21 April 2018

Survei: Ahok Merosot, karena Tak Punya Integritas

JAKARTA-Pengamat Kebijakan Publik Budgeting Metropolitan Watch (BMW), Amir Hamzah menilai pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) tidak memiliki peradaban, karena lebih memilih melindungi Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), ketimbang mendengarkan suara 200 juta rakyat yang menuntut penegakkan supremasi hukum terhadap pria asal Belitung Timur itu.

"Pemerintah lebih memilih melindungi Ahok daripada 200 juta rakyat.  Itu artinya sadar tidak sadar pemerintah saat ini tidak punya peradaban," kata Amir, belum lama ini.

Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama berubah pikiran dari semula maju Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta 2017 lewat jalur independen menjadi menggunakan partai politik. Pilihan ini berdampak pada menurunnya elektabilitas alias tingkat keterpilihan Ahok di Pilgub DKI. Itu berarti Ahok tak punya integritas dan tak kredibel.

Sebelumnya, survei LSI yang dilakukan periode 31 Oktober-5 November 2016 dengan melibatkan 440 responden, menyebut dukungan untuk Ahok turun dari 24,6 persen menjadi 10,6 persen.

Survei LSI Denny JA itu memang dilakukan sebelum Ahok ditetapkan sebagai tersangka. Namun, responden sudah ditanya perihal dukungan jika Ahok menjadi tersangka kasus dugaan penistaan agama.

Hasil survei Manilka Research and Consulting yang dirilis hari ini, Minggu (21/8/2016) menyebutkan bahwa elektabilitas Ahok saat ini hanya 43,6 persen. Angka ini menurun dibandingkan pada bulan Juni lalu yang elektabilias Ahok masih mencapai 49,3 persen.

Salah satu penyebab turunnya elektabilitas itu karena adanya kekecewaan warga yang awalnya mendukung Ahok maju pilgub lewat jalur independen. Menurut survei Manilka, dari sisi kesukaan, tingkat kesukaan responden terhadap Ahok mengalami penurunan, yakni dari 62,5 persen di Juni 2016 menjadi 56,1 persen (Agustus 2016).

Memang dari sisi keterkenalan, angka popularitas Ahok mencapai 98,9 persen. Namun dengan menurunnya tingkat kesukaan warga menyebabkan elektabilitas Ahok pun menurun.

"Memang mayoritas responden (98,9 persen) mengaku kenal dengan Gubernur Ahok. Namun tingkat keterpilihan Ahok juga mengalami penurunan dari 49,3 persen (Juni 2016) menjadi 43,6 persen (Agustus 2106)," kata Managing Director Manilka Herzaky Mahendra Putra saat merilis hasil surveinya di Bakoel Coffe, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (21/8/2016).

Survei Manilka dilakukan pada rentang waktu 6-11 Agustus 2016 menggunakan metode acak bertingkat (multistage random sampling) dengan responden sebanyak 440. Responden tersebar di enam wilayah DKI, yakni Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Pusat dan Kepulauan Seribu. Margin of error dalam survei ini plus minus 4,7 persen dengan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen.

"Sebanyak 47,7 persen responden menyatakan Gubernur Ahok tidak konsisten yang akhirnya memilih maju melalui jalur partai
politik di Pilkada DKI Jakarta 2017," kata Herzaky. (berbagai sumber)

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...