28 May 2017

Ical Bakrie versus Yorrys dan Prabowo vs JK: Metafora dari Sejarah Panjang Mataram ?

Dua Munas IX Golkar digelar hanya dalam hitungan hari yakni Munas Nurdin dan Munas Yorrys. Munas IX Golkar di Bali ternyata menjadi titik awal persaingan karir politik untuk Ical. Munas Ancol pun digelar cepat. Peta perebutan Golkar oleh dua kubu itu sudah tergambarkan dalam sejarah Pajang-Mataram seperti diuraikan oleh Ki Sabdopanditoratu. Bagaimana Munas Bali menjadi titik kulminasi tersingkirnya Ical dalam perang antar faksi dalam tubuh Golkar dan gambaran sejarah Pajang-Mataram? Mari kita telaah faktor penyebab Ical akan terpental dari peta politik Golkar dengan tamsil sejarah Arya Penangsang dan Ki Juru Martani dengan hati riang gembira ria.

Menurut terawangan Ki Sabdopanditoratu, perlawanan Ical untuk bertahan menjadi Ketua Umum terbuka kedoknnya yakni akan mengangkat para ketua DPD I dan DPD II menjadi kepala daerah, akan berakhir dengan perpecahan Golkar. Dengan janji kekuasaan, seperti peran Ratu Kalinyamat yang mendukung jika pembalasan dendam kematian Mas Kalinyamat dipenuhi. Motif kepentingan berkuasa ini disampaikan kepada peserta Munas Ical dan dengan demikian mereka akan mengikuti kemauan Ical.

Itu fantasi yang dibangun Ical bersama dengan Nurdin Halid. Fantasi berkuasa itu sejalan dan didukung oleh koalisi Prabowo - yang tiba-tiba seusai kalah pilpres mengadekan untuk melakukan pilkada oleh DPRD.

Seperti dituturkan oleh Ki Sabdopanditoratu, peran dukungan Prabowo untuk Ical dan Jusuf Kalla untuk Yorrys di belakang persaingan kedua kubu menggambarkan kisah masa lalu ketika Sultan Pajang (parallel dengan Jokowi) dijepit oleh Arya Penangsang dan tiga trio pendiri Kerajaan Mataram Ki Pamanahan, Ki Panjawi dan Ki Juru Martani Mari kita simak peta kekuatan Prabowo dan Jusuf Kalla sebagai pembanding dengan peristiwa sejarah Arya Penangsang melawan Ki Juru Martani - arsitek ahli strategi pendiri Mataram.

Prabowo memiliki kesamaan dengan Arya Penangsang. Arya Penangsang adalah ksatria (baca: Prabowo prajurit) yang sama-sama memiliki ambisi menjadi Sultan Pajang dan Presiden RI, masing-masingnya. Arya Penangsang memiliki kesaktian dan jago perang dengan kekuatan dan keberanian yang luar biasa. Meskipun bukan Sultan, Arya Penangsang memiliki pengaruh menakutkan termasuk ketakutan Sultan Pajang dan Sultan Kudus, walaupun kekuatan itu masih hanya sebatas ‘potensi kekuatan dan kekuasaan’, sama dengan kekuatan Prabowo yang hanya potensi jika dan hanya jika menjadi presiden.

Sama dengan Arya Penangsang yang potensinya ditakuti, maka Ki Juru Mertani tampil menghilangkan kekuatan Arya Penangsang dengan strategi jitunya: memanfaatkan kelemahan Arya Penangsang yang pemarah, temperamental dan emosional, seperti Prabowo yang temperamental.

Jusuf Kalla memiliki kesamaan dengan Ki Juru Martani sebagai ahli strategi yang memiliki kemampuan lobby yang mengagumkan, sabar dan cerdas. Tak heran maka baik Ki Juru Martani maupun Jusuf Kalla menjadi ahli perdamaian. Ki Juru Mertani dengan strateginya menghancurkan Pajang pada akhirnya dan lahirnya Mataram juga parallel dengan usaha penyatuan Aceh dan Indonesia menjadi utuh.

Akhir kisah Pajang dan berdirinya Mataram merupakan kesepakatan antara Ki Juru Mertani dan berbagai Sultan termasuk Sultan Kudus dan para bupati dan negeri perdikan yang mendukung Mataram, termasuk para sesepuh yakni para wali. Bagaimana gambaran kisah Pajang-Mataram dalam sejarah kekinian Indonesia menurut uraian Ki Sabdopanditoratu?

Ical didukung oleh Prabowo dan Yorrys Raweyai didukung JK. Dua kekuatan ekonomi berada di balik dukungan terhadap dua kubu. Ical - yang perusahaannya Grup Bakrie tengah kembang kempis - didukung oleh kubu Prabowo yang dianggap memiliki kekuatan ekonomi lebih oleh Ical. Yorries cs didukung oleh JK yang jelas memiliki kekuatan sosial berupa lapangan kerja yang terbangun puluhan tahun di Indonesia Timur. Maka tak mengherankan Indonesia Timur mendukung Yorrys cs.

Dukungan Prabowo kepada Ical digambarkan terletak pada kekuatan ilusif di DPR dengan kekuatan para bermasalah. Demokrat dengan SBY-nya memiliki tunggakan kasus Century dan Hambalang yang membayanginya. Para anggota DPR dan mantan DPR yang terkait dengan Banggar dan korupsi energi dan terkait dengan berbagai macam mafia pun menjadi pendukung Ical seperti Suryadharma Ali, tersangka mega korupsi yakni mafia haji, yang dipastikan akan menyeret para anggota DPR. Ini kekuatan pendukung koalisi Prabowo.

Dukungan untuk Ical pun datang dari partai segregatif agama PKS dan PAN dengan Amien Rais-nya yang melakukan rekayasa menembak mobilnya sendiri di rumahnya sendiri. Gerindra memiliki corong mulut manis nan indah dan segar, Fadli Zon.

Para pendukung Ical lainnya adalah para pengusaha yang memberikan dukungan setengah hati kepada Prabowo dan Ical yang gagal berkuasa di pemerintahan. Para pengusaha melakukan eksodus mendukung Jokowi-JK yang memiliki kekuasaan riil, nyata dan berkuasa. Para pengusaha adalah individu yang memerhitungkan dukungan dengan manfaat ekonomi: tak ada makan siang gratis adalah motto pengusaha. Maka jika tak mendapatkan apa-apa dengan mendukung Ical dan Prabowo, maka para pengusaha akan kabur.

Dukungan Jusuf Kalla paralel dengan dukungan politik yang dimiliki JK sebagai kader Golkar yang memiliki pengaruh sebagai Wakil Presiden RI. JK adalah politikus ulung yang menjadi satu-satunya wakil presiden yang menjabat dua kali - kayak nggak ada orang lain saja hehehe. Pengaruh nasihat JK ini diberikan kepada Agung Laksono, Priyo Budi Santoso - yang memiliki kepentingan berlindung dari kasus hukum yang disebut melibatkannya terkait kasus korupsi Al Qur’an Zulkarnaen Djabbar, dan Yorrys Raweyai di Semarang pada tanggal 3 Desember 2014.

Gelombang dukungan kepada Munas Yorrys ini akan kuat karena MKGR, Kosgoro, Soksi, AMPG, mendukung Munas Ancol. Dukungan yang terpecah itu juga diberikan oleh Siswono, Suhardiman, dan berbagai tokoh lainnya kepada Yorrys. Seperti kisah menangnya Ki Juru Martani yang didukung oleh para wali (yang dianggap legitimasi) dan kekalahan Arya Penangsang kemenangan strategi Jusuf Kalla mendukung Yorrys yang didkung oleh Pemerintah (baca: Mendagri dan Kemenhukum HAM) dan kekalahan Ical pun tergambarkan parallel. Jelas Pemerintah akan mendukung Yorrys dan membiarkan Golkar versi Ical berjuang di pengadilan seperti PPP yang terpecah dan yang mendukung Jokowi yakni kubu Romi didukung.

Jadi, tamsil sejarah Pajang-Mataram terjadi lagi menurut uraian Ki Sabdopanditoratu, Ical dengan Munas Bali merupakan langkah awal tersingkir dari politik atau awal perpecahan Golkar yang akan menghancurkan Golkar secara keseluruhan. Dan, peran perpecahan itu hanya menguntungkan Jusuf Kalla sebagai arsitek (baca: Ki Juru Martani) dan menghancurkan Prabowo dengan koalisinya (baca: Arya Penangsang dengan Sultan Kudus dan Sultan Pajang yang akhirnya dilemahkan pula). Akhirnya yang berdiri malah Mataram dengan strategi dan ahlinya Ki Juru Martani (baca: Pemerintahan Jokowi-JK menguat dengan ahli strategi dan arsiteknya JK). (Ninoy Karundeng, penulis/KCM)

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



News Feed

loading...

Baca juga


Loading...