11 December 2018

Mancini Pastikan Italia Tampil All Out Hadapi Portugal

Konfrontasi - Geliat positif yang tersaji dalam dua laga terakhir benar-benar telah mengembalikan kepercayaan diri Italia.Gli Azzurri kini mencanangkan kemenangan saat menjamu Portugal di San Siro pada lanjutan UEFA Nations League dini hari nanti. 

Tidak tanggung-tanggung, pelatih Italia Roberto Mancini menegaskan bahwa target utama timnya adalah mencapai babak empat besar di League A mewakili Grup 3 yang sekaligus membuka kans melaju ke Piala Eropa 2020.

Mancini menilai Italia telah menunjukkan kemajuan signifikan setelah menahan Ukraina1-1 di laga uji coba, Kamis (11/10), dan mengalahkan Polandia 1-0 pada laga ketiga penyisihan Grup 3 (15/10).

Dia berharap pasukannya harus menampilkan performa lebih bagus agar dapat mengalahkan Portugal. “Sejak awal turnamen tujuan kami adalah mencoba mencapai fase akhir Nations League. Kami kalah di Portugal dengan tim yang sangat muda.

Tapi, sekarang kami memiliki kesempatan untuk mengalahkan mereka. Kami hanya perlu fokus. Kemudian lihat saja apa yang terjadi dengan laga Portugal versus Polandia,” ucap Mancini, dilansir Football-Italia, Sabtu 17 November 2018.

Wajar jika Mancini meminta pasukannya tampil habis-habisan. Karena, ini merupakan laga penutup Italia di penyisihan grup. Jika menang, mereka akan berada di puncak klasemen Grup 3 dengan tujuh poin.

Saat ini Italia masih berada di urutan kedua dengan empat poin. Sementara Portugal menguasai puncak klasemen sementara dengan enam poin. Guna mengamankan kemenangan, Mancini akan mengerahkan komposisi tim terbaik.

Fokus utama pembenahan adalah lini depan. Karena, menurut statistik, Italia ratarata hanya mampu mencetak satu gol dalam tujuh laga terakhir. Karena itu, mantan pelatih Manchester City (Man City) ini akan terus melakukan uji coba guna mendapatkan skuad terbaik.

Nakhoda berusia 53 tahun tersebut akan memanggil sejumlah penyerang. Kombinasi antara Ciro Immobile, Lorenzo Insigne dan Federico Chiesa diharapkan bisa memberikan ancaman nyata terhadap lini pertahanan Portugal yang baru kebobolan dua kali di ajang UEFA Nations League.

Kans Mancini juga rupanya di dukung sejarah. Semasa kariernya bersama Italia, Mancini sempat dua kali bermain melawan Portugal di San Siro dan selalu menang. Itu di harapkan mampu melecut semangat tempur tuan rumah untuk meraih angka penuh.

“Kami pergi ke Piala Eropa 1988. Saat itu, kami tim yang kuat dan kami memainkan duel yang hebat saat mengalahkan Portugal 3-0. Yang kedua, kami menang dengan gol dari Dino Baggio pada 17 November 1993.

Semoga itu menjadi pertanda baik untuk perjuangan kami di Nations League,” papar Mancini. Di kubu tamu, gerak-gerik Portugal tetap harus di waspadai. Soalnya, pada pertemuan pertama, 11 September lalu, Portugal mampu mengalahkan Italia 1-0.

Padahal, saat itu mereka tidak diperkuat Cristiano Ronaldo karena memilih fokus beradaptasi bersama klub barunya, Juventus. Kabarnya, Ronaldo juga tidak masuk skuad Portugal untuk menghadapi Italia dan Polandia, Rabu (21/11).

Tapi, itu diyakini tidak akan menurunkan daya serang La Selecao das Quinas yang sejauh ini sudah mendulang empat gol di UEFA Nations League. Meski belum bisa memastikan apakah CR7 akan kembali pada Maret 2019, pelatih Portugal Fernando Santos mengatakan pintu timnas selalu terbuka bagi pemain terbaik dan kapten Portugal tersebut.

Dengan kata lain, segalanya bisa saja terjadi. Santos juga menilai skuad yang dimilikinya saat ini merupakan pilihan terbaik. Terlebih di lini depan Portugal diperkuat Bernardo Silva, Bruma, Goncalo Guedes, Rafa Silva, Andre Silva dan Eder.

Di sektor belakang, Santos memanggil Kevin Rodrigues untuk meng gantikan Andre Gomez yang cedera. “Ini bukan hanya tentang Ronaldo. Saya telah mengatakan bahwa tidak ada pemain yang dianak emaskan.

Itu tidak perlu dibesarbesarkan. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi antara sekarang dan Maret. Saya tidak punya bakat menebak masa depan, “ tandas Santos. (sndo/mg)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...