29 April 2017

KPK, Antara Ahok dan Patrilis

Oleh: Muslim Arbi*

Setelah menyimak tanggapan Prof Yusril soal OTT Patrilis Akbar, Hakim MK oleh KPK dan Keterangan Basuki Hariman, Importir yang diduga menyuap Patrialis Akbar, maka KPK seharusnya  segera membebaskan Mantan Menkumham di Era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu.

Sudah terlalu sering media dan medsos ngrumpi soal kasus Ahok. Mulai dari UPS, Taman BMW, Kasus Sumber Waras, Lahan Cengkareng, Reklamasi Teluk Jakarta sampai dengan Tanah Kedubes Inggris. Tapi Baik KPK, Polri dan Kajaksaan seolah tidak sanggup menyentuh nya. Baru pada Kasus Penistaan Agama, Ahok duduk di Kursi Pengadilan.

Lain halnya dengan Patrialis Akbar, mantan Menkumham dan Hakim MK itu konon di tahan oleh KPK dalam kasus duagaan Suap pembahasan JR UU soal Impor Sapi.

Belum juga pengadilan Mengadili soal kebenaran dugaan suap ini, sejumlah media ol sudah lakukan pembunuhan karakter terhadap Patrilis. Seperti Patrialis di tangkap di hotel esek2 bersama teman wanita nya. Padahal ternyata bukan seperti yang dinakui KPK yakni di salah satu mall high class yakni GI. Character assasination ini dilakukan sudah pasti penangkapan OTT ini by design. Apalagi statement Patrialis soal Hukuman Mati Koruptor, Dukung Aksi Bela Islam 212 dsb nya.

Kerugian material rugikan negara pun blm dapat di buktikan dalam kasus suap ini karena harus di bawa ke pengadilan. Beda dengan Ahok, Kerugian Negara dan Dugaan Tindakan Korupsi atas sejumlah kasus yang di sebutkan di atas Ratusan Miliar. Seperti Sumber Waras nya, misalnya. Menurut Audit Investigatif BPK di perkiraan kerugian Negara Rp 191 Miliar.

Bahkan Kartini Mulyadi, pemilik Yayasan Sumber Waras hanya terima Rp 355 Miliar dari jumlah Uang yang di keluarkan oleh Pemprov DKI sebesar Rp 755 Miliar. Lha ke mana yang Rp 400 Milir itu? Kalau dana Sumber Waras yang masuk ke Yayasan, Kartini Mulyadi tidak sampai separuhnya.

Yang terang dan gamblang seperti itu saja Ahok belum mampu di jerat sebagai tetsangka oleh KPK. Sehingga Waktu Aksi Bela Islam III 212, Kapolri Tito sempat kritik KPK yang mampu Tersangka Ahok. Baru Mabes Polri yang sanggup tetapkan Ahok tersangka dalam kasus Penghinaan Agama.

Di sini Kinerja dan Kridebilitas KPK semakin menjadi sorotan Publik dalam OTT Hakim Patrialis. Sedangkan Ahok dengan Kasus seabrek itu KPK seperti Lumpuh dan Mati Akal.

Jadi KPK ini bekerja untuk apa dan siapa? Publik dapat membaca dengan gamblang sebenarnya KPK berkerja menegakkan Hukum, Keadilan dan Berantas Korupsi atau sudah menjadi alat kekuatan dan kekuasaan yang ada?

Penulis semakin miris menatap wajah bopeng pemberantasan korupsi seperti yang di mainkan KPK sekarang. Padahal terkait soal kasus kasus yang membelit Ahok seperti yang disinggung di atas itu, citra KPK semakin tergerus. Karena KPK semakin tidak jelas kerjanya dalam mengusut Kasus2 itu. Publik  pun semakin hopeless terhadap KPK.

*Gerakan Aliansi Laskar Anti Korupsi (GALAK)

Category: 

loading...


News Feed

Berita Lainnya

loading...