Setelah Rizal Ramli Dicopot Jokowi

KONFRONTASI – Menko Rizal Ramli yang gigih membela Jokowi agar tetap di garis Nawa Cita, Revolusi Mental dan Trisakti, baru 11 bulan di Kabinet Kerja, mendadak digunting, diberhentikan dan dikorbankan oleh Presiden Jokowi karena tekanan para pengembang dan kepentingan bisnis-politis peng-peng (penguasa-pengusaha), terumata setelah mencuatnya isu reklamasi..

Di Kabinet Kerja sudah jadi pengetahun umum, ada sayap Yusuf Kalla cs, PDIP cs, Nasdem, Sembilan Naga cs dan seterusnya, yang membuat intrik dan gesekan politik di lingkaran istana Jokowi sangat tajam. RR sebetulnya berjuang sendiri, lone ranger, yang menyuarakan pentingnya tata kelola pemerintahan yang baik, dan terkait reklamasi, RR ingin tata kelola korporasi yang baik dalam membangun reklamasi pulau-pulau kecil perairan Jakarta. RR tidak memusuhi  pengusaha/taipan maupun Ahok, namun RR ingin reklamasi  dilaksanakan dengan baik: bermuatan visi-misi sosial dan kebangsaan, memperkuat multiculturalisme, dengan studi kelayakan yang bagus, dan  amdal yang bagus sehingga layak dan menjadi contoh inklusifisme pembauran Tionghoa dan bumiputera di pulau reklamasi.  Bukan eksklusifisme dan segregasi antara pribumi dan minoritas tertentu.

Namun ternyata RR jadi korban fitmah dan intrik politik yang keji di lingkaran kabinet dan istana. Buktinya, RR disingkirkan Jokowi dengan tangan dingin dan  senyuman khasnya.

Asal tahu saja, sejak awal di kabinet, RR sudah sangat cemas dan risi dengan dominasi peng-peng (penguasa-pengusaha) di Kabinet Kerja dan di balik Koalisi Jokowi yang mengeruk keuntungan dari kelugasan  dan kelemahan Jokowi dalam menyiasati ekonomi politik demokrasi kriminal dewasa ini.

Para analis melihat, pemecatan RR itu memiliki benang merah dengan penegasan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) membuat pernyataan mengejutkan terkait proses terpilihnya Joko Widodo (Jokowi) menjadi Presiden RI. Terungkap dari Ahok bahwa Jokowi tidak akan jadi presiden jika tanpa bantuan pengembang. Pernyataan ini dikatakan Ahok saat rapat berlangsung dan rekaman ini tersebar luas di Youtube dengan judul 26 Mei 2015 Basuki T Purnama menerima paparan dari Jak Pro.

’’ "Pak Jokowi tidak akan bisa jadi presiden kalau mengandalkan APBD. Saya ngomong jujur kok. Jadi selama ini kalau bapak-bapak ibu-ibu, semua yang terbangun sekarang, rumah susun, jalan inspeksi, waduk, itu semua bantuan pengembang," kata Ahok waktu itu.

Setelah disingkirkan dari Kabinet Jokowi, di luar dugaan, RR membuat pasemon dengan menyampaikan ‘’Terimakasih’’ pada Presiden Jokowi atas pemecatan itu karena penyingkirannya tersebut mendorong ‘’banyak kalangan’’ (ulama, kyai, ustad, kaum Tionghoa, jenderal purn, santri, petani, buruh dan nelayan serta kaum miskin kota)  mendesak RR maju ke Pilpres dengan apa adanya, candid, karena mereka menilai komitmen RR untuk rakyat dan bangsa ini sangat kuat, penuh amanah dan hampir pasti berhadapan dengan vested interest kalangan peng-peng (penguasa-pengusaha) yang korup, greedy, serakah.

RR yang kaya gagasan bagi kemajuan dan kejayaan  bangsa,  dengan target pertumbuhan ekonomi inklusif  7-10%, dikorbankan dan dipecat  karena Jokowi dan PDIP  telanjur ‘’utang budi’’ kepada kalangan taipan dan peng-peng yang membantunya, seperti disebutkan Ahok di atas. Namun Rizal Ramli tidak pernah dendam dan sakit hati, malah berterimakasih kepada Jokowi. Para elite neolib pun gembira, bebas melenggang tanpa ‘’kritik dan koreksi’’ dari sang Begawan Ekonomi  di dalam kabinet.  Apa hasilnya Kabinet Neolib?

Harus dicatat  bahwa itu soal bunga bonds: RI selalu kemahalan era Sri Mulyani.
Vietnam non-investment grade. 2 level di bawah RI, yield lebih murah. India selevel RI, yield mereka sedikit lebih murah--tp inflasi mereka lebih tinggi.
Kini ada 4 BUMN karya punya utang Rp 157Trilyun, nilai sahamnya turun 12% di thn 2017, dan turun lagi  13%  pada Maret 2018. Sudah high risk! Lihat ini, defisit  perdagangan migas 2017 sudah US$ 7,3 miliar (2016 masih US$ 4,8 miliar).

Defisit  pendapatan primer 2017 sudah US$ 32,8 (2016 masih US$29,6 miliar ).

Defisit neraca jasa 2017 sudah US$ 7.9 miliar (2016 msh US$7,1 miliar)

Pertumbuhan penerimaan pajak nonmigas tahun 2017 hanya 2.6% (2016 masih 5.8%). Industri terpukul hebat.

Tax Ratio 2017 hanya 9%-an. Terburuk dalam 5 tahun ini dan terus menurun.

Tax Buoyancy terus menurun. Pada 2012 tercatat sebesar 2,1% dan pada 2016 tinggal 1,4%. Sejak itu tax buoyancy tak pernah dibahas dalam nota keuangan 2017 dan 2018.

Share Investasi terhadap GDP 2017 = 34.28%,

Growth sekitar 5% dan ICOR = 6, hampir 7, artinya kebocoran/korupsi sudah tiga kali lipat era Orde Baru yang ICORnya 2%.. Mau kemana kemenkeu di era demokrasi kriminal belasan tahun ini?

Dan kini banyak dukungan rakyat mengalir ke RR untuk maju jadi Capres Rakyat. RR sering memberikan pandangan dan nasehat kepada Jokowi agar terus memihak rakyat, namun mendadak  Sri Mulyani yang disebut selaku Srikandi Centurygate cs masuk lagi kabinet. Maka, lengkaplah sudah pengguntingan RR dari kabinet.

Namun kemudian para ulama dan masyarakat mendorong RR maju jadi capres rakyat 2019. Kalau Tuhan menghendaki, maka apa pun bisa terjadi. Apalagi dukungan Satgas Cakra Buana PDIP, pesantren,kalangan NU-Muhammadiyah terus bertambah. Semoga jadi amal soleh dan amanah. (Konf)

Tags: 
Category: 
loading...

Related Terms



Loading...