17 February 2020

Menggila di Serie A, Lukaku: Jangan Lihat Tubuh Besar, Saya Berbahaya!

Konfrontasi - Romelu Lukaku banyak dikritik di Manchester United musim lalu. Striker asal Belgia itu dinilai hanya berkinerja terbaik sebagai target man. Tapi, di tangan Antonio Conte, Lukaku telah mengubah imejnya. Bersama Inter Milan, Lukaku menjadi predator yang buas di depan gawang.

Lukaku telah bangkit di Inter Milan, dan membawa klub tersebut menjadi penantang supremasi Juventus di Serie A. Dia mencetak 18 gol di semua kompetisi, dua gol terakhir, dikemas dalam kemenangan 4-1 Coppa Italia 2019/2020 atas Cagliari, Selasa (14/1/2020).

Lukaku sekali lagi menjawab keraguan mereka yang mengatakan dirinya tidak layak dengan rekor transfer klub yang mencapai 80 juta euro (Rp1,2 trliun) yang dibayar Inter untuk memboyongnya dari United di awal musim.

Sebanyak 14 dari gol-gol itu datang di Serie A, menempatkannya sejajar dengan penyerang Juventus Cristiano Ronaldo dan di belakang penyerang Lazio Ciro Immobile yang mengemas 20 gol. 

Memasuki paruh kedua Serie A, Inter akan mengunjungi Lecce yang terancam degradasi pada Minggu (19/1/2020). Inter berada di urutan kedua klasemen sementara dengan 46 poin, dua angka di belakang pemimpin Juventus yang menjamu Parma.

Lazio, ketiga dengan 42, menjamu Sampdoria pada Sabtu (18/1) ketika mereka mengejar kemenangan liga berturut-turut kesebelas.

Lukaku, penyerang kuat dengan tinggi 190 sentimeter, sering dikecam dan penampilannya dikritik musim lalu. Dia kecewa ketika Pelatih United Ole Gunnar Solskjaer mengategorikannya sebagai target man.

"Dia salah satu dari sembilan pemain top ketika Anda ingin bermain dengan striker semacam itu," kata Solskjaer saat itu.

Namun, kini Lukaku bisa membantah dan menenggelamkan anggapan yang menilai dirinya hanya seorang target man.

"Karena ukuran saya, mereka berpikir bahwa saya layaknya orang bertubuh besar biasa," jawab Lukaku. "Well, saya bukan tipe pria seperti itu. Saya harus menciptakan gol, saat itulah saya berbahaya."

Catatan golnya musim ini termasuk gol melawan Genoa di mana dia menguasai bola, melewati bek, dan melepaskan tembakan di bawah mistar, sementara melawan Napoli, dia memotong umpan di setengah lapangan dan berlari 50 meter untuk mencetak gol solo yang luar biasa .

Bahkan, Lukaku telah memiliki catatan gol mengesankan sepanjang kariernya yang dimulai ketika dia melakukan debut untuk Anderlecht pada usia 16 tahun.

Dia mencetak 42 gol dalam 96 penampilan untuk United, 87 gol dalam 166 pertandingan untuk Everton dan 41 dalam 98 pertandingan untuk Anderlecht. Sementara hitungan golnya untuk Belgia adalah 52 gol dalam 84 pertandingan.

Conte, yang mengambil alih sebagai pelatih Inter musim ini, mengatakan bahwa dia menjadi pengagum Lukaku sejak melatih Chelsea di Liga Primer Inggris.

Lukaku, di sisi lain, terkesan oleh timnas Italia yang diasuh Conte ketika mereka mengalahkan Belgia 1-3 pada Piala Eropa 2016 meski di atas kertas, skuat Italia jauh lebih lemah.

"Saya sempat mendengar orang mengatakan Romelu Lukaku adalah seekor keledai," ujar Conte setelah bermain imbang 1-1 melawan Atalanta pada hari Sabtu. "Saya mendengar segala macam hal, bahkan belum lama ini."

"Tapi, sangat mudah untuk berbicara baik tentang dia sekarang," kata Conte. “Saya selalu mengatakan Romelu adalah berlian kasar yang perlu dikerjakan untuk mengilapkannya. Lautaro Martinez juga sama. Anak-anak ini berusia 26 dan 22 tahun, mereka masih muda. Sekarang, saya bisa mulai memoles berlian." (snd/mg)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...