19 August 2019

Arus Mujahid 212, Mau Apa dan Kemana?

Pasca ijtima' ulama IV, dinamika politik umat kembali menggeliat. Mereka, yang pada mulanya dikecewakan demokrasi, dikecewakan tokoh atau individu tertentu, dikecewakan parpol, mulai memahami hakekat jati diri sebagai umat Nabi Muhammad SAW sekaligus paham arah dan visi politik untuk masa depannya.

Ijtima' ulama IV menghidupkan harapan, yang sebelumnya nyaris padam akibat pengkhianatan. Ulama, menunjukan peta jalan kemana sesungguhnya masa depan umat ini.

Umat merasa ridlo, melepas keterikatan dan harapan pada individu tertentu, berlepas diri dari makhluk dan hanya berharap pada Allah SWT semata. Umat, kembali hanya mau tunduk dan taat, patuh pada Al Qur'an dan As Sunnah. Taat pada ajaran Nabi SAW, bukan pada ajaran Montesqueu.

ARUS MUJAHID 212, MAU APA DAN KEMANA? ------------------------------------------------------- KONFRONTASI - Pasca ijtima' ulama IV, dinamika politik umat kembali menggeliat. Mereka, yang pada mulanya dikecewakan demokrasi, dikecewakan tokoh atau individu tertentu, dikecewakan parpol, mulai memahami hakekat jati diri sebagai umat Nabi Muhammad SAW sekaligus paham arah dan visi politik untuk masa depannya. Ijtima' ulama IV menghidupkan harapan, yang sebelumnya nyaris padam akibat pengkhianatan. Ulama, menunjukan peta jalan kemana sesungguhnya masa depan umat ini. Umat merasa ridlo, melepas keterikatan dan harapan pada individu tertentu, berlepas diri dari makhluk dan hanya berharap pada Allah SWT semata. Umat, kembali hanya mau tunduk dan taat, patuh pada Al Qur'an dan As Sunnah. Taat pada ajaran Nabi SAW, bukan pada ajaran Montesqueu. Dalam satu pertimbangannya, ijtima' ulama menegaskan bahwa semua ulama ahlus Sunnah wal jamaah telah sepakat bahwa penerapan syariah, penegakan syari'ah dan penegakan amar Ma'ruf nahi munkar adalah kewajiban agama Islam. Pertimbangan ini, menegasikan seluruh tudingan dan fitnah keji terhadap ajaran Islam. Yang menarik, selain meneguhkan komitmen jalan ikhtiar untuk penerapan syariah, penegakan ajaran Islam dan penegakan amar Ma'ruf nahi munkar sebagai kewajiban agama Islam, ijtima' juga mampu mendefinisikan musuh umat Islam secara tegas, yakni : ideologi kepitalisme Sekulerisme dan sosialisme komunisme. Tentu saja hasil ijtima' ini membuat Panik rezim, baik mereka yang bermahzab ideologi kapitalisme maupun sosialisme. Bahkan, barisan oposan yang dahulu menyerang rezim, kini bersekutu dengan rezim untuk menyerang ajaran Islam khaffah dan para pengembannya. ( baca: strategi kah??!! Red.) Polaritas ini akan menjadikan pertarungan pemikiran semakin sengit, namun juga memberi hikmah yang besar. Yakni, hanya akan berhimpun pada arus Islam, syariah islam, izzul islam wal muslimin, amar Ma'ruf nahi munkar, orang-orang yang benar-benar komitmen kepada Islam. Sementara parpol, politisi pragmatis, para pemain cadangan, partisan, baik mereka yang berideologi kiri maupun kapitalis pragmatis, akan bahu membahu menyerang kelompok Islam. Sudah menjadi fitrah sejarah, bahwa ideologi Islam akan bertarung melawan ideologi kufur, baik sosialisme komunisme maupun kapitalisme Sekulerisme, Libelarisme, Oportunisme; hingga hari kiamat. Polaritas ini justru akan memantik ahlun Nusyroh, mereka para pemilik kekuatan yang ikhlas, untuk menganalisa, memetakan kekuatan, dan melabuhkan pilihan pembelaan. Jelas, para jenderal dan militer yang tulus ikhlas, yang lahir dan dibesarkan dari rahim umat, akan memberikan pembelaan kepada Islam dan para pengembannya. Pertarungannya, bukan lagi sekedar meraih jabatan ini dan itu, momentum politik ini dan itu, tapi pertarungan ideologi baik secara langsung dan terbuka maupun menggunakan pendekatan proxy. Dan, pertarungan ini pasti dimenangkan oleh umat Islam, atas pertolongan Allah SWT, InsyaAllah. Saat ini, para pengemban dakwah, para pembela ulama, pembela agama, Mujahid fillah; Allah SWT, wajib mengencangkan ikat pinggang. Boleh jadi, dahulu orang-orang yang pernah menjadi sekutu akan menjadi musuh yang menyerang dari segala sisi. Sekali lagi, jangan berharap pembelaan dari makhluk. Berharap dan berlindung lah hanya kepada Allah SWT. Jadilah, wali-wali Allah, yang dengan pertolongan Allah, mata, tangan, dan kaki kita, mampu memberikan pertolongan sempurna untuk agama ini. Tidak perlu risau dengan ancaman makhluk, tidak perlu tunduk pada godaan dunia, sadarlah : Allah SWT telah menyiapkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi. Ingatlah janji surga itu, niscaya ancaman dan godaan tiada mampu meluluhkan semangat dan keimanan. Arus syari'at Islam, perlahan membesar, menjadi arus mainstream perjuangan umat Islam. Arus inilah, yang dikhawatirkan barat dan antek-anteknya, para penguasa yang menindas rakyatnya. Mereka, tidak pernah lelap tidur memikirkan persoalan ini. Setiap bangun tidur, mereka khawatir telah tegak khilafah dan runtuhlah kekuasaan tiran yang mereka bangga-banggakan. Arus syari'at Islam adalah air bah, yang akan menggulung kekuasan para tiran, mengakhiri penjajahan kapitalisme barat dan sosialisme timur. Khilafah, yang akan memotong tangan kekuasan China dan Amerika, yang selama ini mencengkeram negeri ini. [***].

Dalam satu pertimbangannya, ijtima' ulama menegaskan bahwa semua ulama ahlus Sunnah wal jamaah telah sepakat bahwa penerapan syariah, penegakan syari'ah dan penegakan amar Ma'ruf nahi munkar adalah kewajiban agama Islam. Pertimbangan ini, menegasikan seluruh tudingan dan fitnah keji terhadap ajaran Islam.

Yang menarik, selain meneguhkan komitmen jalan ikhtiar untuk penerapan syariah, penegakan ajaran Islam dan penegakan amar Ma'ruf nahi munkar sebagai kewajiban agama Islam, ijtima' juga mampu mendefinisikan musuh umat Islam secara tegas, yakni : ideologi kepitalisme Sekulerisme dan sosialisme komunisme.

Tentu saja hasil ijtima' ini membuat Panik rezim, baik mereka yang bermahzab ideologi kapitalisme maupun sosialisme. Bahkan, barisan oposan yang dahulu menyerang rezim, kini bersekutu dengan rezim untuk menyerang ajaran Islam khaffah dan para pengembannya.
( baca: strategi kah??!! Red.)

Polaritas ini akan menjadikan pertarungan pemikiran semakin sengit, namun juga memberi hikmah yang besar. Yakni, hanya akan berhimpun pada arus Islam, syariah islam, izzul islam wal muslimin, amar Ma'ruf nahi munkar, orang-orang yang benar-benar komitmen kepada Islam.

Sementara parpol, politisi pragmatis, para pemain cadangan, partisan, baik mereka yang berideologi kiri maupun kapitalis pragmatis, akan bahu membahu menyerang kelompok Islam. Sudah menjadi fitrah sejarah, bahwa ideologi Islam akan bertarung melawan ideologi kufur, baik sosialisme komunisme maupun kapitalisme Sekulerisme, Libelarisme, Oportunisme; hingga hari kiamat.

Polaritas ini justru akan memantik ahlun Nusyroh, mereka para pemilik kekuatan yang ikhlas, untuk menganalisa, memetakan kekuatan, dan melabuhkan pilihan pembelaan. Jelas, para jenderal dan militer yang tulus ikhlas, yang lahir dan dibesarkan dari rahim umat, akan memberikan pembelaan kepada Islam dan para pengembannya.

Pertarungannya, bukan lagi sekedar meraih jabatan ini dan itu, momentum politik ini dan itu, tapi pertarungan ideologi baik secara langsung dan terbuka maupun menggunakan pendekatan proxy. Dan, pertarungan ini pasti dimenangkan oleh umat Islam, atas pertolongan Allah SWT, InsyaAllah.

Saat ini, para pengemban dakwah, para pembela ulama, pembela agama, Mujahid fillah; Allah SWT, wajib mengencangkan ikat pinggang. Boleh jadi, dahulu orang-orang yang pernah menjadi sekutu akan menjadi musuh yang menyerang dari segala sisi. 

Sekali lagi, jangan berharap pembelaan dari makhluk. Berharap dan berlindung lah hanya kepada Allah SWT. Jadilah, wali-wali Allah, yang dengan pertolongan Allah, mata, tangan, dan kaki kita, mampu memberikan pertolongan sempurna untuk agama ini.

Tidak perlu risau dengan ancaman makhluk, tidak perlu tunduk pada godaan dunia, sadarlah : Allah SWT telah menyiapkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi. Ingatlah janji surga itu, niscaya ancaman dan godaan tiada mampu meluluhkan semangat dan keimanan.

Arus syari'at Islam, perlahan membesar, menjadi arus mainstream perjuangan umat Islam. Arus inilah, yang dikhawatirkan barat dan antek-anteknya, para penguasa yang menindas rakyatnya. Mereka, tidak pernah lelap tidur memikirkan persoalan ini. Setiap bangun tidur, mereka khawatir telah tegak khilafah dan runtuhlah kekuasaan tiran yang mereka bangga-banggakan.

Arus syari'at Islam adalah air bah, yang akan menggulung kekuasan para tiran, mengakhiri penjajahan kapitalisme barat dan sosialisme timur. Khilafah, yang akan memotong tangan kekuasan  China dan Amerika, yang selama ini mencengkeram negeri ini. [***].

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...