22 February 2017

Kongres PSSI 2017 Selesai, Ini Hasilnya

Konfrontasi - Kongres PSSI 2017 sukses digelar di Hotel Aryaduta Bandung, Minggu (8/1/2017). Beberapa keputusan penting pun lahir dalam kongres perdana PSSI di era Ketua Umum, Edy Rahmayadi ini.

Keputusan penting pertama adalah pengampunan tujuh klub bermasalah untuk bisa kembali ambil bagian dalam kompetisi resmi PSSI.

Persebaya Surabaya dipastikan akan berlaga di Divisi Utama di musim 2017, sementara kkub-klub macam Arema Indonesia, Persewangi Banyuwangi, Persibo Bojonegoro, Lampung FC, dan Persema Malang harus puas 'merangkak' dari Liga Nusantara.

Keputusan penting kedua adalah PSSI juga menerima permohonan pengampunan sanksi perseorangan. Nama-nama macam Djohar Arifin Husin dan Sihar Sitorus diterima permohonannya.

Selanjutnya PSSI juga memutuskan jika asosiasi pemain nantinya hanya akan berperan sebagai mitra, tanpa memiliki hak suara dalam Kongres PSSI.

Seperti diketahui, sebelumnya ada dua badan yang mengklaim diri sebagai asosiasi resmi yang diakui PSSI, yakni APPI dan ASPNI. Tak ketinggalan, PSSI juga membentuk susunan anggota tiga komisi, yakni Komisi Etika, Komisi Banding, dan Komisi Disiplin.

Ada Dodik Wijanarko sebagai ketua Komisi Etika, sementara Zarof Ricar sebagai wakil.

Di Komisi Banding, advokat kawakan Todung Mulya Lubis akan menjabat sebagai ketua, sementara Ade Prima Syarif sebagai wakilnya.

Dan untuk Komisi Disiplin, posisi ketua ditempati oleh Asep Edwin, sementara Husin Umar sebagai wakilnya.

Keputusan penting terakhir, PSSI juga dipastikan tetap akan membagi kompetisi sepakbola Tanah Air ke dalam tiga kasta, yakni Indonesia Super League (ISL), Divisi Utama, dan Liga Nusantara.

ISL tetap akan digulirkan dengan sistem satu wilayah. Sedangkan untuk Divisi Utama, kompetisi akan diikuti 32 tim yang dibagi dalam tiga zona. (oke/mg)

Category: 

Berita Terkait

Baca juga


Loading...