18 July 2019

KPU, Gunakan Nuranimu...

Pilpres 2019 ini adalah pilpres paling melelahkan. Sejak akhir 2018 hingga hari ini publik disuguhi pertengkaran, apalagi di dunia maya. Riuh.

Pendukung dua kubu saling tuding, siapa yang curang? Siapa bohong?

Rakyat bingung. Dua kubu saling mengklaim paling unggul. Bahkan, satu kubu berani menyatakan menang. Dua duanya punya data, dua duanya punya bukti.

Berharap pada penyelenggara Pemilu. Rakyat tidak yakin setelah banyaknya kesalahan yang tak bisa ditolerir. Salah masukin data. Sepele kelihatannya, tapi fatal. Human error, katanya. Kalau satu dua suara banyak yang bilang, enggak apa apa satu ini, tapi ini urusan rebutan kursi presiden. Beda satu suara saja sangat menentukan, apalagi banyak.

Wajar bila Prabowo marah dan ngotot mempertanyakan hilangnya suara dia. Jangankan Prabowo, PKB saja yang merasa suaranya dicuri di Probolinggo keras banget protesnya.

Lihat twitter cak imin. Jangan biarkan maling jadi rampok di siang bolong! Begitu kata cak imin.

Sakit, memang kalau dicurangi. Bisa dipahami bagaimana perasaan Prabowo-Sandi dicurangi.

Prabowo sudah terbiasa kalah. Beberapa kali jadi kontestan Pemilu dia kalah. Tapi, kali ini dia melihat kadar kecurangannya dudah kelewat batas. Mungkin ya. Makanya dia coba melawan.

Apalagi yang bisa dia lakukan? Selain protes. Mau menggerakkan people power? Enggak.

Prabowo paham betul, dia tidak akan mempertaruhkan persatuan bangsa untuk memantik api.

Prabowo, saya lihat hanya mencari kebenaran. Kalah boleh, dicurangi jangan. Cak Imin aja yang berada satu kubu dengan gerbong 01 protes. Apalagi Prabowo yang berada di seberang.

Di tengah kebingungan publik. Di sinilah sebaiknya wasit bertindak. KPU tidak boleh lemah, dan selalu mengkambinghitamkan human error.

Ibarat sebuah pertandingan sepakbola, KPU menjadi kunci. Di tengah protes para pemain, wasit harus gunakan nurani. Bila tidak adil, jangan biarkan penonton melempar botol air mineral ke lapangan.[Rudi Sebastian]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...