24 November 2017

Diusulkan Raih ‘’Anomali Award’’, Sri Mulyani Menkeu The Best Ngeles

Oleh : Arief Gunawan

DI SOSMED dalam beberapa hari terakhir Sri Mulyani kembali jadi cibiran, akademisi pro neoliberal ini diusulkan oleh warganet supaya dikasih penghargaan internasional berupa ‘’Anomali Award’’ atau gelar ‘’The Best Ngeles’’ lantaran langkah-langkahnya sebagai Menkeu dianggap blunder dan makin menggerogoti elektabilitas Presiden Jokowi.

Seperti diketahui, yang terbaru, Sri Mulyani ingin menjadikan para sopir Gojek jadi sasaran pajak. Untuk itu Sri sudah bertemu dengan bos perusahaan transportasi online tersebut. Langkah Sri untuk menutupi defisit anggaran pemerintah ini oleh banyak kalangan dianggap semakin ngawur, tidak kreatif, dan tidak cerdas.

Sri menabrak sektor apa saja yang dianggapnya berpotensi dipajaki demi untuk menambah penerimaan pemerintah, sehingga kesan yang nampak seperti orang yang sedang kalap.

Di sisi lain sebagai pejabat negara yang seharusnya memihak kepada kepentingan rakyat kecil dan masyarakat kelas bawah, Sri malah tidak berani bersikap tegas terhadap para pengemplang pajak, tidak berani menguber pajak dari korporasi asing & aseng, atau melakukan terobosan yang benar-benar memihak rakyat dengan dasar keadilan sosial & keadilan ekonomi.

Belum lama ini misalnya untuk persoalan menurunnya daya beli masyarakat Sri malah berkelit bahwa hal tersebut terjadi gara-gara anomali dimana masyarakat menahan diri untuk tidak berbelanja.

Argumen Sri dengan menyebut istilah anomali bukan cuma terkesan aneh (karena katanya dia punya reputasi di bidang ekonomi) tapi juga mengingatkan orang pada petugas prakiraan cuaca yang biasa meramal-ramal cuaca yang memang sering anomali.

Sementara itu saat ini di DPR sedang berlangsung proses pembahasan RUU PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak). Tujuan RUU ini kalau kelak jadi Undang-Undang lagi-lagi bakal jadi alat buat menindas rakyat karena memuat ketentuan service charge ketika rakyat mengurus hak-haknya, seperti saat mengurus surat kawin, surat perceraian, saat bayar uang kuliah dan uang semester, hingga keperluan lain yang menjadi kebutuhan rakyat. Padahal rakyat sudah bayar pajak dan ada cara lain memungut PNBP seperti dari sektor yang berkaitan dengan sumber daya alam.

Beban rakyat semakin berat.

Bagaimana kondisi ekonomi dua tahun ke depan? Beban itu dengan sendirinya akan terlepas kalau Presiden Jokowi melakukanreshuffle kabinet dengan mencopot Sri Mulyani. Inilah keyakinan dari berbagai kalangan, sekaligus harapan kepada Presiden Jokowi.

Selebihnya ada kecurigaan yang begitu kuat, jangan-jangan Sri Mulyani memang sengaja menggembosi Presiden Jokowi dengan berbagai langkah ekonominya yang tidak pro rakyat. Makin jauh dari Tri Sakti dan makin berjarak dengan Nawa Cita.  Jangan-jangan ada tangan yang menggerakkannya. Tangan siapakah itu?  Yang sudah nampak jelas, tangan itu bernama neoliberal, yang kian lama kian menenggelamkan bangsa dan negeri ini ke dalam jurang kebangkrutan dan ketertinggalan. [sebarr.com]

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...