10 December 2019

Akhirnya jadi Kenyataan, Lupakan Prabowo Subianto...

Ah ternyata dia hanya seorang PECUNDANG bukan PEJUANG. Baru sehari dia pidato dihadapan rakyatnya dengan berapi-api bahwa LEBIH BAIK MATI dari pada MENGHIANATI RAKYATNYA. Tapi besoknya situasi berkata lain. Dia jilat ludahnya sendiri dengan alasan demi kesatuan negeri. Oh lidah memang tak bertulang.

Kalau memang untuk kepentingan negeri mengapa gak dari kemarin-kemarin aja sejak diumumkan KPU atau dilegalkan MK tidak ucapkan SELAMAT kepada Jokowi-Makruf ...? Kenapa harus melakukan berbagai cara atas nama hukum dengan MEMPERMAINKAN PERASAAN DAN EMOSI pendukungnya terutama dikalangan EMAK-EMAK ...? Yang akhirnya toh juga mengakuinya atas nama kepentingan bangsa ...? BULSHIT semua itu.

Kita harus akui kalau bicara "ISTIQOMAH" antara Prabowo dgn Ibu Megawati Soekarno Putri maka Ibu Mega lebih istiqomah dari Prabowo. 10 tahun ibu Mega bertahan dgn PDIPnya untuk tidak akui SBY sebagai presiden terpilih. 10 tahun gak salaman dan rekonsiliasi.  Istiqomah dijalur oposisi. Ibu Mega tetap eksis dan PDIP tdk hancur serta bangsa Indonesia tidak bubar. Itu artinya Ibu Mega walau seorang wanita bukan tentara tapi benar-benar MENTAL PEJUANG bukan PECUNDANG.

Ahok dan Jarod tidak pernah salaman dgn Anis Baswedan sejak kalah sampai sekarang ini. Bahkan pengikut Ahok dan Jarod sampai saat inipun belum MOVE ON dan menyerang terus Anis. Anis dikatakan Gubernur gak becus ngurusi Jakarta. TAPI Jakarta gak hancur dan bubar. Malah sebaliknya BEJIBUN PENGHARGAAN Anis dapatkan dari dalam dan luar negeri. Jakarta jadi MAJU KOTANYA dan BAHAGIA WARGANYA. Alasan klasik dan basi kalau utk kepentingan bangsa dlm rekonsiliasi itu. Ada udang dibalik rempeyek.

Jangan sok bicara kepentingan bangsa kemudian manafikan korban jiwa 700 petugas KPPS dan 9 orang mati serta puluhan yang hilang dan masih ribuan yg sakit yg tak tahu kabarnya lagi.
Apakah dengan melakukan REKONSILIASI atas nama kepentingan bangsa kemudian yg mati dan korban-korban itu selesai urusannya begitu aja ...? 

Tega benar. Ini benar-benar MENGHIANATI orang-orang yg mendukungnya. Apapun alasannya ini bagi kami pendukungmu PRABOWO telah MENGHIANATI pendukungnya yg sekitar 85 juta orang. Tapi ah sudahlah, itu hakmu mau menghianati kita dgn mengadakan rekonsiliasi.

Sejarah akan mencatat bahwa ada calon yg tiga kali gagal dalam kontestasi PILPRES  karena hati dan pikirannya TIDAK CUN UP atau TIDAK SINGKRON dengan pendukungnya. Sehingga Allah Maha Tahu tak meridhai dia jadi pemimpin di Indonesia. 

Dua pemimpin yang buruk bertarung dalam gelanggang pemilihan maka yg menang pasti pemimpin yg istiqomah dgn keburukannya. Kalau hanya setengah-setengah keburukannya maka susah dia menang.

Pelajaran Bagi Umat Islam ...

Ini pelajaran berharga sekali bagi umat. Jangan kita mengangkat dan memilih pemimpin yg MENDADAK JADI TAAT PADA ALLAH. Jangan nanti mau diusung jadi pemimpin tiba-tiba kelihatan shaleh padahal sebelumnya gak kelihatan sholeh tapi TOLEH. Nanti mau jadi pemimpin baru shalat dan puasa yang benar. Sebelum-sebelumnya blentang blentong shalat dan puasanya.

Sejak sekarang umat harus persiapkan pemimpin yg benar-benar taat, smart, amanah, jujur, punya wawasan dan pergaulan international serta sangat peduli pada rakyatnya terutama kaum papa. Dari sekarang kita harus persiapkan itu agar NKRI masih kelihatan utuh. Jangan menunggu dekat-dekat PILPRES. Kita jaga dia. Kita rawat dia agar tidak diganggu orang-orang jahat dan licik.

Lupakan Prabowo. Dia hanya barang rongsokan yg hanya tinggal cerita aja bahwa dia pernah kita dukung sampai berdarah-darah dan ada yg mati. Dan ini tidak akan dilupakan terutama oleh emak-emak militan. Pantesan do'a para ulama-ulama juhud tidak dikabulkan bukan karena sang Ulama, Habib, Ustadz, Pendeta, Pastur, Bikhsu yang salah tapi do'a para pemuka agama itu TIDAK CONNECT dgn orang yang di do'ain. Frekwensinya beda dan gak nyambung. 

Teringat ada mantan Jendral bintang tiga seangkatan dgn Prabowo yg pernah berucap kepada ane jadi kenyataan. Beliau bilang, "DINDA NANTI KAU AKAN KECEWA DENGAN PRABOWO". Ternyata jadi kenyataan. Ya sudahlah nasi telah jadi bubur.

Semoga pertemuan rekonsiliasi Jokowi dan Prabowo membawa KEMAKMURAN dan KEMASHLAHATAN bagi negeri dan bangsa ini. Tapi ijinkan kami para pendukung 02 terutama emak-emak tetap dalam pendirian kami yakni TIDAK MENGAKUI PRESIDEN HASIL DARI KECURANGAN. Ini pilihan dan hak asasi kami.

Kami betul-betul kecewa berat dgn rekonsiliasi ini. Bahkan ada emak-emak sampai shok dan sakit melihat 01 dan 02 bersalaman. Begitulah perjuangan emak-emak militan kita. Tapi sudahlah ini sudah TAQDIR ALLAH. Serahkan aja kpd Allah. Biar Allah yg memutuskannya.

Hanya pada jualah kita berserah diri. DIAlah HAKIM yg paling Adil. 

Wallahu A'lam ...... 

MOH. NAUFAL DUNGGIO
Aktivis dan Ustadz Kampung srt Pendukung Setia 02 dan skr TIDAK LAGI

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...