15 September 2019

Gula Rakyat dan Garam Impor Derita Petani Cirebon

Oleh: Muslim Arbi
(Koordinator INDAG WATCH)

Semestinya, ketika Presiden Joko Widodo menunjuk Enggartiasto Lukito, dari Partai Nasdem sebagai Mentri Perdagngan yang menggantikan Mendag yang di kembalikan sebagai Kepala BKPM, Thomas Lembing, itu memberi manfaat bagi Petani di Cirebon. Petani Tebu Rakat yang Produksi Gula Rakyat maupun Petani Garam yang memproduksi garam.

Tapi, rupanya naik nya Enggar panggilan akrab mendag, Politisi Nasdem ini, sangat di harapkan dapat memberikan kontribusi bagi Petani (Tebu dan Garam) untuk meningkat kan kualitas hidup dan kesejahteraan nya. Malah sekarang mengambil tindakan yang membuat daftar panjang derita Rakyat. Padahal saat Pilpres, waktu itu Joko Widodo yang kini sudah duduk di kursi empuk presiden berjanji untuk sejahtrakan Petani. Seperti tertera dalam daftar janji2 Pilpres 2014 itu.

Tidak tahu, apa yang ada di benak Enggar sebagai Mendag, dengan melakukan penyegelan Gula Produksi Rakyat dan Impor Garam itu sebagai realisasi dari janji2 manis Presiden Joko Widodo? Rasa nya tidak. Karena Jokowi panggilan populer mantan Wali Kota Solo berjanji untuk sejahterakan petani. Lalu kenapa Mentri Perdagangan sakiti Petani?
Enggar sendiri yang sendiri yang tahu jawaban nya..

Enggar itu putera kelahiran Cirebon, bertenis Tionghoa. Yang melarat dan menderita adalah para Petani Tebu dan Garam dari Kaum Pribumi. Jangan sampai dalam kasus Tebu dan Garam Rakyat ini berimbas kepada konflik sosial Pri - Non Pri. Dan melahirkan perseteruan Anti Cina. Kelihatan ada yang salah dalam tata kelola Gula dan Tebu Rakyat dan Garam Impor yang menghancurkan Produksi Rakyat.

Di saat aksi Demo Petani Tebu di Depan Istana kemarin (28/8), terlihat dengan marah dan kesal nya parah Petani Demonstran melemparkan Gula Impor di jalan Depan Istana. Kemarahan Petani Tebu ini adalah simbol perlawanan Rakyat dari Petani Tebu yang sudah sangat muak terhadap penguasa yang di tunjukan di Depan Istana, akibat ulah Mendag. Protes serupa di lakukan oleh Alumni IPB yang peduli terhadal Nasib Petani Tebu dan Gula mereka.

Akan hal nya terkait, importasi Gula dan Garam dalam hal ini. Terlihat kuat nya lobby pengusaha Impor dalam meloloskan importasi baik Gula mapun Garam. Ini dapat di duga karena melalui importasi para importir mudah bermain karena keluarnya izin impor tidak gratis. Konon di internal Kemendag juga para staf nya mengeluh karena semua decesion impor di putuskan mentri.

Langkah Mendag Enggar membuka kran impor Gula dan Garam yang menimbulkan gejola di masyarakat itu karena, apakah ada kewajiban setor kepada Partai yang tidak bisa di elakkan? Sehingga harus membuka kran impor?

Jika, karena kepentingan Partai lalu ada kewajiban yang harus di setor, maka itu adalah pengkhianatan kepada Rakyat dan Konstitusi. Presiden Joko Widodo perlu pertimbangkan ulang posissi di Kabinet.

Bila Jokowi tidak lakukan itu, maka bisa dikatakan ada unsur kesengajaan yang di lakukan terhadap Masyarakat Cirebon, khususnya Petani Tebu dan Garam. Apakah penilaian Publik seperti itu yang di kehendaki?
Wallhu'alam

 

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...