19 July 2019

Fenomena Global Menuju Konflik Peradaban

Sejak serangan  gedung kembar WTC New York 2001 yang lalu, serta merta berhembus Islam fobia (kebencian Islam) ke seluruh dunia. Fitnah Besar terhadap Islam. Islam sumber kekerasan dan teror.

Dua kata : kebencian Islam ( Islam Fobia) dan Fitnah Besar, merupakan kata kunci menghampiri konflik perdaban.

Emosi keagamaan Islam sungguh dalam ujian. Kesabaran ummat Islam sungguh dalam ujian besar. Bukan hanya fitnah, tapi juga  penghinaan pada agama dan ummat nya. Di Eropah,  Amerika dan Australia, ummat Islam secara umum merasakan perlakuan kecurigaan dan kebencian itu. Mulai dalam berpakaian, pergaulan, kampus hingga di Bandara. Bahkan di Amerika terjadi pembakaran pada Al-Qur'an.

Tapi ada hikmah dibalik kebencian dan fitnah besar itu. Membuat Islam sebagai agama menjadi sangat populer, sehingga mendorong banyak orang non muslim penasaran ingin  mempelajari Islam. Para pembelajar akhirnya menemukan bhw kebencian dan fitnah pada Islam adalah kontra-produktif dengan esensi ajaran Islam yang murni (kaffah). Jadi berkat karunia Allah, kebencian dan fitnah besar itu, berubah menjadi dakwah besar untuk memperkenalkan ajaran Islam yang kaffah. Siasat Allah jauh lebih baik dari pada siasat mereka yang membangun kebencian dan fitnah besar pada Islam.

Kasus pembantaian Ummat Islam Rohingya di Myanmar, merupakan dampak langsung dari kebencian dan fitnah besar pada Islam secara global. 

Kaum penduduk asli Miyanmar yang beragama Budha, membangun prasangka buruk pada Ras Rohingya yang beragama  Islam, rentang masa depan Miyanmar dan makin pesatnya populasi ras Rohingya.

Sebuah ironi, selama ini agama Budha dikenal sebagai agama tidak progresif, para Tahunnya lebih fokus pada mengajarkan meditasi spiritual dari pada penyiaran agama yang progresif. Meditasi dan menjauhi kesibukan dunia, apalagi politik. Apalagi membangun kebencian pada sesama manusia. Karena itu, agama Budha lebih dikenal minimal konflik dengan agama lain, terutama dengan Islam. Kalau ada tekanan pada Ummat Islam di suatu negara dominan agama Budha, itu dari negara, bukan dari agama Budha. 

Karena itu, kasus pembantaian Islam Rohingya di Myanmar, sangat kontras dgn tradisi agama Budha selama beratus-ratus tahun. Tidak bisa dilihat sebagai murni agama. Tapi merupakan fenomena lokal yang tidak lepas dari fenomena global, yaitu kebencian dan Fitnah Besar pada Islam. Ketakutan pada potensi masa depan Islam di Miyanmar. Pada hal, kalau para Pemimpin dan Tokoh agama  Miyanmar mau membuka mata ke Indonesia, mayoritas Islam di Indonesia menjadikan Indonesia sebagai surga keberagaman pluralitas (etnis, ras dan agama).

Melihat cara pembantaian Ummat Islam Rohingya,   yang sangat biadab, barbar, tanpa perikemanusiaan tersebut, ditayangkan melalui media sosial ke  seluruh dunia, menunjukkan suatu provokasi pada emosi kemarahan Ummat Islam dimana saja.

Suatu skenario membangun kebencian dan saling fitnah, bukan saja antara ras kulit kuning Versus kulit hitam, tapi juga antara agama Budha dan Islam. Dua agama besar di Asia.

Inilah indikasi bahwa Asia Timur sedang diambang konflik perdaban. Dan akan merembes ke Asia Tenggara. Babak kedua Konflik Peradaban setelah Irak, Suriah dan lainnya di Tim-Tengah. Pembauran ras, etnis, budaya dan agama di Asia Timur dan Asia Tenggara yang sudah damai ratusan tahun akan berubah menjadi konflik. 

Konflik perdaban adalah sebuah skenario perang jangka panjang, akan melelahkan, hingga manusianya jadi budak-budak pemerintah dunia yang menguasai sumber daya alam. Dunia hanyalah punya satu Pemerintahan,satu agama dan budaya. (Sesuai skenario The Bilderberg Group, Organisasi Rahasia paling berpengaruh yang mengendalikan dunia saat ini, dari buku Daniel Estulin, 2009).

Kiranya bangsa Asia sadar bahwa masa depan yang lebih baik ditentukan oleh mereka sendiri. Sebagai mana Asia telah berhasil mengusir para penjajah (imperialisme)  di Asia.Maka konflik perdaban itu, tidak akan jadi kenyataan, tapi hanya mimpi bagi mereka yang menginginkan nya.

Salam damai Asia.

*Asp Syam, manusia biasa, cinta damai.

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...