18 July 2019

Jokowi Tidak Akan Gubris Derita Rakyat Indonesia

Oleh: Muslim Arbi 

Perhatikan bagaimana kaum pemodal orbitkan jokowi mulai dari solo DKI dan di istana. Promosi siapa jokowi? dengan apa? semua media di beli. Tiap hari rakyat di brain wash dengan kata-kata jokowi. Pendek kata, bila perlu tiap detik, menit, jam, hari, minggu, bulan dan tahun, rakyat tetap di cuci otak dengan kata jokowi… jokowi…jokowi…. Jangan heran.

Ketika di pilpres 2014, iklan jokowi tiap detik, menit, jam, 24 jam tayang di semua televisi dan koran-koran yang sudah di beli kaum kapitalis. Lihatlah, setelah jadi presiden, dia mengesamping tugasnya sebagai Presiden. Jokowi tidak urus negara.

Penuhi 66 janji politik di pilpres atau tidak, kaum kapitalis wajib menjadikan Jokowi Presiden lagi. Sekarang mereka mencari cara membidik, siapa wapresnya. Soal infrastruktur itu untuk kepentingan kaum kapitalis. Karena pasar infrastruktur itu paling empuk.

Jokowi tidak akan gubris dengan derita rakyat. 160 mayat danau toba dibiarkan terkubur di dasar danau, ikut prihatin saya. Harga-harga melambung? ga urus. Kenaikan bbm, listrik, tol, pajak dan sebagainya dia ga mikir. Cabut subsidi dilakukan. Karena semua itu dilakukan dalam rangka menuruti kemauan kaum kapitalis.

Negara telah menjadi bancakan kaum kapitalis dengan modalnya. Rakyat, wilayah dan Undang-undang yang atur Republik ini semua dikendalikan oleh kaum kapitalis. Rakyat ditundukkan dengan parpol, polisi dan tentara, yang bersuara lantang dan tukang kritik akan di penjara dengan UU ITE.

Kekayaan alam dan segala sumber ekonomi di kuasai segelintir orang. Rakyat kebanyakan menderita dan kelaparan. Selama 4 setahun jokowi hanya turunkan kemiskinan 1 % dan naikkan 10 % kekayaan kaum pemodal 10 %. Wilayah NKRI sudah dikapling oleh pemodal. Jutaan hektar tanah dikuasai pemodal. Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, NTB, Papua, semua sudah dikapling.

Semua sumber kekayaan alam dikuasai para kapitalis. UU yang atur negeri ini telah diatur sesuai selera kaum pemodal. Lalu DPR, MPR dan DPD tidak terdengar suaranya bela rakyat dan negara. Karena mereka semua sudah jadi alat kapitalis.

KPK, Kepolisian dan Kejaksaan juga jadi alat takut-takuti rakyat dan urus kasus yang cere-cere, tidak berani bongkar kasus-kasus mafia di istana. Ada kaum kapitalis yang bermain. Jika pimpinan KPK, kejaksaan dan kepolisian masih bisa diatur kaum kapitalis, aman-aman saja jabatannya. Jika sudah tidak bisa diatur akan di tendang.

Menteri yang berani lawan kaum kapitalis akan ditendang seperti Rizal Ramli. Kasihan benar nasib Negeri yang dibawa cengkraman kaum pemodal.

Bangkit berdiri atau punah?

Allahu akbar wa lillahilhamu

#salamjumat berkah   - 

________________________

 Muslim Arbi adalah Koordinator GarPu

(Jft/InspiratorMedia)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...