18 July 2019

Suko Sudarso: Hak Rakyat, Daulat Rakyat dan Daulat Negara Harus Dibela/Dilindungi TNI, Purnawirawan dan Para Tokoh Bangsa/Agama

KONFRONTASI- Melihat kejahatan kecurangan pemilu yang luar biasa dan gaduh sekali belakangan ini seperti era komunis PKI 1960-an, tokoh bangsa Suko Sudarso, yang juga Mantan Komandan Barisan Soekarno dan tokoh nasionalis terkemuka GMNI-ITB  berpesan, demi keselamatan rakyat, bangsa dan negara sesuai pembukaan (preambule) UUD45, maka seluruh Jajaran Purnawirawan  TNI maupun  TNI  aktif (Pimpinan AD, PANGKOSTRAD, DANJEN KOPASSUS, MARINIR DAN AU maupun Polri) harus melindungi dan berpihak pada hak rakyat, daulat rakyat dan nurani rakyat serta daulat bangsa/negara yang dizalimi oleh kejahatan kecurangan pemilu. Kisruh dan gaduh rakyat tidak akan terjadi kalau hak rakyat, daulat rakyat dan daulat bangsa/negara dijaga dan dirawat serta tidak dizalimi oleh kejahatan kecurangan pemilu yang melibatkan kelompok penguasa/KPU secara masif. Demokrasi liberal-kriminal  yang dibiayai para oligarki /cukong/taipan telah memisahkan TNI-Polri dari rakyat, menodai  preambule UUD45, mengorbankan rakyat dengan kebohongan, tipu muslihat dan kepalsuan kekuasaan yang mencampakkan UUD45 dan Pancasila yang hakiki.

Demikian Suko Sudarso, tokoh senior nasionalis kultural, untuk mengingatkan negara dan masyarakat akibat carut-marut pemilu curang dewasa ini, dimana ketegangan sosial ini makin mengoyak tatanan ekonomi-politik bangsa kita yang relatif belum kokoh.

 Menurutnya,  demokrasi liberal yang kriminal dengan politik uang dan dukungan uang para cukong/taipan/bandar/oligarki kapital hanya merusak/mengkhianati UUD45 dan Pancasila serta mendistorsi Sapta Marga prajurit TNI kita, dan itu sangat menyakitkan rakyat secara luar biasa. ‘’Indonesia  diambang kehancuran moral oleh situasi carut marut ini, tidak terhormat dan tak bermartabat di mata dunia, bahkan Indonesia hanya jadi jongos China komunis dan kepentingan asing, sedangkan mayoritas rakyatnya ingin perubahan dipimpin Prabowo yang menghendaki pemilu jurdil dan bermartabat. Sekali pimpinan TNI-Polri  lancung dan tidak memihak/melindungi rakyat dan hak daulat rakyat, maka hancur dan habislah daulat rakyat dan negara, menjadi daulat oleh  segelintir elite jongos kepentingan China RRC dan asing,’’kata Suko Sudarso.

Menurut tokoh yang akrab dipanggil Mas Suko Sudarso itu, Kalau PDIP Megawati dan golongan muslim,  NU maupun Muhammadiyah beserta kelompok kebangsaan dan elemen bangsa lainnya membiarkan kerusakan dan kebobrokan ini terjadi, maka hanya soal waktu, hilanglah daulat rakyat dan negara kita. ‘’Saya mengingatkan, kubu Prabowo dan pendukungnya pasti tegar dengan keyakinan, sedang seluruh elite  di seberangnya harus merenungkan ini. Mayoritas rakyat dukung Prabowo yang menang, kenapa terus dicurangi dan dikorbankan? Maka  kembalilah pada musyawarah mufakat Pancasila, kembalilah pada  UUD45 dan  tegakkan Trisakti. Akhirilah,  amandemen yang kelewat liberal ini, dengan pemilu maha curang ini,  yang  telah menghancurkan integrasi bangsa, merusak kesatuan TNI-rakyat, dan merongrong keutuhan bangsa-negara dan nation building kita,’’tegas Mantan Komandan Barisan Soekarno dan tokoh nasionalis terkemuka GMNI-ITB yang  bersama Guntur Soekarno dikader langsung oleh proklamator Bung Karno.

Suko Sudarso sangat khawatir  bahwa Jokowi tidak tahu diri, tak sadar diri dan ngotot jadi presiden meski rakyat tak menghendakinya lagi, maka dia itu harus disadarkan oleh  Megawati  Soekarnoputeri,  Sri Sultan HB X, anak cucu  Panglima Sudirman, para jenderal purn, intelektual, dan  perwira TNI aktiv bersama rakyat/civil society agar Jokowi tak memaksakan diri menang via KPU dengan cara curang.

 ''Kan semuanya sudah dibuka oleh Kubu 02  dalam simposium ‘’Mengungkap Fakta Kecurangan’’di Hotel Sahid Jakarta,  dimana kubu 01 dan civil society diajak adu data secara damai, jurdil,  transparan dan akuntabel. Saya minta semua pihak   instrospeksi dirilah, jangan ngotot menang dengan cara curang, jahat.  Ingat, korban meninggal sudah 600 orang, lebih 3000 petugas KPPS sakit, sangat memprihatinkan dan jangan sampai mereka cuma jadi tumbal pesugihan demokrasi elite penguasa yang membuat rakyat sengsara,'' katanya.

 ‘’Kita harus kembali ke UUD45, Pancasila, Trisakti  dan di situ TNI-civil society (kalangan agama-kebangsaan) harus sadar dan bersatu bahwa demokrasi liberal-kriminal ini penuh kepalsuan dan kebohongan,  terlalu mahal, sarat politik uang, tidak sesuai dengan preambule UUD45 dan cita-cita Founding Fathers, cita-cita Proklamasi 1945,’’ demikian pesan Suko Sudarso yang disampaikan ke publik melalui Herdi Sahrasad dan Nehemia Lawalata, keduanya aktivis/inteligensia kebangsaan yang mencintai bangsa dan negara ini sampai titik darah penghabisan.(Kf)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...