8 December 2019

Akankah China Menguasai Nusantara?

Oleh: Ratna Kurniawati

Indonesia telah sepakat untuk ‎bekerjasama dengan China, salah satunya adalah pengembangan kendaraan listrik. Hal ini ditandai dengan ditandatanganinya dua nota kesepahaman dan lima kontrak kerja sama antara perusahaan-perusahaan dari kedua negara. China tertarik menanam modal membangun pembangkit listrik tenaga air (PLTA) memanfaatkan potensi sungai di Kalimantan Utara (Kaltara). Nilai investasinya diperkirakan US$ 17 miliar atau sekitar Rp 229 triliun (US$ 1 = Rp 13.500). 

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, dua nota kesepahaman yang berhasil disepakati adalah menyangkut pengembangan mobil dan motor listrik, serta pengembangan Tanah Kuning Mangkupadi Industrial Park di Kalimantan Utara.

Untuk kontrak kerja sama pertama yang ditandatangani terkait pengembangan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Kayan senilai USD 2 miliar. Kontrak yang kedua adalah pengembangan industri konversi dimethyl ethercoal menjadi gas, dengan nilai kontrak senilai USD 700 juta. Kontrak ketiga merupakan perjanjian investasi perusahaan gabungan (joint venture) untuk PLTA di Sungai Kayan senilai USD 17,8 miliar dan yang keempat adalah juga perjanjian investasi joint venture  pengembangan pembangkit listrik di Bali dengan nilai kontrak USD 1,6 miliar. Sedangkan kontrak kelima terkait pengembangan fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) dengan investasi USD 1,2 miliar.

Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko memastikan bakal mengawal pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Sungai Kayan, Kalimantan Utara yang kontraknya telah ditandatangani pada Kamis (15/8). Menurut Moeldoko, perjanjian yang ditandatangani mengenai tiga proyek strategis nasional di Kaltara meliputi pembangunan PLTA Kapasitas 9.000 Megawatt, pembangunan pelabuhan dan kawasan industri.

“Jadi tiga kegiatan besar itu sekaligus dalam satu kawasan terintegrasi,” kata Moeldoko saat konferensi pers di KSP, usai penanda tanganan MoU pembangunan PLTA tersebut dengan PT Kayan Hydro Energy. MoU tiga proyek strategis nasional tersebut menurut mantan Panglima TNI itu, sudah lama diperjuangkan Gubernur Kaltara Irianto Lambrie yang juga hadir saat konferensi pers tersebut. Sementara itu, Irianto Lambrie menjelaskan rencana pembangunan PLTA Sungai Kahayan ini dibangun di atas lahan 12.000 hektare untuk menghasilkan listrik hingga 9.000 MW. Pembangunanya sendiri diinisiasi oleh PT Kayan Hydro Energy yang digagas sejak 2009.

Kenapa Tiongkok mampu menguasai proyek-proyek infrastruktur strategis?

Faktor harga murah menjadi strategi utamanya. Untuk proyek pembangkit listrik saja, teknologi pembangkit listrik Jerman, Jepang, dan Korea jauh lebih mahal. Teknologi dari Tiongkok memang lebih murah, namun kapasitasnya sangat rendah.

Pemerintah harus belajar dari pengalaman dengan memperbaiki syarat dan ketentuan kontrak, serta melakukan pengawasan yang ketat dalam eksekusinya. Jangan sampai terulang pengalaman buruk proyek pembangunan pembangkit listrik Fast Track Program (FTP) 10.000 MW tahap pertama terulang lagi.

Dalam kerja sama proyek tak hanya dengan Tiongkok tetapi juga dengan investor lain, sudah selayaknya dilakukan secara ketat dari mulai proses tender, pengawasan, pelaksanaannya hingga tanggung jawab setelah proyek itu berjalan. Pemerintah mau tidak mau harus memperketat dan mengawasi penerapan teknologi, penggunaan konsultan, desain teknis, dan lain-lain agar proyek itu berjalan sesuai harapan.  
Tak hanya, itu setiap proyek harus tetap mengedepankan sumber daya di dalam negeri, baik itu sumber daya manusia maupun alam. Pastikan bahwa terjadi penyerapan tenaga kerja domestik diberangi dengan pengurangan tenaga kerja asing.

Penguasaan Listrik di dalam Islam

Islam memiliki aturan yang paripurna (kaffah), karena mengadopsi sistem yang berasal dari Allah SWT yang menciptakan manusia dan semesta alam ini. Dalam pandangan Islam, listrik merupakan milik umum, dilihat dari 2 aspek :

Listrik yang digunakan sebagai bahan bakar masuk dalam kategori ’api (energi)’ yang merupakan milik umum. Nabi Muhammad saw bersabda: "Kaum Muslim berserikat dalam tiga perkara: padang rumput (kebun/hutan), air, dan api (energi)."[HR Ahmad].
Termasuk dalam kategori api (energi) tersebut adalah berbagai sarana dan prasarana penyediaan listrik seperti tiang listrik, gardu, mesin pembangkit, dan sebagainya.

Sumber energi yang digunakan untuk pembangkit listrik baik oleh PT PLN maupun swasta sebagian besar berasal dari barang tambang yang depositnya besar seperti migas dan batu bara merupakan juga milik umum. Abyadh bin Hammal ra. bercerita: "Ia pernah datang kepada Rasulullah saw. dan meminta diberi tambang garam. Lalu Rosulullah memberikannya. Ketika ia pergi, seorang laki-laki yang ada di majelis itu berkata kepada Rosulullah, “Ya Rasulullah, tahukah Anda apa yang Anda berikan, tidak lain Anda memberinya laksana air yang terus mengalir.” Kemudian Rosulullah menarik pemberiannya dari Abyadh bin Hammal." [HR Abu Dawud, at-Tirmidzi, Ibn Majah, Ibn Hibban].

Riwayat ini berkaitan dengan tambang garam, bukan garam itu sendiri. Awalnya Rasul saw. memberikan tambang garam itu kepada Abyadh. Namun, ketika beliau diberi tahu bahwa tambang itu seperti "laksana air yang terus mengalir", maka Rasulullah menariknya kembali dari Abyadh. "Laksana air yang terus mengalir" artinya adalah cadangannya besar sekali. Sehingga menjadi milik umum. Karena milik umum, bahan tambang seperti migas dan batu bara haram dikelola secara komersil baik oleh perusahaan milik negara maupun pihak swasta. Juga haram hukumnya mengkomersilkan hasil olahannya seperti listrik. Dengan demikian,  listrik tidak boleh pengelolaannya diserahkan pada pihak swasta apapun alasannya. Negara bertanggung-jawab, sedemikian rupa sehingga setiap individu rakyat terpenuhi kebutuhan listriknya baik dari sisi kualitas maupun kuantitas dengan harga murah bahkan gratis (jika memungkinkan). Untuk seluruh rakyat baik kaya atau miskin, muslim maupun non muslim.

 

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...