25 November 2017

Ekonomi Dengan Wawasan Menteri Ekonomi Yang Terbatas

Penunjukan Menko Maritim Luhut B Panjaitan sebagai penanggung jawab sidang tahunan IMF-World Bank Oktober tahun ini di Bali , sungguh diluar kelaziman pemerintahan dan menimbulkan spekulasi baru.

Tidak lazim bahwa untuk menangani pertemuan ekonomi internasional bertingkat dunia dan dihadiri lebih dari 1000 delegasi ekonomi dari pemerintahan banyak negara didunia bukan dipimpin oleh menteri2 ekonomi dari kabinet Jokowi yaitu Darmin Nasution Menko Perekonomian atau Sri Mulyani Menteri Keuangan .

Hal ini menimbulkan spekulasi apakah Jokowi telah sangat kecewa kepada kedua menteri ekonomi itu . Memang dari segi prestasi, Darmin yang telah mengeluarkan 14 paket Kebijakan Ekonomi tidak menampakkan hasil yang berarti untuk kemajuan ekonomi Indonesia . Ekonomi kita hanya bertumbuh pada 2015 sebesar 4,79 % ,2016 sebesar 5,02 % dan proyeksi 2017 hanya 5,1 %.

Ini membuktikan bahwa Darmin tidak mampu mengidentifikasi masalah2 pokok yang menghambat pertumbuhan ekonomi , tidak mengerti betul masalah dilapangan dan tidak mempunyai kemampuan untuk menggerakkan birokrasi dibawah koordinasi Kemenko termasuk menteri2 ekonominya untuk mewujudkan target2 ekonominya . Artinya kemampuan operasional Darmin sangat lemah . Menteri Keuangan Sri Mulyani yang citranya se-akan2 seperti ekonom paling top di Indonesia dan telah berkelas dunia ternyata juga tidak dipilih oleh presiden Jokowi sebagai penanggung jawab sidang tahunan IMF-World Bank tersebut .

Terlihatlah hal ini sebagai sinyal ketidakpuasan Jokowi terhadap Sri Mulyani Indrawati . Memang SMI baru 7 bulan menjabat sebagai Menteri Keuangan . Namun Jokowi yang dahulu berharap banyak kpadanya akibat euforia citranya di media, sudah dapat membaca langkah2 SMI yang tidak mampu untuk menggerakkan ekonomi secara maksimal, menciptakan sumber2 pertumbuhan ekonomi baru atau istilahnya menciptakan generator ekonomi baru, sehingga bisa merubah struktur ekonomi menjadi lebih sehat, lebih berkelanjutan, lebih banyak yang menikmati pertumbuhan ekonomi, lebih berdaya saing dan sebagainya .

Yang terjadi justru sebaliknya , SMI mengerem kegiatan ekonomi dengan memotong APBN-P 2016 sebesar 133,8.Trilyun setelah sebelumnya Menkeu Bambang Brodjonegoro juga telah memotong APBN 2016 sebesar 50 Trilyun atas dasar Inpres 4/2016 Tentang Pemotongan Anggaran 2016 . Akibatnya terjadi kelesuan ekonomi di banyak sektor sedangkan harga2 kebutuhan pokok melonjak tinggi dan stabil diatas . Ini mengakibatkan beban berat bagi rakyat yang sudah didera terus menerus dengan tingginya harga2 bahan pokok dan stabil di atas sejak dinaikkannya harga BBM November 2014. Walaupun Jokowi sendiri berkali-kali menekan harga daging agar bisa menjadi 80 ribu/kg tetap saja harganya stabil di 110-120 ribu/kg.

SMI pernah berpidato panjang lebar mengemukakan pikiran2 nya tentang ekonomi Indonesia di bulan Januari 2017.pada saat ulang tahun salah satu grup media . Disini dikemukakannya tentang pertumbuhan ekonomi selama 10 tahun terakhir dan bahwa sejak 2015 telah terjadi penurunan ekonomi dunia , bahwa dalam 2008 telah terjadi krisis ekonomi dunia (tanpa menyebutkan bahwa saat itu harga komodity masih sangat baik sehingga recovery ekonomi mudah dicapai), bahwa perlu penguatan kelembagaan agar ekonomi tumbuh sehat, bahwa ada jebakan bagi negara yang berpenghasilan menengah ( middle income trap ) yang disebabkan oleh adanya "elite captured" (elite yang korup), bahwa ada sektor2 ekonomi yang melibatkan banyak tenaga kerja tetapi pertumbuhannya lambat dsb.

Tetapi semua yang dipidatokan oleh SMI itu hanyalah POTRET dari masalah2 ekonomi yang dihadapi oleh Indonesia . SMI sama sekali tidak membicarakan SIASAT atau TEROBOSAN untuk membuat pertumbuhan ekonomi RI lebih tinggi misalnya menjadi lebih dari 6 %, walaupun ekonomi dunia sedang stagnan .

Pertumbuhan lebih tinggi diperlukan agar lebih banyak orang yang bekerja dan agar yang bekerja dapat mempunyai penghasilan yang lebih baik dan akhirnya dapat menciptakan gairah ekonomi. Kita tidak bisa hanya mengatakan bahwa ekonomi dunia sedang stagnan atau sedang lesu karena itu ekonomi kita cukup tumbuh 5,1 % . Itupun ditambah-tambahi dengan kata2 ekonomi yang pertumbuhannya nomor 3 paling tinggi didunia setelah Cina dan India untuk menutupi kekurang mampuan untuk mendorong prrtumbuhan yang lebih tinggi dari 6% .

DR Rizal Ramli yang menjabat sebagai Menko Maritim dan Sumber Daya hanya 11 bulan telah memulai bermacam-macam TEROBOSAN ekonomi yang tentu akan menyumbang pertumbuhan ekonomi signifikan . Diantaranya adalah membangun pariwisata dengan memfokuskan kepada 10 tujuan wisata dengan memberikan bebas visa kepada 169 negara , membangun infrastruktur jalan tol dan bandara di dekat Danau Toba dan disamping itu memperpanjang landasan bandara yang sudah ada agar dapat mendatangkan wisatawan yang banyak . Menyiapkan komitmen dana dari bank2 internasional untuk mendukung pembangunan 10 tujuan wisata. Membentuk bersama-sama Malaysia organisasi CPOPC untuk mengangkat harga CPO karena selama ini harganya selalu dipermainkan dunia internasional. Langkah ini dipuji oleh DR. Mahatir Mohammad karena juga menguntungkan Malaysia.

Rizal Ramli juga mengarahkan agar dibangun industri petrokimia di Maluku dengan memanfaatkan blok gas Masela, sehingga bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di Maluku dan Indonesia Timur. Juga memulai untuk menggalakkan pendidikan vocational dengan antara lain membangun kerjasama dengan pemerintah Swiss agar kita tidak hanya bisa mengekspor TKI tetapi juga Tenaga Profesional Indonesia sehingga bisa mendatangkan devisa jauh lebih banyak dan memperbaiki citra Indonesia diluar negeri.

Juga mengarahkan agar maintenance pesawat udara yang selama ini masih kebanyakan dilakukan diluar negeri agar dilakukan didalam negeri. Untuk itu telah diurus agar ada pembebasan biaya impor komponen pesawat . Ini juga akan menyumbang pertumbuhann ekonomi. Dan masih banyak lagi seperti mengadakan program mina padi ( memelihara ikan disawah bersama-sama dengan menanam padi ) yang akan bisa menampung minimal ratusan ribu tenaga kerja di desa dan menghidupkan ekonomi pedesaan.

Masih banyak lagi sumber2 pertumbuhan ekonomi yang belum digarap secara masiv untuk melawan kelesuan ekonomi dunia, seperti ekonomi kreatif dimana sudah terbukti Indonesia mempunyai potensi yang luar biasa, ekonomi digital juga belum mendapatkan penggarapan yang masiv .

Di sektor industri pertahanan juga sudah mulai memperlihatkan geliatnya . Pada bulan September 2016 PT PAL mengirim kapal perang SSV pesanan Filipina yang diselesaikan 4 bulan lebih cpat dari jadwal . Juga industri penerbangan kita maju terus tanpa sentuhan tangan pemerintah yang berarti.

PTDI dalam beberapa bulan lagi menerbangkan N219 dan akan disusul dengan N245 yang merupakan pengembangan CN235 yang merupakan saingan dari ATR 42 buatan Perancis-Italia menurut keterangan Direktur PTDI di Singapore Air Show, Changi, Singapore , 2016.

Selain itu juga sedang dikembangkan oleh para anak bangsa pesawat R80 yang konseptual designnya sudah mencapai 80%. Lalu di mana peran pemerintah untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi melalui berbagai prestasi anak bangsa tersebut..?

Sebagai contoh kami tampilkan ekonomi Vietnam yang diberitakan oleh VN Expres, surat kabar terbesar Vietnam pada tanggal 23 Januari 2017. Pada 2016 Vietnam telah mengekspor smartphone sebesar $ 34 Milyar.

Samsung mempunyai 2 pabrik besar di Vietnam dan menyumbang 27,1 % dari ekspor Vietnam. Pada 2017 ditargetkan ekspor smartphone akan meningkat 13 % menjadi $ 39 Milyar. Menurut ekonom Vietnam ekonominya digerakkan oleh investasi luar negeri (Foreign Direct Investment) yang stabil dan berorientasi ekspor .

Samsung telah berinvestasi $ 15 Milyar di Vietnam dan mempekerjakan 130.000 tenaga kerja . Produksi Samsung Vietnam merupakan 35 % dari seluruh produksi Samsung global . Total ekspor Vietnam sendiri pada 2016 adalah $ 176 Milyar bisa dibandingkan dengan ekspor Indonesia 2016 yang hanya $ 144 Milyar , turun dari 2015 yang $ 150 Milyar , jauh di bawah Vietnam . Pertumbuhan ekonomi Vietnam 2017 akan mencapai 6,7 % jauh diatas Indonesia yang hanya 5,1 % .

Dari data2 diatas kemudian kita mengetahui kapasitas dari menteri2 ekonomi kita dan sejauh mana wawasannya dalam mengelola ekonomi negara kita . Selama ini kita disesatkan dengan pencitraan2 se-olah2 menteri2 ekonomi kita hebat , kelas dunia dsb . Tetapi kenyataannys tidak . Kita butuh ekonom yang berwawasan ekonomi luas dan progresif untuk mengelola perekonomian Indonesia agar kita bisa maju dan rakyatnya menikmati kemakmuran.

_____________________________

 Penulis : Abdulrachim K - Aktivis

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...