21 November 2017

Daeng: Pesta Pora Belum Berakhir

Oleh : Salamuddin Daeng

MEMASUKI TAHUN PEMILU 2018, adalah momentum pesta pora oligarki pemerintahan Jokowi. Pesta pora yang sesunguhnya dan sangat mewah. Pesta di atas timbunan uang hasil bancakan terhadap harta dan kekayaan negara.

Namun di tengah pesta pora tersebut, menyisahkan ancaman bagi BUMN yang menjadi sasaran bancakan paling strategis oligarki. Mengapa? Karena dengan sistem yang berlaku saat ini, BUMN adalah harta kekayaan negara yang paling mudah dijarah oleh oligarki. BUMN adalah sumber uang paling likuid  untuk membiayai pesta pora oligarki penguasa.

Memang sejak semula problem terbesar bagi BUMN bukan datang dari luar, atau dari perusahaan asing, atau dari swasta, tapi justru ancaman yang paling besar adalah datang dari penguasa sendiri. Oligarki Penguasa  tengah menjalankan agenda menjarah BUMN supaya BUMN lemah dan berikutnya gampang dilahap asing dan taipan yang bersekutu dengan penguasa atau bagian dari penguasa sendiri.

Cara menjarah BUMN ini bermacam macam, diantaranya :

1) BUMN dipaksa mengambil utang dalam jumlah besar. Semakin besar utang, makin bagus prestasi BUMN. Penguasa dapat jatah dari utang  tersebut. 

2) BUMN dipaksa membuat mega proyek besar dan super mahal. Penguasa dapat jatah belanja proyek dan setoran para kontraktor. 

3). BUMN Dipaksa jual anak perusahaannya satu persatu secara murah untuk dibeli asing dan taipan. Penguasa dapat bagian dari taipan dan asing. 

4). BUMN Dipaksa menjalankan subsidi dengan keuangan perusahaan, dan pemerintah menolak subdisi melalui APBN. Akibatnya BUMN merugi. Pemerintah, taipan dan asing senang, karena kalau BUMN bangkrut maka lini bisnisnya dapat diambil alih asing dan taipan.

5). BUMN dipaksa menjual mega proyek yang dibangun mahal dengan harga murah. Caranya adalah dengan permainan pasar keuangan. Ini bisa ditur. Penguasa dapat bagian dari rekayasa transkasi penjualan aset BUMN tersebut.

Menjelang Pemilu 2019, BUMN menjadi sasaran paling empuk oligarki penguasa untuk mengeruk uang. Akibatnya biaya penyediaan barang publik menjadi mahal, harga BBM, tarif listrik, tarif jalan tol, dll, yang dibayar rakyat menjadi mahal, rakyat bertambah miskin, namun penguasa semakin kaya raya, mengumpulkan uang untuk menyogok rakyat dalam rangka mempertahankan kekuasaan politik 2019 mendatang. 

Setelah BUMN bangkrut maka penguasa akan dapat untung lagi,  yakni memperoleh hadiah ucapan terimakasih dari asing dan taipan yang berhasil mengambil alih lini bisnis BUMN dengan sangat leluasa. Inilah pesta pora oligarki yang sebenarnya, tengah berlangsung dengan semakin efektif.

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...