20 March 2019

Catatan Ziyad Falahi: Gamzatova Matryoskha

OLEH: ZIYAD FALAHI

Manisnya senyum Aina Gamzatova serasa Marsmallow membuatku ingin bermain ice skating bersama. Siapa sangka, puluhan tahun tunduk oleh keperkasaan Putin, kini balutan hijab wanita muda siap menantang Russian roulette sang incumbent di tahun anjing.

Apapun hasilnya nanti, tidak salah mulai membayangkan Aina Gamzatova akan mengalahkan Putin. Kelembutan wanita muda siap membawa Sukhoi Russia terbang menembus cakrawala membendung agresi Donald Trump yang telah melukai hati ummat muslim. Sebuah upaya mengemas citra moderatisme amat krusial bagi Russia untuk meraih dukungan muslim bermodal paras Gamzatova.

Setelah Uni Sovyet runtuh, Russia perlahan mulai membingkai kembali kedekatan hubungan dengan negara commonwealth independence state (CIS). Seperti kita ketahui, banyak negara CIS eks Sovyet yang dihuni oleh mayoritas muslim seperti Uzbekistan dan Kazakhstan. Upaya mendekati muslim tidak sulit karena Kristen orthodox Rusia juga dikenal memiliki kedekatan dengan ajaran Islam.

Melihat situasi internasional dalam kacamata traditional security, sosok dengan kapasitas militer seperti Putin kiranya lebih pantas. Namun demikian, Putin tak perlu khawatir karena telah melakukan institusionalisasi politik. Terbukti pada era Dimitry Medvedev, Putin masih memiliki pengaruh besar sehingga terpilih kembali pada pemilihan berikutnya.

Jangan jangan sandiwara ini terulang kembali. Gamzatova tak ubahnya boneka mini (matryoskha) yang lebih sempurna dari Medvedev. Sebuah kado awal tahun yang diprediksi mampu menyita perhatian dunia selama ber bulan bulan. Tapi ingat, kita belum tahu apa isi dari kado Matryoskha tersebut.(*)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...