11 December 2017

''Jokowi Inikan Prasiden Suka Citra Lupa Duka''

Oleh: Sandri Rumanama

Saya selaku putra Maluku Berdarah Papua Barat saya ingin sampaikan kepada segenap masyarakat indonesia. Bahwa di Pupua itu sudah berperadaban sebelum Jokowi ini Lahir. 

Jadi jangan ngomong seakan akan mendikatomikan kami orang timur, bahwa hanya jokowi yang bangun papua saya bantah hal itu & saya akan tunjukan bukti dan faktanya.

Orang ngomong kesuksesan itu utamanya pada pemerataan, bukan karena satu simple di jadikan sebagai tolak ukur (acuan). 

Sebelum indonesia merdeka Pada tahun 1904-1905 orang papua sudah tau mana mobill, sudah merasakan jalan hotmix. Jokowi inikan prasiden suka citra lupa duka. lebih banyak infrastruktur papua di bangun di era Abdurrahman Wahid (Gusdur) & lebih lagi di masa SBY. Dan benar bersentuhan langsung dengan rakyat, ini baru bangun satu jambatan, perbaiki satu dermaga, serta rehap satu jalan itu bukan ukuran pembangunan. 

Berdasarkan data bahwa.  Indeks Pertumbuhan Manusia (IPM) dari tiga sektor utama Pendidikan di papua selama 3 tahun terakhir tidak mengalami peningkan statistika, begitupun tingkat kesehatan masih pada presentasi yang sama sedangkan dari sisi pendapatan malah mengalami penurunan.

" IPM dihitung berdasarkan rata-rata geometrik indeks kesehatan, indeks pengetahuan, dan indeks pengeluaran per kapita disesuaikan dalam jangka panjang".

Kalau dari tiga sektor utama ini sudah tidak mengalami perubahan, bagai mana bisa kita presentasikan sebagai ukuran kesuksesan.

Buat apa ? bangun dermaga tapi rakyat lapar ya sama juga, bangun bandara tapi rakyat mengeluh ya parah juga,  OPM sampai bereaksi di Mimiki Papua, beberapa waktu lalu itu mungkin karena merasa frustasi dengan pemerintah sekarang atau rezim ini.

Lalu bangun infrastruktur untuk apa ?, saya berfirasa jangan jangan membangun infrastruktur di pupua dengan uang hasil hutang (pinjaman) dari taipan ini untuk mempermudah investor tionghoa untuk berinvestasi ke tanah papua, wah bahaya ini jika hal itu terjadi.

Firasa saya ini  beranjak dari kemulut kasus papa minta saham, sampai sampai pada konstelasi pajak PT. Freport Indonesia, dan berbagai masalah bernuansa poletis yang terjadi, dan renstra waktu antara kemelut masalah freport ini tidak jauh dari masalah persaingan dagang dan perang ideologi antara USA Vs Tiongkok.

Satu hal yang harus di ketahui pak de jokowi dan para menteri dan pendukungnya yang sesumbar bahwa jokowi lebih fokus bangun indonesia timur adalah dusta, di papua dan maluku biasa saja kok pembangunan infrastrukturnya di era jokowi tak beda jauh dari era sebelumnya Katorang Bukan Orang Bodoh. Jadi jangan jadikan katong sebagai alasan menepis isu miring ke rezim ini.

Wong lebih banyak jambatan dan bandara di papua dibangun di era SBY kok, lebih lagi soal moratorium pemekaran daerah otonomi baru itu adalah kegagalan jokowi dalam menata indonesia.

Di maluku dan papua itu sarana utama yang di butuhkan adalah soal rentang kendali pelayanan publik, buat apa bagun jalan yang akhirnya di tumbuhi pepohonan, lebih afdol itu jika memperpendek rentang kendali dan  ruang lingkup pelayanan publik di daerah itu lebih penting.

Soal dana desa lebih banyak berputar pada orang orang tertentu dan banyak yang di salah gunakan oleh aparatur desa, karena minimnya tingkat sosialisasi penggunaan dana  desa tersebut oleh pemerintah, lebih para program pengembangan desa mandiri di era SBY lebih reguler & berfaedah ke banding dengan program alokasi dana desa tersebut.

Akibat dari dana desa ini banyak masyarakat yang bertikai mulai dari mau bangun itu tapi beda kemaunnya dengan kepala desa akhirnya ribut, ada juga ribut karena pemilihan kepala desa dan perebutan kekuasaan di tingkat desa, ini semua akibat kebijakan yang tanpa berfikir soal nilai dan moralitas.

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...