18 September 2019

SBY Merasa Koalisi Pendukung Jokowi Tolak Demokrat Gabung, Nah Lou

KONFRONTASI- Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) merasa jalan partainya bergabung dengan koalisi pendukung Joko Widodo (Jokowi) sudah tertutup. SBY merasakan penolakan sejumlah elite parpol yang mendukung mantan Wali Kota Surakarta itu.

Keyakinan itu ia dapatkan setelah mendengar pernyataan sejumlah ketua umum partai politik pendukung Jokowi usai melakukan pertemuan tertutup di Istana Negara beberapa hari lalu.

“Kurang lebih pernyataannya seperti ini, kalau partai-partai politik yang di sana (diluar pendukung Jokowi) gagal, maksudnya (gagal) membangun koalisi, dan ingin bergabung ke koalisi Pak Jokowi, (maka) harus disepakati oleh semua partai-partai di koalisi,” kata SBY saat menggelar konferensi pers di kediamannya di Kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (25/7).

SBY Merasa Koalisi Pendukung Jokowi Tolak Demokrat Gabung

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono saat menyambut kedatangan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Jakarta, Selasa (24/7). (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

Sebagai seorang politikus senior, dirinya mengaku mengetahui betul maksud dari pernyataan itu. Atas dasar itu, dia yakin sulit bagi Partai Demokrat berada di dalam koalisi Jokowi.

SBY tidak menjelaskan secara detail alasan partainya ditolak masuk ke gerbong koalisi Jokowi. Namun yang pasti, ia menghargai sikap Jokowi yang pernah mengajak Demokrat gabung koalisi.

“Saya benar-benar merasa kesungguhan dan ketulusan Pak Jokowi untuk mengajak kami (berkoalisi) di dalam. Tetapi, saya mengetahui, tanpa harus saya sampaikan sumber-sumbernya, memang tidak terbuka jalan bagi Demokrat untuk bergabung dengan koalisi beliau,” ucapnya.

“Oleh karena itulah tanpa meninggalkan luka apapun, saya dengan Pak Jokowi, saya menghormati beliau pernah mengajak untuk bersama-sama di dalam pemerintahan. Tapi barangkali jalan itu tidak terbuka dengan baik dan kami mengerti,” sambungnya.(jawapos)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...