan membangun kekuatan untuk membatalkan Pengesahan Perppu di Parlemen. 

Di sini terlihat DPR sebagai wakil Rakyat sudah mulai tidak percaya lagi dengan kekuatan instrumen demokrasi di MK. Virus Otoritarianisme yang mewabah di Istana mulai menjangkiti Parlemen?. 

Jika Istana sebagai eksekutif, dan Parlemen sebagai Legislatif sudah terjangkiti penyakit anti demokrasi dan instrumen nya, mari kita sama2 serukan Selamat Tinggal Demokrasi. 

Mari kita kembali ke alam Gelap Kekuasaan. Karena kita akan kelola Negeri ini, dengan jargon demokrasi yang gelap gulita. Kita pasti alami kemunduran demokrasi. Bukan akal sehat yang berbicara, tapi otot dan kekuasaan yang berlaku. 

Mengapa Perppu ini wajib di tolak dan di batalkan?

Karena Perppu ini menjadi instrumen, untuk membungkan suara2 yang sering berseberangan dengan penguasa. Atau Perppu ini, bisa mendominasi klaim Saya Indoensia, Saya Pancasila. Yang belakangan ini di jadikan Jargon oleh Penguasa. Maka oleh karena nya, jika orang berbicara di luar bahasa Penguasa, bisa saja di anggap bukan Indoensia, bukan Pacasila. Radikl dan Intoleran. Bahkan di jadikan musuh oleh penguasa, kekuasaan dan koalisi nya. Aakah seperti inikah memahami Kebhinekaan dan Kemajemukan?

Menolak Perrpu, dalam Misi Aksi Umat, hari ini dan di berbagai Derah, beberpa waktu lalu, adalah menyemalatkan Demokrasi yang sedang tumbuh dan berkembang. Bukan kah esendi Demokrasi itu adalah Nurani dan akal sehat? Apakah Umat menolak Perppu itu adalah ekspresi dari dewasa nya Umat dalam berdemokrasi? Mengapa Pengasa takut akan kedewasaan Umat dalam berdemokrasi? Oleh karena nya Istana, wajib dengarkan Suara Umat, Tolak Perppu Ormas. 

Tapi, jika dengan segala fasilitas kewenangan dan kekuasaan yang ada, Istana, dan DPR dapat menekan MK, untuk menggolkan Perppu Ormas itu, maka secara sengaja, Kekuassan telah membuat kehidupan Sumpek di alam Demokrasi di Negeri ini. 

Karena bisa saja karena Penguasa memonopoli Tafsir Indoensia dan Pancasila, lalu memberangus suara2 Umat dan Ormas2 yang ada, maka tiap saat, di setiap Forum, Umat akan lakukan Konsolidasi dan bangun kekuatan, untuk menolak akan penerapan perppu secara terpaksa itu. 

Itulah kehidupan berbangsa dan bernegara yang di penuhi oleh Aura Zulumat (Kegelapan). Aura sumpek itu pasti akan menyita energi kekuasaan. Karena bisa saja dengan semakin menggumpal nya kekuatan Umat, Kekuasan sekarang bisa berakhir. 

Maka, pesan khatimah dalam tulisan ini, JANGAN LAWAN SUARA UMAT. KeKuasan Akan Segara Terjungkal.
Allahu Akbar,Walillahil Hamdu. Shaallu alan Nabi. 
Selamat berjuang  untuk Batalkan Perppu Ormas Hari ini di Senayan. 
Sampai Jumpa di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.

Category: 
Loading...