23 November 2017

Indonesia Bertahayul

Oleh: Habil Marati

Kalau Penghayat Kepercayaan diperbolehkan di NKRI yang ber Ketuhanan Yang Maha Esa, Maka Pancasila sila pertama tidak perlu ada lagi, Lalu mengapa ada orang mengatakan “ Aku Pancasila” kemudian anda menuduh HTI anti Pancasila tapi anda sendiri tidak mau melaksanakan Pancasila sila pertama.

Lalu, Kalau Negara mengakui Penghayat kepercayaan, Lalu apa bedanya Kalau Negara mengakui juga Atheis kan sama sama tidak percaya pada Tuhan Yang Maha Esa. Demikian juga Kalau Negara mengakui penghayat kepercayaan sebagai Agama, maka Negara harus juga mengakui bahwa di Indonesia tidak hanya ada 5 Agama.

Lalu, mana lebih tinggi kedudukan Pembukaan UUD45 atau putusan MK?... jangan pongoh menjawabnya tapi hari pake Qolbu sulbiyah. Mengakui Penghayat Kepercayaan berarti melegalitasi TAHAYUL. Lalu, seandainya Penghayat Kepercayaan di angkat jadi President, atau pejabat publik apa saja, Lalu bunyi sumpahnya seperti apa?.. apa harus mengamandemen lagi UUD2002 untuk memasukan bunyi sumpah bagi Pejabat Penghayat Kepercayaan?.

Kalau Negara telah mengakui keberadaan Penghayat Kepercayaan, Lalu bagaimana dengan orang percaya dengan Komunis, kan komunis tidak percaya Tuhan Yang Maha Esa. Bukan kah Komunis itu mengangap Agama adalah Candu?. Demikian halnya karena Negara telah mengakui Penghayat Kepercayaan sebagai Agama, maka telah terjadi erupsi kebudayaan menuju pada penyerahan jiwa raga Bangsa Indonesia pada spritualisme yang berbasis fiksi, dongeng, legenda, hikayat,klenik serta penyembahan pada benda benda yang dianggap Kramat. Secara tidak langsung Hakim Hakim MK telah menjerumuskan kembali Bangsa dan Negara Indonesia Ke Alam Tahayul, Berhala, Syirik dan musyrik. Demikian juga bahwa Pemerintah wajib juga menyediakan tempat pemakaman bagi para Penghayat Kepercayaan.[***]

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...