8 December 2019

Sukses Tundukkan Barca 2-1, Begini Cara Madrid "Permainkan" MSN

Konfrontasi - Real Madrid berhasil memutus rentetan tak terkalahkan Barcelona. Dalam pertandingan El Clasico La Liga di Estadio Camp Nou, Minggu (3/4/2016) dinihari WIB, Madrid menang 2-1 atas tuan rumah Barcelona.

Pada pertandingan ini Barcelona unggul terlebih dahulu atas Madrid lewat sundulan Gerard Pique memanfaatkan corner kick dari Ivan Rakitic di menit ke-56. Enam menit kemudian, Real Madrid berhasil menyamakan kedudukan lewat Karim Benzema di menit ke-62, setelah memanfaatkan umpan dari Toni Kroos dari sisi kiri pertahanan Barcelona. Anak asuh Zinedine Zidane pada akhirnya mampu unggul setelah di menit ke-85 Cristiano Ronaldo berhasil memanfaatkan umpan dari Gareth Bale di sisi kiri pertahanan Barcelona.

Ada beberapa poin yang bisa kita lihat dari pertandingan kali ini, yang menyebabkan anak asuh Luis Enrique menelan kekalahan atas Madrid.

Matinya Mesin Serangan Barcelona

Di pertandingan kali ini, Barcelona turun dengan formasi 4-3-3. Ivan Rakitic, Sergio Busquets, dan Andres Iniesta menjadi tumpuan Barcelona di lini tengah. Madrid juga mengandalkan formasi 4-3-3, dengan Toni Kroos, Casemiro, dan Luka Modric di lini tengah.

Pada awal pertandingan, Madrid terlihat sangat kesulitan dalam menahan gempuran pemain Barcelona. Hal ini terjadi karena Barcelona selalu mengalirkan bola ke kedua sayapnya, sedangkan Madrid malah memasang banyak pemain di lini tengah. Kelemahan ini pada akhirnya diantisipasi oleh Zinedine Zidane. Setelah memasuki 15 menit, Madrid mulai mengubah formasi mereka dari 4-3-3 menjadi 4-5-1 untuk menahan agresivitas serangan dari pemain sayap Barcelona.

Perubahan formasi yang diterapkan Zidane membuat Barcelona terpaksa mengalirkan bolanya ke sisi tengah. Dampak keberadaan tiga pemain di tengah tadi – Kroos, Casemiro, dan Modric – secara tidak langsung membuat duel terjadi di lini tengah. Belum lagi upaya pressing yang diterapkan oleh ketiga pemain tersebut, membuat lini tengah Barcelona tidak bisa mengalirkan bola ke trio Lionel Messi, Luis Suarez, dan Neymar.

Efek dari pressing yang dilakukan kepada tiga pemain tengah Barcelona membuat Casemiro, Modric, dan Kroos jarang terlihat di sepertiga terakhir pertahanan Barcelona lantaran mereka diberi tugas untuk mematikan trio lini tengah Barcelona. Di sisi lain, para pemain Barca pun hanya mampu memainkan bola di sisi tengah dan tidak mampu untuk menerobos masuk ke sepertiga terakhir pertahanan Madrid akibat pressing di lini tengah ini. Gol yang diciptakan Barcelona pun merupakan hasil dari upaya set-piece di menit ke-56.


[Grafis arah sentuhan bola pemain Barcelona. Real Madrid berada di sisi kanan gambar]

Casemiro menjadi pemain Madrid dengan penampilan menonjol di laga ini. Bermain sebagai seorang gelandang bertahan, pemain yang musim lalu dipinjamkan ke FC Porto ini mampu menerjemahkan apa yang diinginkan Zidane dengan baik. Ia bahkan menjadi salah satu pemain paling aktif di lini tengah dalam melakukan aksi-aksi defensif terhadap pemain Barcelona. Total 12 tekel, 3 intersep, dan 3 blok, termasuk satu blok krusial di kotak penalti hasil tendangan Luis Suarez, berhasil ia catatkan.


[Heat map Casemiro sepanjang pertandingan. Sumber: Squawka]

Selain Casemiro, pemain lain yang memiliki peran penting atas kemenangan Madrid dari Barcelona di pertandingan ini adalah Marcelo. Bek asal Brazil ini bahkan memiliki peran ganda di pertandingan ini, yakni sebagai bek kiri ketika bertahan dan gelandang tengah ketika timnya melakukan serangan.

Tidak hanya itu, Marcelo juga seringkali bertindak sebagai pemain yang menjadi jembatan ketika Madrid melakukan transisi dari bertahan ke menyerang. Kelebihan Marcelo dalam melakukan dribble maupun aktif dalam melakukan overlap menjadi nilai plus baginya. Salah satu kontribusi paling nyata dari Marcelo adalah perannya dalam pembuka sebuah counter attack Real Madrid pada menit 62. Marcelo yang memiliki kecepatan berhasil menembus ruang kosong antara lini tengah dan belakang Barcelona, sebelum memberikan umpan ke Kroos yang berujung menjadi gol penyama kedudukan oleh Benzema.

Madrid Menerapkan Umpan Jauh

Pilihan Zidane untuk melakukan banyak duel di lini tengah dengan tidak memainkan seorang gelandang serang menjadi sebuah kerugian untuk Madrid. Akibatnya, Madrid tidak bisa membangun serangan melalui sebuah skema dari sisi tengah.

Namun, Zidane cukup pintar untuk mengakali pilihannya tersebut. Dia pun menginstruksikan anak asuhannya untuk banyak melepas long ball ke sisi sayap Barcelona. Upaya ini bahkan kerap membuat pemain belakang Barcelona kesulitan karena Madrid memasang dua pemain sayap yang tidak hanya cepat, tapi juga apik saat melakukan dribble, yakni Ronaldo dan Bale.

Penerapan taktik anak asuh Zidane dalam upaya umpan jauh memang cukup sederhana. Seketika setelah merebut bola dari pemain Barcelona, dua sayap Madrid langsung berupaya melakukan pergerakan tanpa bola ke sayap. Dengan sekali-dua kali umpan di pertahanan, pemain Madrid langsung mengirim bola ke sayap Barcelona yang sudah ditunggu kedua pemain tersebut. Bahkan, StatsZone mencatat enam dari 10 percobaan umpan jauh yang diarahkan ke sepertiga terakhir pertahanan Barcelona berhasil.


[Grafis umpan jauh yang diterapkan oleh Real Madrid]

Masuknya Arda Turan Meninggalkan Lubang di Lini Tengah

Luis Enrique tampaknya memahami bahwa salah satu alasan mengapa timnya gagal memasuki sepertiga terakhir daerah pertahanan Barcelona adalah karena terlalu banyaknya pemain di sisi tengah lapangan. Ia pun memasukkan Arda Turan pada menit 74 agar permainan menjadi tersebar ke sisi lapangan dan tidak hanya berkutat di lini tengah.

Upaya ini cukup beralasan karena Turan memang seorang winger yang juga dapat bermain di sisi tengah lapangan. Masuknya Turan di sisi kanan membuat Barcelona berupaya mengarahkan serangannya ke sisi ini, sekaligus mengarahkan penempatan posisi pemain Madrid ke sisi ini. Namun, pilihan Enrique ternyata menjadi blunder bagi lini tengah Barca.

Jumlah pertarungan di sisi tengah yang sebelumnya seimbang justru menjadi keuntungan bagi pemain tengah Madrid, lantaran mereka hanya berhadapan dengan dua pemain Barcelona di sisi tengah. Kroos bahkan terlihat bermain lebih ofensif sepeninggal Rakitic. Kelemahan Barcelona bahkan semakin menjadi setelah Jese Rodriguez dimasukkan di menit ke-78 menggantikan Benzema.

Ini terlihat dari gol kedua yang dicetak Madrid, yang berawal dari pergerakan Dani Carvajal usai merebut bola di lini tengah, yang kemudian mengumpan ke sisi kiri pertahanan Madrid yang diisi oleh Bale. Bale yang mendapatkan bola, langsung melakukan crossing ke tiang jauh Barcelona, yang berujung menjadi gol oleh Ronaldo.

Kesimpulan

Dalam menghadapi Barcelona, Madrid sadar bahwa kunci utama permainan Barcelona adalah menutup umpan ke trio Messi-Suarez-Neymar dari lini tengah. Zidane pun berhasil melakukan hal tersebut dengan memainkan tiga gelandang yang mampu bermain defensif untuk mematikan aliran bola tersebut. Selain itu, upaya Zidane untuk mendorong Marcelo menjadi jembatan Madrid dalam melakukan transisi dari bertahan ke menyerang juga cukup bagus, lantaran bek kanan Barcelona, Dani Alves, seringkali ditugaskan untuk lebih sering masuk ke pertahanan Madrid. (dtk/mg)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...