16 December 2017

Gema 77-78 Deklarasi Gerakan Tolak Politik Uang dalam Pilkada 2018

Setelah mengamati dengan seksama proses persiapan Pilkada Serentak 2018 yang akan segera digelar pada tanggal 27 Juni 2018. GEMA 77-78 menemukan berbagai praktik yang menyimpang dari keinginan rakyat dalam proses demokrasi yang mendasari pilkada serentak. Dengan kasat mata dapat disaksikan oleh publik berbagai praktik seperti oligarki elit partai dalam penentuan calon, oportunisme calon mengejar tiket perahu partai pengusung, serta pemilih yang terjebak dalam peraturan pemilu yang minim partisipasi dalam penentuan calon.

Dalam kenyataannya partai tidak berhasil menampilkan kader sendiri sebagai calon pemimpin politik yang berkualitas dan layak pilih sehingga berupaya mencari calon yang ada dalam bursa calon dengan kriteria yang terkadang tidak objektif. Munculnya calon independen hampir tidak mungkin karena ketentuan pencalonan yang sangat ketat. Akhirnya rakyat pemilih terpaksa menerima calon yang tidak sesuai dari kriteria yang diharapkan. Pemilih praktis tidak terlibat dalam penentuan calon.

Menjadi calon dalam pilkada menjadi sangat mahal karena harus menanggung semua ongkos politik. Biaya yang tinggi disebabkan biaya kampanye pribadi calon maupun biaya mesin partai yang besar. Calon kurang mengenal pemilihnya dengan baik sehingga harus mempromosikan diri dengan ekstra untuk mendapatkan suara yang cukup untuk menang. Partai juga memerlukan anggaran yang dibebankan kepada calon yang diusungnya. Calon berupaya mendapatkan dana dari simpatisan atau penyandang dana dengan membuat berbagai kesepakatan yang berdampak pada penggunaan kekuasaan (bagi-bagi jabatan dan bisnis) jika calon menang.

Akhirnya calon terlalu memaksakan diri dan berspekulasi dengan biaya tinggi. Sumbangan relawan menjadi terbatas sementara sumbangan penyandang dana tidak pernah transparan. Dalam kondisi seperti ini maka politik uang (money politics) tidak dapat dihindari. Akhirnya calon pemenang akan tersandera kesepakatan politik dan bisnis dengan penyandang dana dan relawan pendukungnya.
Muara dari proses pemilihan yang cuma prosedural, tanpa keterlibatan pemilih dalam penentuan calon, dan tersandera oleh dampak politik uang maka pilkada tidak menghasilkan pemimpin yang mampu memperjuangkan kepentingan pemilih dan melayani rakyat secara maksimum ketika berkuasa. Program-program daerah akhirnya terdistorsi oleh kepentingan penyandang dana dan desakan kepentingan relawan pendukung.Tuntutan kepentingan pemilih menjadi terabaikan. Selama tiga musim pilkada yang sudah berlangsung nyatanya para penguasa hasil pilkada tidak bisa memenuhi kehendak dan kebutuhan rakyat pemilih bahkan penguasa tidak sanggup memenuhi janji kampanye kepada pemilih.

Mengingat begitu besarnya dampak politik uang yang juga berujung kepada korupsi yang sudah marak terjadi , sekitar 343 Kepala daerah terlibat perkara Korupsi di Kejaksaan, Kepolisian dan KPK. Disamping berujung kepada Korupsi, politik uang juga membunuh Perubahan Masyarakat kearah yang lebih baik, merendahkan martabat, mematikan kaderisasi politik serta jebakan buat rakyat. Sehingga terhadap pelaksanan pilkada dan pelaksanaan program pelayan publik yang akuntabel sesuai amanat demokrasi maka GEMA 77-78 mengingatkan kepada Partai Pengusung, Calon Pimpinan Daerah, Para Pemilih, dan Penyelenggara Pilkada Serentak 2018 untuk segera MENGHENTIKAN PRAKTIK POLITIK UANG dengan segala macam bentuknya. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat yang peduli dengan keberhasilan pilkada sesuai dengan amanat kepentingan rakyat pemilih untuk dapat MEMANTAU, MELAPORKAN, dan MENGINTERVENSI setiap praktek politik uang sesuai dengan kapasitas masing2 dan memperhatikan ketentuan yang berlaku. GEMA 77-78 akan menggunakan jaringan nasionalnya untuk mengkoordinasikan GERAKAN MELAWAN POLITIK UANG dalam Pilkada 2018.

Jakarta, 7 Desember 2017 di Gedung Dewan Pers

Daftar komponen GEMA 77-78 se Indonesia yang memberikan dukungan pada GERAKAN MELAWAN POLITIK UANG Pilkada 2018 :

1. Aa Tarsono SH. MH.
2. Ir. Abdulrachim Kresno
3. Achmad Gani, BE
4. Ir. Achmad Syaifudin
5. DR. Ir. Ahmad Sarmidi
6. Adang Suhardjo SE
7. Ir. Afni Achmad
8. DR. Chairul Muluk
9. Ait Syarif H. B.Sc
10. Drs. Alben Sidauruk
11. Ir. Alwis Dahlan
12. DR. Ir. Anton Leonard
13. Drs. Apip Djajadisastra
14. DR. AR Noor Msi.
15. Dr. Aswan Lubis SpA M.Kes
16. Drs. Aryanto Dina
17. Boy Albanik, M.Eng, NZCE, Ph.D
18. Ir. Bambang Mardiyanto
19. Drs. Bashori Imron MSi
20. Drs. Biner Tobing
21. Drs. Cahyono Eko Sugiharto
22. Calvin Lambe
23. Haerul Subki
24. Drg. Hadi Kusuma
25. DR. Dadan Gandana
26. Drs. Darwis Darlis
27. Dedi Sukardan SH. MH
28. Drs. Denny Agusta
29. Ir. Dharma Setiawan
30. Prof. Dr. Didin Damanhuri
31. Dindin Maolani SH.
32. Ir. Doddy Rudianto
33. Dwi Soebawanto
34. Ir. Eddy Asmanto
35. Elyan V Hakim
36. Endang Wuryaningsih SH.
37. Erfanto Sanaf SH. MH.
38. Drs. Ernawan S. Koesoemaatmadja Psy. MBA
39. Etty Koerniasih
40. Evert Matulessy SH.
41. DR. Fauzie Hasibuan SH. MH
42. Gaos Sugiri
43. Gatot Sanyoto W.A, SH.
44. Drs. Hannan Situpora
45. DR. Hari Azhar Aziz
46. Ir. Hari Purwanto
47. Ir. Harun Alrasyid
48. Helmansyah SH.
49. Dra. Henny Andries
50. Ir. Heri Ahmadi
51. Heri Hernanto
52. Hikmat Abidin Sm. Hk
53. Hindraningsih
54. Ida F Moekardanu
55. Ida Nuraida
56. Drs. Imam Wahyudi
57. Ir. Indra Adil
58. Ir. S. Indro Tjahyono
59. Irvan Rahardjo, SE, MM, ANZIIF
60. Ir. Iwan Mahardi
61. Drs. Jimmy H. Siahaan
62. DR. Jo Rumeser
63. Ir. Jose Rizal Nasution
64. Dr. Khaerulsyah Nasution SpPD
65. Drs. Khrisnan Mulyono
66. Ir. Liliek Sudirahardjo
67. Ir. Maruli Gultom
68. Ir. M. Iqbal
69. Ir. M. Ridlo Eisy
70. Ir. M. Singgih MSc
71. Drs. M. Syahrir
72. Drs. Moh. Thoher, SE.
73. Drs. Moch. Chatib Usman
74. DR. Maqdir Ismail SH. MH.
75. Ir. Martunus Haris MSc. MM. MBA.
76. KH. Ir. M.E. Irmansyah MBA
77. Drs. M. Hatta Taliwang
78. Dr. Muchtar Efendi Harahap
79. Ir. Muchtar Hadi
80. Prof. Dr. Munar Lubis SpA (K)
81. Drs. Musfihin Dahlan
82. Prof. DR. Musni Umar
83. Ir. Natsir Abbas
84. Nurdin Lubis SH MH
85. Drs. Panusunan Nababan
86. Ir. Pepen S. Padmawilaga
87. Drs. Rahmadi Hidayat
88. Ir. Ramles Manampang Silalahi
89. Prof. Dr. Jusman SD
90. Ir. Roel Sanre
91. Ir. Sapto Kuntoro
92. Sjam Soelbachri SH.
93. Ir. Sayuti Asathri
94. Ir. Sentu Bambang Hario
95. Soekotjo Soeparto SH. LLM
96. Drs. Subur Dwiono MM
97. Ir. Sugeng Setyadi
98. DR. Ir. Suryo Adiwibowo
99. Ir. Suluh Tjiptadi
100. Ir. Sumardjito
101. Drs. Syarief Bastaman
102. Ir. Syafril Sjofyan
103. Ir. Syahrial Hamzah
104. Drs. Umar Marasabessy
105. Prof. Ir. Usman Nasution
106. Drs. Yayak Kencrit
107. Drs. Zulkarnain Saman MM.
108. Dr. Zulkifli Halim
109. Prof. DR. Nanat Fatah Natsir
110. Prof. DR. Lukman Hakim
111. Ir. Tito Koesbandi
112. Ir. Syahrial Hamzah
113. Susy Koesma

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...