15 October 2019

Kereta, LRT, Tol, Bandara, Pelabuhan dan Jembatan Mubazir, Salah Siapa?

JAKARTA- Presiden Jokowi menjadikan proyek infrastruktur prioritas utama Kabinet Kerja. Selama 4 tahun terakhir, ia hadir di  peresmian kereta, LRT, tol, bandara, pelabuhan & jembatan. Sekitar 50% calon pemilih Jokowi di Pemilu 2019 pun mengaku bahwa mereka mau memilih Jokowi lagi karena pembangunan infrastuktur yang dinilai “terlihat”.

Hasil:

Banyak infrastruktur kebanggaan Presiden Jokowi terbukti sepi pengguna, merugi dan cenderung mubazir.

1. Kereta bandara Jakarta dengan biaya Rp. 5 triliun sepi. Setelah 1 tahun, rata-rata jumlah penumpang hanya 26% dari kapasitas.

2. LRT Palembang dengan biaya Rp. 11 triliun sepi. Setelah 6 bulan, jumlah penumpang hanya 10% kapasitas.

3. Tol Becakayu dengan biaya Rp. 7,2 triliun sepi. Setelah 1 tahun, rata-rata jumlah kendaraan kurang dari 50% prediksi.

4. Bandara Kertajati dengan biaya Rp. 2,6 triliun sepi. Setelah 7 bulan operasi, hanya ada 25.000 penumpang dari target 2,7 juta penumpang.

5. Pelabuhan Patimban dengan biaya Rp. 45 triliun berpotensi sepi. Sebagai pengganti Pelabuhan Cilamaya, jarak Patimban dengan kawasan industri terlalu jauh.

6. Jembatan Pulau Laut dengan biaya Rp. 3,5 triliun berpotensi sepi. Jembatan ini menghubungkan Kalimantan dengan Pulau Laut yang hanya punya 120.000 penduduk. Berbeda jauh dengan Jembatan Suramadu yang menghubungkan Jawa dengan Pulau Madura yang punya 20 juta penduduk.

Catatan LKKP:

Pengadaan puluhan proyek infrastruktur yang tidak perlu diadakan, dengan nilai ratusan triliun Rupiah, adalah skandal besar kebocoran uang rakyat di era Pemerintahan Jokowi.

Hal ini disebabkan oleh kegagalan proses perencanaan yang tidak mengedepankan asas kebutuhan, dan seperti diakui sendiri oleh Presiden Jokowi pada November 2018 di pertemuan tahunan Bank Indonesia, mengedepankan kepentingan pencitraan jelang Pemilu 2019.

Bennie Akbar Fatah, catatan dari Lembaga Kajian Kebijakan Presiden

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...