16 December 2017

Soal Duet Jokowi (UGM)-Rizal Ramli (ITB), Ini Pandangan Tokoh Senior GMNI ITB Suko Sudarso

KONFRONTASI- ' Kalau Presiden Jokowi merekrut kembali Rizal Ramli (RR) ke Kabinet dalam resufel nanti, atau Presiden mengajukan Rizal Ramli sebagai Gubernur BI pada 2018 ini, maka  itulah sinyal kuat Jokowi untuk  kemungkinan merekrut RR dalam duet Jokowi-Rizal Ramli pada Pilpres 2019 . Tidak sulit buat saya memprediksinya, kalau Presiden melakukan resufel dan menarik RR masuk kabinet, atau Presiden ajukan RR jadi calon Gubernur BI setelah Agus Marto berakhir 2018 nanti,  maka itu jelas sinyal kuat Jokowi untuk kemungkinan berduet  dengan RR mengatasi masalah ekonomi, kondisi bangsa dan negara yang harus diperbaiki. Sebelum itu terjadi, mari kita lihat saja segala kemungkinan yang terbuka ke depan..''  Demikian  pandangan Suko Sudarso, tokoh senior GMNI ITB yang juga sesepuh nasionalis kultural. Pekan lalu Sultan Tidore Husain Syah mengajukan gagasan duet Jokowi-Rizal Ramli  dalam dialog di Maluku Utara bersama rakyat setempat, guna perbaiki ekonomi  rakyat dan kondisi bangsa dewasa ini yang muram dan murung.

Suko Sudarso melihat, masyarakat atau publik  bersuara mempertimbangkan duet Jokowi- Rizal Ramli  karena ingin mengatasi kesuraman ekonomi setelah kegagalan Neoliberalisme  Sri Mulyani cs dewasa ini dengan stagnasi ekonomi dan merosotnya daya beli rakyat.

‘’Jokowi masih popular, meski elektabilitas cenderung merosot, namun rakyat kecil atau masyarakat cilik  diprediksi masih memilih Jokowi, sehingga kalau misalnya mencuat duet Jokowi- Rizal Ramli, hal itu membuka kemungkinan untuk memperbaiki keadaan bangsa dan ekonomi nasional yang merosot . Kini memburuknya ekonomi sudah mengancam demokrasi dan bangsa ini ,’’ kata Suko Sudarso, tokoh senior  GMNI ITB, sesepuh nasionalis kultural dan mantan Komandan Barisan Soekarno  di Bandung pertengahan 1960-an.

''Dalam hal ini, kalau tidak duet Jokowi- Rizal Ramli, sangat mungkin terbuka peluang bagi munculnya duet Prabowo- Rizal Ramli,'' katanya. 'Problem ekonomi sangat mengancam bangsa dan demokrasi kita sehingga  RR yang mampu memberi harapan bagi pertumbuhan ekonomi 6% ke atas akan jadi pilihan rakyat, ujarnya.

''Kalau stagnasi ekonomi dibiarkan Jokowi,  kelas menengah bisa marah  dan bisa kacau kehidupan rakyat dan chaos mengancam  era Jokowi. Hemat saya, seluruh kalangan iTB dan semua kekuatan nasional dan komponen bangsa harus sadar bahwa ekonomi kita dalam bahaya stagnasi berlanjut,'' imbuh Suko Sudarso, tokoh senior ITB yang disegani.

Nama Rizal Ramli kembali muncul sebagai capres/cawapres alternatif. Pasalnya, RR dipercaya dapat memberikan solusi dari masalah ekonomi  yang membebani bangsa dan negara ini.  Pasalnya,Pekan lalu Sultan Tidore Husain Syah mengajukan gagasan duet Jokowi-Rizal Ramli  dalam dialog di Maluku Utara bersama rakyat setempat, guna perbaiki ekonomi dan kondisi bangsa dewasa ini.

Mantan aktivis santri Fisipol UGM Muhamad Muntasir Alwy yang juga peneliti The New Indonesia Foundation mengatakan, RR dengan latar belakang ekonom ahli di Sekjen PBB New York diharap banyak kalangan mengatasi kemerosotan ekonomi, mengemban daulat ekonomi kerakyatan dan melaksanakan Trisakti Bung Karno yang disegani.

''Pada pilpres 2019, Rizal Ramli sebagai kuda hitam  diyakini mampu mengatasi kerentanan dan keruwetan ekonomi akibat salah urus rezim. Meski RR bukan orang Jawa namun dia tipikal tokon nasional berbasis NU-Muhammadiyah dan nasionalis kultural yang kredibel, berani dan sangat kritis kepada Neoliberalisme IMF/Bank Dunia,'' kata Muntasir Alwy.

Dia menceritakan, pengajar UI Rocky Gerung pernah menyatakan, bahwa Sri Mulyani PhD adalah ekonom cantik yang liberal, dan berani, dan Rizal Ramli adalah ekonom senior yang gagah,  surplus gagasan, kredibel, berintegritas teinggi, sangat kompeten dan menggelorakan Trisakti Soekarno, namun sayang keduanya berseberangan gagasan dan paradigma ekonomi.

‘’RR kaya gagasan  dan solusi bagi rakyat, dia tangguh dan kredibel, sangat pantas jadi capres alternatif,’’ kata Rocky, ahli filsafat politik dituturkan Muntasir Hasil gambar untuk jokowi rr

Sementara, Direktur Freedom Foundation, Darmawan Sinayangsah  jebolan Fisip  UI (Cum laude) mengatakan, RR dipercaya dapat memberikan  solusi  atas pelemahan ekonomi, meroketnya pengangguran dan kemiskinan. 

''Alangkah dahsyatnya kalau Rizal Ramli masuk Kabinet Jokowi lagi, sebagai kekuatan revitalisasi pro-rakyat,  sebagai penyeimbang dan kekuatan kontrol korektif  terhadap Neoliberalisme Sri Mulyani,  grup JK, Luhut, Rini Soemarno dll yang punya vested interest  atau bisnis, untuk menolong Jokowi kembali pada Nawa Cita,'' kata Darmawan. (KF)

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...