21 March 2019

Messi Ingin Sekali Bertemu dengan Bocah Afghanistan Ini

KONFRONTASI-Seorang bocah Afghanistan menjadi terkenal setelah gambarnya tersebar melalui media sosial saat memakai kostum bertuliskan "Messi" dari bahan bekas tas plastik. Melihat hal tersebut, bintang sepakbola Argentina, Lionel Messi, pun berharap dapat bertemu bocah tersebut, demikian kata federasi sepakbola Afghanistan di Kabul, Senin (01/02) waktu setempat.

Murtaza Ahmad (5), mengidolakan Messi, namun ia tidak bisa membeli kaos pemain klub Barcelona itu karena berasal dari keluarga miskin di Provinisi Ghazni, dekat Kabul.

Kakaknya, Homayoun (15), kemudian membuatkannya kaos dari bahan tas plastik bermotif garis biru putih, serta menulis nama Messi dengan spidol. Ia juga memposting foto Murtaza berseragam plastik itu melalui Facebook pertengahan Januari lalu.

Ayah Lionel Messi, Jorge Messi mengatakan Sabtu lalu bahwa Messi turut mencermati foto-foto di media sosial tersebut dan “ingin melakukan sesuatu” untuk penggemarnya.

AFF mengatakan, Messi ingin bertemu Murtaza segera, namun belum dipastikan tanggal dan tempatnya.

“Meski telah berkomunikasi dengan federasi untuk menyiapkan pertemuan dengan anak tersebut,” kata juru bicara AFF Sayed Ali Kazemi.

“Kami akan menyiapkan apakah Messi yang datang ke Afghanistan atau anak itu yang ke Spanyol, atau mereka bertemu di suatu negara,” katanya.

Sementara itu, pihak klub Spanyol Barcelona belum mengomentari hal tersebut.

Masalah keamanan menjadi pertimbangan jika pertemuan dilakukan di Afghanistan.

Kedutaan besar Spanyol di Kabul mengatakan bahwa ia akan membantu secara maksimal untuk petemuan di Eropa.

Ayah Murtaza, seorang petani miskin di distrik Jaghori, Ghazni, mengakui bahwa ia tidak mampu memberi kaos sepak bola untuk anaknyua. Murtaza sendiri hanya punya bola bertambal untuk dimainkannya.

Foto Murtaza memakai kaos dari tas plastik itu sendiri mendapat respon dari penggemar sepak bola di seluruh dunia.[mr/aktual]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...