28 May 2017

Awas, Kongkalikong antara Jusuf Kalla dan Mafia Migas

Laporan Pembaca:

Saya hanya mengungkapkan kebenaran,termasuk Kongkalikong antara Jusuf Kalla dan Mafia Migas.pantau TL kami,agar mengerti

1.Jusuf Kalla saat menjadi wapres 2004-2009,ia dijuluki The Real President, krn dominannya mgatur ekonomi negara

2.Saat jadi wapres JK mendirikan perusahaan Bukaka grup dan Kalla Grup,yang bergerak dalam bidang energi

3.Kemudian 2006 JK mengusulkan konversi dari minyak tanah ke LPG, dimana proyeknya terbukti rawan korupsi

4.Konversi minyak tanah ke LPG, JK sebagai pengambil keputusan siapa yg berhak produksi GAS 3 kg itu

5.Kemudian ia menangkan sendiri perusahaannya Bukaka grup dan Kalla grup sebagai pemenang tender pemerintah,cerdik bukan

6.Tak heran kekayaan JK per Juni kemarin 300 Milyar,melebihi kekayaan SBY untuk ukuran seorang wakil presiden

7.JK bekerja sama dengan Ari Soemarno (mantan dirut pertamina 2006-2009) jg mantan Dirut Petral pada 2003

Ari Soemarno

Ari Soemarno

8.Ari Soemarno adalah kakak Rini Soemarno/orng dekat Megawati jg menteri Industri dan perdagangan jaman Megawati

9.Ari Soemarno adlh orang yg memuluskan proyek GAS 3kg JK,jadi secara telak konversi itu dikuasai oleh perusahaan JK

10.Kenapa Ari Soemarno?JK memilihnya karena ia dekat dgn Megawati,dan jg mantan orang penting dlm MIGAS PDIP jaman MEGA

11.Berawal dari Dirut Petral akhirnya ia mengembangkan mafia bisnisnya sendiri,hingga mnjadi Dirut Pertamina 2006-2009

12.Ari Soemarno bekrja dengan Politisi PDIP Effendi Simbolon juga timses Jokowi JK.dan jg bersama BP Migas Raden Prijono

13.Effendi Simbolon mendirikan PT Parna Raya sebagai importir migas,juga penyuap dalam SKK Migas.coba diingat

14.Effendi Simbolon juga bekerja sama dengan Raden Prijono mantan ketua BP Migas dan pemilik Kernel Oil

15.Raden Prijono berusaha mengusai saham Karnel Oil sebagai mitra Petra,yaitu importir Migas terbesar saat itu

16.Kemudian Effendi Simbolon (PDIP) berusaha mengusai saham Parna raya untuk bkrjasama dgn Pertamina dibawah Ari Soemarno

17.Saat masa Ari Somarnolah dan Reden Pijono mafia migas merjalela.masih ingatkah anda dengan kasus impor minyak ZATAPI ?

18.Hubungan Ari Soemarno,Effendi Simbolo,dan Jusuf Kalla sangat konspiratif,terkait kasus Mafia Migas dan kini Pilpres

19.Effendi Simbolon adalh orang yg mencari dana dukungan untuk kampanye Jokowi melalui mitra Mafiaa minyak Ari Soemarno

20.JK terbukti menjadi bagian mafia Migas,yaitu menjual minyak oplosan ZATANI dari sudan dan australia senilai 500 Milyar

21.Ari Soemarno dicopot pd 2009 sebgi Dirut Pertamina krn terbukti bermain dgn Mafia Migas

22.Setelh dignti dgn Karen agustiawan,dn melakukan pembersihan mafia migas dlm pertamina.korbannya adalh Efendi Simbolon

23.Hubungan Ari Soemarno dan PDIP sangat kuat,yaitu adanya Effendi Simbolon,juga anak kessayangan megawati

24.Strategi memainkan isu Mafia Gas dalam SKK Migas sangat cerdik,seolah olah dalam pertamina tidak ada mafianya.haha

25.Kemudian jelang Pilpres Ari Soemarno mendekati mitranya kembali yaitu JK,agar kembali menjadi mafia migas legal.haha

26.Dan saya ada buktinya.bahwa Ari Soemarno sang mafia migas,duduk sebangku dengan JOKOWI dipesawat

27.Ini bukti foto Jokowi sebangku di pesawat dengan Mafia Migas Pertamina Ari Soemarno

Ari Soemarno satu pesawata dengan Jokowi

Ari Soemarno satu pesawata dengan Jokowi

28.Kesimpulannya adalah Jusuf Kalla adalah bagian dari Mafia Migas sejak 2004,dengan mitra utama Ari Soemarno,Dirut Pertamina

Jokowi Diingatkan soal Ari Sumarno

Sejumlah pihak menyayangkan rencana Joko Widodo-Jusuf Kalla menunjuk Ari Soemarno menjadi Ketua Pokja Energi dan Anti Mafia Migas. Menurut Direktur LIMA, Ray Rangkuti, penunjukan Ari bakal mengesankan Jokowi mulai mudah dipengaruhi partai dan segelintir kelompok berkepentingan.

"Jokowi justru banyak terpengaruh partainya, seperti tunjuk Ari Soemarno, sebagai ketua pokja energi dan satgas Anti Mafia Migas. Jokowi mulai dikuasai oleh parpol " kata Ray dalam jumpa persnya di Dapur Selera Tebet, Jakarta Selatan, Ahad (21/9).

Penetapan mantan bos Petral itu sebagai Ketua Tim Pokja energi disayangkan Ray. Dia menuding, bila hal ini terus terjadi maka tidak lagi ada gerakan fundamental dari Gubernur DKI Jakarta itu. "Artinya, semakin Jokowi ditarik oleh partai maka semakin tipis ada gerakan fundamental dari Jokowi," ucap Ray.

Ari Soemarno pernah menjadi direktur utama Petral, sebelum akhirnya ditarik menjadi direktur utama Pertamina pada periode 2006 hingga 2009. Ari sendiri merupakan kakak kandung Rini Soemarno, Ketua Rumah Transisi Jokowi.

Ray menilai Jokowi tidak memiliki keseriusan untuk membenahi sektor migas. "Kesan kami, tidak ada kesungguhan dari pihak Jokowi untuk melaksanakan apa yang dijanjikan dengan penunjukan Ari Soemarno," tuturnya.

"Kesan kami, tidak ada kesungguhan dari pihak Jokowi untuk melaksanakan apa yang dijanjikan dengan penunjukan Ari Soemarno," tuturnya.

Ray bersama Gerakan Dekrit Rakyat Indonesia menilai tidak ada kesungguhan Jokowi untuk melaksanakan apa yang dijanjikannya. Yakni menghilangkan praktek KKN. "Kami ingin mengingatkan kepada Jokowi agar melawan upaya-upaya yang dilakukan pihak asing dan mafia untuk melakukan intervensi, dalam penentuan struktur kabinet mendatang," jelas Perwakilan GDR dari Koalisi Anti Utang (KAU), Dani Setiawan di tempat yang sama.

Menurutnya, selama ini Indonesia sudah lama dikuasai oleh mafia, seperti mafia di bidang minyak, kelautan dan pangan. Bahkan, keterlibatan pihak asing juga sudah terjadi saat penentuan struktur kabinet pemerintahannya.

Selain itu, Jokowi juga diminta agar secara konsisten dan sungguh-sungguh menjalankan pemerintahan ke depan, berdasarkan ideologi Pancasila dan amanat UUD 1945.

Perwakilan GDR lain dari Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Romo Benny Susetyo mengungkapkan, Kabinet dalam pemerintahan Jokowi harus bersih dari korupsi, profesional, dan memiliki rekam jejak yang baik.

"Jokowi jangan terkecoh dengan kelompok kecil yang dapat mengintervensi kinerja Jokowi. Sehingga Jokowi harus lebih sering blusukan, agar bisa turun langsung mengawasi kinerja menterinya," ucap Romo.

Romo berpendapat, struktur kabinet Jokowi haruslah diisi oleh mereka yang mau bekerja keras dan memiliki keyakinan yang kuat, dalam mewujudkan cita-cita Trisakti pada kebijakan pemerintahan ke depan.

 

( citizen journalism, dari pembaca: Imam S., Sumber: @PengamatCerdas)

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



News Feed

loading...

Baca juga


Loading...