23 August 2019

Jokowi Banyak Gagalnya Urus Pemerintahan

OLEH: MUCHTAR EFFENDI HARAHAP*

Hasil studi evaluasi kritis kinerja Jokowi urus pemerintahan setelah 3 tahun, Tim Studi NSEAS mengakui ada keberhasilan dalam mencapai target atau kinerja baik.

Pertama-tama Tim Studi mengakui, ada klaim Pemerintah terutama Menteri Tenaga Kerja bahwa  penyerapan tenaga kerja setiap tahun melebihi 2 juta per tahun. Diperkirakan, sudah 10 juta terserap tenaga kerja.

Boleh dinilai, kinerja Jokowi baik dan berhasil capai target. Tetapi, Tim Studi  NSEAS  juga mengakui, penilaian pengamat dan pelaku ketenagakerjaan bahwa di era Jokowi jumlah penggangguran bertambah, dan Jokowi tidak memihak kepentingan kaum pekerja kasar Indonesia. Kebijakan TKA (Tenaga Kerja Asing) sungguh kebijakan untuk  kepentingan negara Cina.

Bidang tergolong Jokowi berhasil dan kinerja baik yakni kehutanan, terutama perhutanan sosial sebagai progam visi dan misi.

Kondisi kinerja Jokowi urus “kehutanan”,  bagi pihak optimis, akan tercapai target hingga 2019 Bagi pihak optimis, terutama Menteri LHK (Lingkungan Hidup dan Kehutanan) berkilah, target hingga 2019 khususnya program “perhutanan sosial”. Target capaian perbulan dipercepat dari 120 ribu  Ha selama ini per bulan menjadi 170 ribu Ha per bulan. Jika berhasil, maka target 4,3 juta Ha  2019 akan tercapai.  Kinerja Jokowi urus perhutanan sosial tergolong  bagus dan berhasil.

Selanjutnya, kondisi kinerja Jokowi urus “penanaman modal” tergolong baik dan berhasil mencapai bahkan melebihi  target.  BKPM mencatat realisasi penanaman modal  2017 Rp 692,8 triliun, sudah   target investasi  Rp 678,8 triliun. Telah terlampaui target. Namun,  kenaikan penanaman modal ini tidak dapat menaikkan pertumbuhan ekonomi. Bahkan, ada penilaian, tokoh kebijakan Jokowi ini bela kepentingan ekonomi  Cina.

Meskipun ada keberhasilan, tetapi jumlah kegagalan jauh lebih banyak. Keberhasilan itu hanya tiga dari 37 urusan pemerintahan.

*Ketua Tim Studi NSEAS

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...