17 September 2019

Jenderal, Hanya Khilafah-lah yang Takkan Mengkhianati Anda

Oleh: Yogie W. Abarri
 
 
Jenderal...
Manusia yang telah mengkhianati Anda itu... adalah manusia najis berhati iblis.

Sedih rasanya melihat penampilan Mayor Jenderal (Purn.) Kivlan Zen saat berada di ruang pengadilan. Foto²nya viral tersebar di media sosial.

Entah apa yang ada di dalam benak beliau saat itu. Duduk di ruang sidang sambil beberapa kali tampak menyeka air mata.
Istrinya pun sampai menghampirinya, memeluknya, dan tampak sempat membantunya menyeka air mata.

Meski beberapa kali terlihat melempar senyum, entah senyum cap apa itu yang beliau lempar.
Senyum tertahan yang tak selepas biasanya.
Senyum getir yang tak secerah biasanya.
 
Demokrasi, Habitatnya Para Pengkhianat

Beliau ini sebenarnya hanyalah salah satu tumbal saja di antara sekian banyak tumbal lainnya. Bukan tumbal satu²nya.
Tumbal demokrasi.

Hanya saja beliau ini tumbal istimewa, karena beliau ini adalah seorang purnawirawan jenderal bintang dua yang sebagian besar karirnya berada di posisi komando tempur.

Sebagai rakyat, bukan rakyat biasa.
Sebagai prajurit, bukan prajurit biasa.
Sebagai komandan, bukan komandan biasa.

Semua prajurit yang berada di posisi komando tempur, sudah sewajarnya mereka semua memiliki mentalitas siap tempur all-out (total, sepenuh hati) dan siap mengorbankan apapun (termasuk jiwa raganya) untuk sesuatu yang dia yakini benar.

Hanya saja yang patut disayangkan, dalam kasus ini, beliau mengorbankan dirinya di jalur perjuangan yang salah.
Yaitu di jalur demokrasi, yang merupakan habitat (tempat tinggal dan berkembang biak)-nya para pengkhianat.

Mengapa pengkhianat bisa berkembang biak dan tumbuh subur di jalur demokrasi?
Itu adalah karena demokrasi memang mengakomodir kepentingan para pengkhianat itu. Sehingga demokrasi menjadi ibarat magnet bagi mereka.

Lihatlah.
Dalam demokrasi, orang² disibukkan untuk memperjuangkan apa?
Untuk memperjuangkan orang (person). Agar naik ke tampuk kekuasaan.

Lalu person ini nanti akan menerapkan apa?
Itu urusan belakangan, kata mereka.

Ini bagaikan menyerahkan cek kosong kepada person tertentu.
Lalu ketika kita tanya ceknya untuk bayar apa dan berapa, jawab mereka... itu urusan belakangan, yang penting tolong tanda tangani dulu ceknya.

Betapa konyolnya perkara demokrasi ini.

Maka yang terjadi... berbondong²lah para penjahat mencari peluang lewat jalur itu.

Cukuplah mereka berkoar² siap timbul dan tenggelam bersama rakyat.
Atau menjanjikan kartu ini dan itu.
Atau kalimat² membius lainnya yang bisa membuat rakyat menjatuhkan pilihannya pada mereka.

Adapun setelah terpilih nanti, bisa saja yang akan mereka terapkan itu berbeda dengan yang mereka janjikan saat kampanye.
Mereka bisa beralasan... Kami ini kan hanya eksekutif. Hanya mengeksekusi apa yang ditetapkan oleh legislatif.

Mereka juga bisa beralasan... Kami tak berkutik, karena ini adalah hasil dari kompromi politik yang memang harus kami terima.

Dll. Intinya, mereka bisa melaksanakan sesuatu yang berbeda dengan yang mereka koarkan saat kampanye, dengan berjuta alasan yang bisa dibuat belakangan.

Mereka juga bisa saja ternyata punya hidden agenda (agenda tersembunyi).
Ketika kampanye tampak normal, tapi di belakang hari ternyata terungkap punya agenda memindahkan ibukota.

Itulah demokrasi.
 
Khilafah, Terang dan Jelas Sejak Awal

Itu jauuuh berbeda dengan perjuangan di jalur Khilafah.
Sejak awal, apa yang kelak akan diterapkan itu sudah jelas. Yaitu syariah käffah. Aturan yang diturunkan oleh Dzat yang menciptakan seluruh manusia, baik yang muslim maupun yang kafir. Bahkan menciptakan juga seluruh alam semesta ini dan kehidupan.

Jelas sejak awal.
Maka mereka² yang ikut berjuang di jalur ini, dijamin kelak takkan tertipu.
Siapapun yang kelak akan dibaiat oleh Ummat untuk menjadi Khalifah, yang kelak akan diterapkan tetap saja... syariah käffah.
Sudah jelas.

Tak ada gunanya juga bila ada seorang kandidat Khalifah yang mempunyai hidden agenda. Misalnya, kalau sudah jadi Khalifah nanti mau merubah hukum syariah yang qath'i tentang haramnya riba, untuk dirubah hukumnya menjadi halal.

Bila sampai ada Khalifah terpilih yang melakukan itu, maka tak perlu nunggu sampai lima tahun.
Meski baru satu hari dibai'at, Khalifah yang seperti itu akan langsung dipecat, dan akan langsung diadakan pemilu kembali.

Jelas sejak awal, dan akan terus jelas pula hingga akhir.

Para prajurit dan komandan yang berada di posisi komando tempur, kalau memang mau berkorban, berkorbanlah di jalur yang jelas seperti ini.
Baik yang sudah purna maupun yang masih aktif, berkorbanlah kalian di jalur ini. Dijamin kalian takkan dikhianati.

Kalau kalian tidak tahu tentang apa itu Khilafah, maka carilah tahu. Pelajarilah Khilafah itu dari mereka² yang memperjuangkannya, bukan dari mereka² yang membencinya.

Ketahuilah. Para pembenci Khilafah itu sesungguhnya adalah mereka para penjajah dan antek²nya serta segelintir manusia bodoh yang tertipu.

Merekalah yang berada di balik upaya legalisasi kegiatan perampokan harta rakyat dan kegiatan penjarahan kekayaan alam milik rakyat.

Separatisme? Itu juga bagian dari agenda mereka. Karena, menjajah negara yang kecil (setelah dipecah belah) itu tentu akan lebih mudah daripada menjajah negara yang besar.

Buka mata kalian lebar², dan lihatlah...
Bukankah mereka itu adalah musuh kalian juga?
Maka janganlah kalian tertipu lagi, oleh para pengkhianat itu. []
 

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...
Senin, 16 Sep 2019 - 20:09
Senin, 16 Sep 2019 - 20:05
Senin, 16 Sep 2019 - 19:59
Senin, 16 Sep 2019 - 19:57
Senin, 16 Sep 2019 - 19:53
Senin, 16 Sep 2019 - 19:46
Senin, 16 Sep 2019 - 19:44
Senin, 16 Sep 2019 - 19:41
Senin, 16 Sep 2019 - 19:39
Senin, 16 Sep 2019 - 19:37
Senin, 16 Sep 2019 - 19:35
Senin, 16 Sep 2019 - 19:32