25 August 2019

Ternyata De Ligt Tertekan di Juventus, Ini Penyebabnya

Konfrontasi - Bek anyar Juventus, Matthijs de Ligt, mengakui bahwa bergabung dengan klub berjuluk Bianconeri itu membuatnya kini memiliki tekanan. Akan tetapi, tekanan yang dimiliki De Ligt itu terjadi bukan karena besarnya nilai transfer yang ia miliki atau gaji yang ia dapatkan.

Sebagaimana diketahui, De Ligt merupakan pembelian termewah yang dilakukan Juve pada bursa transfer musim panas 2019 ini. Pasalnya, ia ditebus dengan harga mencapai 75 juta euro atau sekira Rp1,1 triliun. Selain itu, De Ligt juga memiliki gaji yang tinggi di Juve, yakni mencapai 12 juta euro atau sekira Rp187 miliar per tahun.

Matthijs De Ligt dinilai akan membuat Juventus semakin tangguh

Kondisi tersebut tak ayal membuat banyak pihak berspekulasi kalau De Ligt akan memiliki banyak tekanan. Pasalnya, bek berpaspor Belanda itu dituntut untuk menampilkan performa terbaiknya guna membayar kepercayaan setelah ditebus dengan harga mahal dan punya gaji tinggi.

Kendati demikian, hal itu langsung dibantah De Ligt. Bek 19 tahun itu tidak memungkiri kalau ia memang memiliki tekanan. Akan tetapi, tekanan itu hadir karena ia sekarang membela klub dengan nama besar dan punya sejarah panjang, bukan lantaran besarnya gaji yang ia miliki.

“Jangan khawatir, tekanan selalu ada di klub-klub seperti ini. Dan biaya transfer hanyalah nominal diberikan. Di klub besar seperti Juventus, label harga seperti itu bukan sesuatu yang penting,” terang De Ligt, melansir dari Goal, Minggu (21/7/2019).

“Tentu saja, senang bisa datang setelah menjalani musim dengan Ajax, termasuk pertandingan di sini di Turin. Tapi itu di masa lalu dan tidak akan lagi dihitung ketika saya berdiri di sini di lapangan. Juventus memiliki banyak pemain bertahan yang bagus, kita semua harus bekerja,” sambungnya. (oke/mg)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...