14 November 2019

Tingkat Pengangguran di Cimahi Meningkat 25%, Ini Solusi dari Pemkot

KONFRONTASI -   Tren angka pengangguran di Kota Cimahi mengalami kenaikan. Tingginya angka pengangguran disebabkan tidak sesuainya kebutuhan industri dengan skil yang dimiliki tenaga kerja sehingga tidak terserap.

Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Cimahi melansir angka pengangguran di Kota Cimahi mencapai 17.000 orang. Jumlah tersebut meningkat dari tahun 2018 lalu berkisar 14.000 orang, kenaikan setara 25%.

"Trennya naik dari dua tahun ke belakang," ujar Kepala Disnakertrans Kota Cimahi, Herry Zaini, Rabu 23 Oktober 2019.

Untuk mengurangi tren pengangguran dan membuka lapangan pekerjaan, Disnakertrans Kota Cimahi melakukan upaya melalui sistem aplikasi yang diberi nama Sistem Link and Matc (Silima). Pada program Silima ini ada sinergitas 5 ketenagakerjaan, yakni pemerintah, Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), Bursa Kerja Khusus (BKK), perusahaan, dan tenagkerja.

"Lima pilar ini biasanya parsial, sekarang kami sinergikan dengan sistem atau aplikasi," imbuhnya.

Aplikasi tersebut diklaim efektif untuk mengurangi angka pengangguran. Sebab, dalam sistem itu akan meng-cover seluruh data perusahaan, lowongan pekerjaan hingga calon pencari kerja.

"Pertama, kami akan sinergikan antara pelatihan, sertifikasi, dan penempatan. Kebutuhan perusahaan akan dipenuhi dengan upaya menyediakan tenaga kerja sesuai skil yang dibutuhkan. Kemudian akhirnya nanti akan berpengaruh pada penurunan pengangguran," jelasnya.

Herry mencontohkan, saat perusahaan menginput lowongan kerja di sistem tersebut, para pencari kerja pun dapat melamar kerja lewat aplikasi yang sama. Tentu perusahaan yang diincar harus sesuai dengan skil dan kompetensi yang dimiliki. "Di situlah terjadi link and match sehingga sangat efektif menyerap tenaga kerja sesuai kebutuhan industri," ucap Herry.

Dalam sistem tersebut, pencari kerja bisa membuat AK1 atau kartu kuning yang sekarang memakai barcode. Melalui barcode tersebut, akan muncul CV (data pribadi), kartu keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP), pengalaman kerja, termasuk foto pencari kerja.

"Saat perusahan mengakses, sudah terlihat data para pencari kerja. Sehingga perusahaan tinggal proses mewawancara. Mudah-mudahan ke depan sistem ini bisa berjalan efektif menekan angka pengangguran," tandasnya.(Jft/PR)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...