11 December 2017

Catatan Politik Ziyad Falahi: Bermain Akrobat Sambil Uppercut

Oleh: Ziyad Falahi

Dalam perang asimetris, yang kecil seringkali muncul menjadi man of the match. Salah satu contoh adalah Generasi x dalam peristiwa 98. Tatkala keperkasan para militer dihujam oleh pukulan dari bawah oleh anak anak mahasiswa. Sebagaimana golliath yang jatuh tersungkur oleh uppercut david.

Namun sayangnya, para oligarki renta masih saja berjaya pasca reformasi. Bahkan sebagian generasi x 98 telah menduduki posisi penting di pemerintahan. Sebagian yang lain masih tidak henti hentinya melakukan uppercut terhadap kinerja pemerintah. Namun sekali lagi, baby boomers tetap bercokol di puncak klasemen.

Paradoks, ditengah impotensi regenerasi politik, generasi milennial justru berejakulasi. Dengan sumber referensi hukum dan sejarah minimalis, aksi salto nyinyir mereka membuat para orator massa kalah heboh. Apalagi jika nyinyir dengan bahasa inggris, maka sang lawan semakin terlihat bloon.

Inilah cerminan tatkala estetika lebih bermakna daripada etika. Ketika sensasi lebih penting dari isi. Maka, Ucapan terima kasih pantas disematkan pada generasi millennial yang telah rela berakrobatik mempertahankan supremasi para politikus tua.

Kembali kepada konsepsi perang asimetris, bahwa semakin merasa besar, justru mudah dipecundangi oleh yang kecil. Maka sejatinya bila bersatu, generasi akrobat dan generasi uppercut akan menghasilkan pukulan combo yang mampu merobohkan para baby boomers.

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...