16 October 2019

Bocah Berambut Gimbal 16 Tahun, Eduardo Camavinga Ini Leluasa Mengacak-acak Skuad Mahal PSG

KONFRONTASI -   Ingat nama ini suatu saat: Eduardo Camavinga. Dia adalah bocah bertalenta ajaib yang menginspirasi kemenangan Rennes atas Paris Saint-Germain (PSG) di Liga Prancis musim ini.

Paris Saint-Germain menelan pil pahit akibat dikalahkan Rennes 1-2 dalam lanjutan Liga Prancis pekan kedua, Minggu (18/8/2019).

Hal menarik adalah barisan pemain mahal PSG diacak-acak dan direpotkan oleh Eduardo Camavinga, seorang gelandang berumur 16 tahun yang berhak atas predikat Man of The Match.

Tampil sebagai gelandang sentral di pusat permainan tim, Camavinga tak canggung meliuk-liuk melewati kepungan bintang-bintang PSG, mengatur distribusi bola, menyuplai peluang, hingga mengeksekusinya sendiri.

Camavinga memang tak mencetak gol, tetapi dia memberikan assist brilian lewat umpan lambung yang disambut kepala Romain del Castillo untuk melahirkan gol kedua Rennes.

Ia mencatatkan 98 persen operan akurat saat menghadapi PSG dengan 3 dari 3 umpan lambungnya sukses menemui rekan.

Camavinga ikut mengkreasi peluang dengan melepaskan dua tembakan, juga mantap dalam sisi defensif berkat catatan 5 tekel sukses, 5 kali sapuan, dan 2 kali intersep.

Camavinga seperti menyita lampu sorot dari bintang muda PSG, Kylian Mbappe, karena nyaris selalu memancing kerumunan pemain PSG untuk mencegahnya bergerak.

Tak heran bila remaja gimbal itu menjadi pemain paling sering dilanggar lawan dengan jumlah 6 kali sepanjang pertandingan.

 

Bohong kalau PSG sendiri menutup mata dengan talenta menakjubkan Camavinga.

    16 - Eduardo Camavinga (16 years & 9 months) is the youngest player to deliver an assist in Ligue 1 since Opta analyze the competition (2006/07). Diamond. pic.twitter.com/Xdcpymv20I
    — OptaJean (@OptaJean) August 18, 2019

Media-media lokal Prancis pun mengabarkan PSG sudah menyiapkan ancang-ancang membajak Camavinga dari Rennes dengan persaingan ketat dari Arsenal.

Camavinga seolah menegaskan jejak sejarah Rennes yang rajin mengorbitkan talenta-talenta berbakat di dunia sepak bola.

    Baca Juga: Bawa-bawa Neymar, PSG Beri Kode Serius Kejar Dybala
    Baca Juga: Pelatih PSG Tolak Jual Neymar apabila Tak Ketemu Penggantinya

Sebelumnya, klub tersebut menelurkan produk berkualitas seperti Sylvain Wiltord, Yoann Gourcuff, hingga Ousmane Dembele.

Camavinga lahir di Angola dan bermigrasi ke Prancis bersama keluarganya ketika dia masih bayi.

Sudah diketahui mencintai sepak bola, Camavinga kecil bergabung dengan klub lokal Brittany, AGL-Drapeau Fougeres, kala masih berumur 6 tahun.

Klub itu merupakan salah satu tim satelit pemasok bakat buat Rennes dan Camavinga tak sulit menarik perhatian pemandu bakat karena kemampuan spesial yang dia miliki.

"Ini kali pertama saya melihat seorang pemain dengan kualitas seperti itu," ucap Jo Burel, pelatih pertama Camavinga, dikutip BolaSport.com dari The Sun.

    Eduardo Camavinga's game by numbers vs. PSG:

    98% pass accuracy
    60 touches
    6 fouls won
    3 tackles made
    2 shots
    1 chance created
    1 take-on completed
    1 assist

    A bright future ahead for the 16-year old. pic.twitter.com/sJXf28vrMw
    — Squawka Football (@Squawka) August 19, 2019

"Saat ingin mempertahankan kedudukan, kami menaruhnya di pertahanan. Ketika butuh gol, kami akan memasangnya di lini depan. Dia punya kemampuan untuk melakukan dua hal itu," ujarnya.

Pada usia 11 tahun, penggemar judo itu masuk akademi Rennes dan meneken kontrak profesional lima tahun kemudian.

Ia pun menjadi pemain termuda yang meneken kontrak profesional di klub tersebut.

Pelatih Rennes, Julien Stephan, langsung menaruh kepercayaan tinggi kepada wonderkid yang satu ini.

Camavinga pun mendapatkan debut di tim senior pada April 2019 sebagai pengganti saat menghadapi Angers.

"Dia anak yang sangat bertalenta. Saya sangat mengenalnya karena saya melihatnya sejak di tim junior," kata Stephan.

"Namun, dia tetap pemain muda yang harus dilindungi. Jangan lupa dia baru 16 tahun setengah, jadi kami harus melindunginya. Dia harus terus bekerja dan berkembang," tutur sang pelatih.

Terkait bakat spesial Camavinga, dia pun tak luput untuk segera diikat menjadi warga negara Prancis agar bisa memperkuat Les Bleus di level senior.

Proyeksi Camavinga di masa depan bisa sebagai penerus N'Golo Kante di lini tengah timnas Prancis kelak.


(Jft/BolaSport)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...