14 December 2019

Soal Yerussalem, PKS akan Kirim Surat ke Donald Trump

Konfrontasi - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman mengungkapkan akan melayangkan surat terbuka kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Isinya, PKS mendesak Trump cabut pengakuan Yerusalem sebagai ibukota Israel.

“Tadi pagi, saya menyelesaikan surat terbuka kepada Donald Trump yang akan disampaikan besok ke Kedubes. Kami menuntut dalam surat itu agar pemerintah AS menyadari kesalahannya, dan Presidennya mencabut putusannya,” tegas Sohibul Iman dalam orasinya disambut pekikan takbir puluhan ribu massa kader dan simpatisan PKS yang menyemut di depan Kedutaan Besar AS, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Minggu (10/12/2017).

Mantan Wakil Ketua DPR RI ini menegaskan dalam suratnya, bahwa dulu Yerusalem menjadi kota yang damai saat dipimpin pemimpin Muslim. Namun ketika Inggris datang seolah-olah sebagai pemilik tanah Palestina, dia berikan sebagian tanah Palestina kepada Yahudi. Sejak saat itu terjadi berbagai gejolak dan polemik. Dan Donald Trump justru semakin memberikan bensin atas konflik yang terjadi.

Menurutnya, klaim sepihak AS tentu saja melanggar kesepakatan dunia lewat resolusi PBB. Bahkan lebih penting lagi, arogansi sepihak AS jelas merusak proses perdamaian yang telah dirintis berpuluh-puluh tahun agar rakyat Palestina mendapatkan hak kemerdekaannya atas Yerusalem atau Baitul Maqdis.

“Mudah-mudahan respons positif diberikan oleh pemerintah AS, dan kita yakin sebagian besar dari masyarakat AS tidak suka dengan keputusan Presidennya sendiri,” imbuh Sohibul Iman.

Dalam aksi tadi pagi diikuti massa dari berbagai elemen dan organisasi masyarakat.

Sambil membawa bendera Indonesia dan bendera Palestina, serta mengenakan “keffiyeh”, selendang rajut khas Palestina juga berbagai atribut lain seperti pin dan ikat kepala, massa berulang kali meneriakkan “Allahu Akbar” sebagai bentuk solidaritas mereka terhadap sesama Muslim di Palestina.

Sejak Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencananya untuk memindahkan Kedutaan Besar AS untuk Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem pada Rabu (6/12/2017) lalu, kecaman dan protes keras terus mengalir dari organisasi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

Presiden RI Joko Widodo sendiri telah menyampaikan kecaman keras terhadap sikap Trump yang dinilai telah melanggar berbagai resolusi di PBB dimana AS menjadi anggota, dan dapat mengguncang stabilitas keamanan dunia. (lnsaindo/mg)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...