22 January 2019

Brahim Diaz? Youngster Baru Real Madrid Jebolan Manchester City Kini di Santiago Bernabeu

KONFRONTASI -  Real Madrid sukses mendatangkan Brahim Diaz, sosok youngster yang disebut-sebut punya perpaduan gaya bermain Lionel Messi dan David Silva.

Catch me if you can: Kalimat ini cukup untuk menggambarkan situasi Brahim Diaz di dalam dan luar lapangan. 

Kemampuan menggiring bolanya disejajarkan dengan Lionel Messi, kecepatan membuatnya sulit diburu lawan dan Manchester City tidak mampu menahan kepergiannya.

Diaz tergoda oleh Real Madrid dan menolak rayuan Pep Guardiola yang ingin mengikatnya di Etihad. Pada Minggu (6/1), Madrid pun resmi merekrut Diazdengan kontrak berdurasi enam tahun.

Kontrak Diaz berakhir pada musim panas tahun depan dan dia kecewa karena kesempatan bermain di tim utama sangat terbatas. Pemain Spanyol ini sudah terbujuk oleh janji menit bermain di Santiago Bernabeu. 

Sejumlah laporan menyebutkan Diaz telah menyetujui gaji sebesar £60 ribu per pekan plus iming-iming garansi satu tempat di skuat senior. Tidak seperti Vinicius Junior, Diaz tidak akan diminta bermain di kasta ketiga sepakbola Spanyol bersama tim cadangan. 

Selain kiprah El Real yang kurang memuaskan di La Liga musim ini, Diaz yakin punya kualitas yang bisa menghadirkan dampak instan di level tinggi. Ia begitu percaya diri dengan ambil bagian dari musim City hingga menolak kesempatan bergabung Girona dengan status pinjaman.

Sayangnya, hingga detik ini dia belum mencicipi Liga Primer karena ketatnya kompetisi di skuat Guardiola yang dihuni Riyad Mahrez, Leroy Sane, Bernardo Silva, dan Raheem Sterling. Diaz menyadari itu dan menilai akan lebih mudah untuk menembus skuat utama Real Madrid. 

Brahim Diaz Manchester City FulhamTerlalu banyak persaingan di Man City.

Vinicius Junior, Federico Valverde, Marcos Llorente dan Sergio Reguilon sudah membela Los Blancos musim ini di La Liga, sementara satu-satunya laga Diaz bersama City adalah di Piala Carabao. 

Sang penyerang tampil saat City menang 3-0 lawan Oxford dan jadi bintang dengan mencetak dua gol ke gawang Fulham yang mengantarkan timnya ke babak perempat-final. Catatan tersebut sudah bisa dijadikan bukti, Diaz siap untuk menerima tantangan yang lebih besar.

"Situasi Brahim sangat sederhana. Kami ingin dia bertahan. Kami ingin dia memperpanjang kontrak untuk empat atau lima tahun. Jelas kami ingin mempertahankan tetapi keputusan ada di tangannya," jelas Guardiola. 

Pep mungkin bakal merasa sakit andai Diaz meninggalkan City. Pelatih asal Spanyol ini sudah berinvestasi tenaga dan waktu untuk memoles sang youngster. Faktanya, agen Diaz adalah kakak Guardiola, Pere. 

Pada 2011, ketika Diaz masih bersama Akademi Malaga, Guardiola yang ketika itu melatih Barcelona mengajaknya berkeliling Camp Nou. 

Brahim Abdelkader DiazBrahim Diaz saat masih di akademi Malaga

Barca nyaris mendapatkannya, bahkan telah mencapai kesepakatan dengan ayah Diaz. Namun Malaga menolak melakukan penjualan dengan berjanji bakal memainkannya di La Liga pada usia 16. Tidak pernah jadi kenyataan memang dan City mengambilnya di usia 14 seharga £300 ribu yang kemudian membengkak menjadi £4,5 juta.

Teknik jempolan Diaz sudah terdeteksi sejak dini. Rekaman pertandingan bersama akademi Malaga menciptakan kehebohan. Diaz mampu memanipulasi bola dengan cara dan presisi seperti Messi dan David Silva, dan seperti kedua bintang tersebut, Diaz juga punya kemampuan berperan sebagai gelandang serang atau posisi menyerang lainnya. 

Diaz memang diketahui tidak menyukai peran striker murni tetapi dia terkadang dimainkan pada posisi ini bersama tim akademi City. 

"Di Liga Primer, kita bisa membandingkannya dengan Eden Hazard, tetapi dia lebih mirip dengan Messi ketika menggiring bola. " ujar eks rekan setim Diaz di tim muda City Edward Francis, yang sekarang dipinjamkan ke Almere City, kepada Goal. "Permainannya juga mirip dengan David Silva. Sangat menyenangkan memilikinya di dalam tim."

Kedua kaki Diaz aktif, tapi sekarang dia lebih sering menggunakan kaki kiri sebagai senjata andalan. Pada 2017 Diaz mencetak gol brilian ke gawang Real Madrid di masa pramusim. Sebuah tembakan geledek kaki kiri yang menaklukkan Kiko Casilla. Gol ini bakal dikenang dalam waktu lama. 

Brahim DiazMemiliki gaya dribel seperti Messi

Kualitas seperti itu yang menghadirkan bayang-bayang Messi. Pergerakannya mampu membuka ruang dan membuat para pemain bertahan kesulitan menebak ke arah mana dia bakal bergerak.

Diaz melakukan debut di Liga Champions pada musim lalu ketika jadi pemain pengganti lawan Feyenoord pada November, tetapi sejak saat itu dia merasa perkembangannya terhambat.

Setiap mendapat kesempatan membela klub atau negaranya, Diaz selalu gemilang. Dia jadi pemain penting kesuksesan Spanyol U-17 melaju ke babak final Euro 2016, dan setahun kemudian membawa Manchester City ke final FA Youth Cup. 

Musim lalu Spanyol menjadikannya pemain ketiga termuda tim U-21 pada usia 18 tahun dan 28 hari di laga lawan Italia, seiring keberhasilannya meraih medali juara Liga Primer berkat lima penampilan dari bench di kompetisi tersebut. 

Dan sekarang, sang youngster tengah merangkai impian untuk meraih sukses bersama Real Madrid.(Jft/GOAL)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...