21 May 2019

Ternyata Target Ekonomi Jokowi untuk tahun 2020 Mediocre dan Pas-Pasan. Ngapain ya mau jadi Presiden lagi?

KONFRONTASI- Ternyata target-target Ekonomi Jokowi untuk tahun 2020 mediocre dan pas-pasan. Ngapain ya mau jadi Presiden lagi ya ?

Oleh DR. Rizal Ramli, Dalam penerbangan Hanoi-Jakarta, 27 April 2019.

Ternyata pemerintahan Jokowi hanya menargetkan pertumbuhan ekonomi hanya 5,3-5,6% untuk tahun 2020. Nyaris sama dengan kinerja Jokowi 4,5 tahun terakhir, nyungsep di 5%.  Itu betul-betul  pas-pas an, sangat mengecewakan, tidak ada strategi dan inovasi baru. Hanya “business as usual”, sekedar numpang lewat doang.

 

Rencana ekonomi 2020 yang mediocre tersebut, juga akan masih dihantui dengan utang yang  semakin besar dengan yield utang dengan yield (sekitar 8%) salah satu yg tertinggi di kawasan. Saat ini utang pemerintah pusat sudah Rp 4.567 triliun (Februari 2019). Cicilan bunga utang Rp 70,6 triliun (Akhir Maret 2019).

Hasil gambar untuk prabowo rizal ramli otto, konfrontasi

Rencana Ekonomi 2020 yang mediocre  itu juga akan meneruskan   “Trio-Deficits”, yaitu defisit Neraca Perdagangan sebesar -U$193 juta (Q1-2019), defisit transaksi berjalan -U$9,1 miliar, dan defisit APBN yang di Q1-2019 sudah tembus Rp 102 triliun. Tidak ada strategi dan blue print yg jelas untuk mengurangi Trio-Deficits tsb, mungkin karena sudah terkesima dengan gembar-gembor “dongeng keberhasilan ekonomi”. Kalau terlalu sering ''mendongeng''  akhirnya tertipu sendiri dengan ''dongeng palsu'' itu. Korban kampanye ‘post truth’. Tapi korban yang sesungguhnya adalah rakyat yg hidupnya semakin susah, dengan daya beli yang terus merosot.

Hasil gambar untuk rizal ramli dan prabowo

Lho kalau gitu ngapaian mau jadi Presiden lagi ?  Kok tega2nya sekedar ngabisan waktu tanpa perbaikan kinerja ekonomi dan tanpa perbaikan nasib rakyat Indonesia ? Sekedar melanjutkan kinerja ekonomi yg mediocre dan ‘business as usual’ itupun pas2an.

Itulah mengapa perubahan diperlukan !! Agar pertumbuhan ekonomi lebih tinggi, daya beli rakyat meningkat, lebih banyak lapangan kerja, dan upah meningkat. Untuk itu, tidak bisa sekedar melanjutkan ekonomi yg mediocre ini, yang  dalam ‘dongeng’ ,  tapi sulit dalam kenyataan. Tidak bisa sekedar hanya meneruskan “business as usual”.

Itulah mengapa pemerintahan baru yang akan dilantik Oktober 2019 nanti, harus segera membongkar dan memperbaiki RAPBN 2020 mediocre itu,!agar bisa mencapai pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan rakyat lebih tinggi. Termasuk merumuskan strategi agar resiko ekonomi Indonesia  berkurang dengan cepat. Mengubah strategi perdagangan & industri  yang lebih bermanfaat dan unggul. Dan merumuskan strtategi da blue print agar Kesejahteraan Rakyat meningkat sejalan dengan peningkatan Kedaulatan Pangan, Energi, Air dan Keuangan periode 2020-2024 ?

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...