24 August 2019

Jokowi vs Prabowo di MPR: Habis Gelap Terbitlah Perang?

JAKARTA-Rakyat dibuat pusing tujuh turunan delapan tanjakan oleh politik paska Pilpres. Paska Pilpres yang banyak diharapkan mendatangkan hawa sejuk dan ketenangan, nyatanya tidak. Para politisi, dengan kongsinya (baca: koalisi) berebut dan khawatir akan pertaruhan kekuasaannya. Kongsi-kongsi ini berunding dan bermufakat dalam konteks dagang apa yang bisa dijual dan dibeli. Dijual apapun pengaruh dari tokoh besar ala Koalisi Indonesia Hebat (KHI). Dibeli apapun posisi kuasa oleh Koalisi Merah Putih (KMP). Dua kongsi, KHI dan KMP berbaku hantam kepentingan dan pengaruh demi kuasa. Publik atau rakyat tetap dibungkam.

Menyaksikan sekaligus menyangsikan perilaku politisi dua kongsi, gugurlah istilah ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’. Yang tersirat adalah ‘Habis Gelap Terbitlah Perang’. Gelap yang kita mulai rasakan semasa periode ke dua Susilo Bambang Yudhoyono berkuasa. Kini akan berganti menjadi perang. Perang kepentingan yang seolah ‘abadi’. Apalagi kalau bukan peperangan antar kongsi KMP melawan KHI. Perang antar ranah legislatif (DPR dan ’sedikit’ MPR) ala KMP. Akan terus berupaya mengimpotensi dan mem-bully KHI dengan ranah ekskutifnya.

Pertempuran dua kongsi yang kini seolah tidak terkontrol lagi oleh dua mogul Pilpres yang sudah usai. Prabowo dan Jokowi kini menyaksikan bukan lagi ‘pertempuran’ antar mereka. Peperangan ini kian liar. Sehingga semua orang disekitar mereka terpagut dan tergerak untuk membela. Prabowo yang dulu bergelora dan berambisi merengkuh kursi Presiden. Kini sudah dengan baik menularkan ambisi itu ke kongsinya.

Jokowi, tokoh besar yang selama ini menjadi harapan publik kini tanpa kuasa mengatur kongsi KHI. Karena memang secara de facto, Jokowi bukan ‘bos’ dari kongsi KHI. Ia adalah tokoh publik. Bukan secara de jure tokoh parpol. Ia ditumpangi kepentingan kongsi KHI demi ‘menjaga’ keutuhan dinasti yang sudah terlalu lama menjadi oposisi. Atau malah bosan menjadi pihak oposisi. Kini menjadi pihak berkuasa. Jokowi, lepas kendali atas kongsi KHI. Mereka liar dan penuh rahasia. Rundingan di belakang panggung publik dan punggung Jokowi mungkin saja terjadi.

Harapan atas pembaruan pada pemerintahan Jokowi seolah kabur, dan menggelap. Saat kedua kongsi mengatasnamakan rakyat. Kedua kongsi memang dipilih rakyat. Namun benarkah membela rakyat. Rakyat yang mana? Lebih tepat, rakyat yang diekstrak sedemikian rupa ke dalam hajat kuasa ke dua kongsi. Rencana anggaran RAPBN memang untuk kesejahteraan rakyat. Namun lebih dahulu disunat dan ditimbang untung besar untuk mesin kongsi. Parpol dan perangkatnya adalah prioritas pertama. Upah proyek satu kepala politisi parpol kongsi adalah jatah jutaan kepala rakyat.

Status quo Orba dengan kemasan yang berbeda. KMP adalah serupa Orba dengan kemasan abad internet. Dengan orasi yang lebih lihai dan picik. Sedang KHI adalah para oposisi yang cuma bertukar posisi. Cuma menjaga dinasti agar kantong tetap terisi. Drama yang selalu banal dan membosankan. Karena ujungnya, tetap rakyat yang dipinggirkan.(Giri Lumakto/KCM)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...