29 March 2020

Ganti Skema, Namun Pertahanan Inter Tetap Kokoh. Skriniar Kesulitan, De Vrij Mengkilap

KONFRONTASI - 

Inter sejauh ini masih menjadi tim dengan lini pertahanan terkuat di Serie A dan ini menjadi sebuah pencapaian bagus terutama mengingat musim ini tim menggunakan skema yang berbeda yakni tiga bek bersama Antonio Conte, berbanding skema empat bek bersama Luciano Spalletti.

Total Inter baru kebobolan 22 gol dari 24 laga. Kokohnya lini pertahanan Inter menjadi salah satu kunci Inter melewati musim yang sangat baik sejauh ini. Namun tentu perubahan skema ini bukan tanpa kelebihan dan kelemahan, terutama jika kita berbicara mengenai dua bek Inter yakni Milan Skriniar dan Stefan De Vrij.

Ya, Skriniar mungkin menjadi pemain yang paling kesulitan beradaptasi dengan skema yang masih awam baginya tersebut, sementara De Vrij tak mengalami kesulitan berarti dan ini cukup masuk akal karena ketika di Lazio ia sudah pernah bermain dengan skema tiga bek dan sejauh ini tampil mengkilap. Gazzetta.it menganalisis:

Skriniar –

“Tak ada yang meragukan kualitas bek asal Slovakia ini dan jelas ia bukan menjadi masalah bagi tim dan masih menjadi salah satu yang terbaik di Serie A. Namun berbicara siapa pemain yang paling ‘menderita’ karena skema yang diterapkan Conte, maka jawabannya adalah Skriniar. Dan data juga sejalan dengan apa yang ia tampilkan sejauh ini. Permainan Skriniar mengalami penurunan dibandingkan saat bersama Spalletti musim lalu yang bermain menggunakan skema empat bek di mana ia memiliki rataan: 57,8% tekel sukses, 55,1% memenangkan duel dan 50,4% duel udara.

Sementara musim ini? Dari 24 laga Serie A, rataannya menurun menjadi 42,3% tekel sukses, 44,7% memenangkan duel dan 50,8% memenangkan duel udara.

Rataan keberhasilan umpan juga sedikit menurun dari 92,6% di musim lalu menjadi 92,3% saat ini.”

De Vrij –

“Sementara De Vrij tak menemui kendala dengan sistem yang diterapkan Conte. Ia menjadi leader di lini pertahanan Inter. Ia menjadi ‘regista’ pertama di barisan pertahanan Inter, selain Brozovic di lini tengah dan Sensi (serta sekarang Eriksen) di area lebih menyerang. De Vrij juga tajam kala ikut membantu serangan yang dibuktikan dengan dua gol dan tiga assist musim ini di Serie A.”(Jft/NA)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...