22 November 2019

RSUD Kota Tangerang Kandidat Pertama RSUD Syariah di Luar Aceh

Konfrontasi - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tangerang menjadi kandidat RSUD Syariah pertama di Provinsi Banten. Tim Surveyor Visitasi Sertifikasi Rumah Sakit Syariah dari Dewan Syariah Nasional MUI Rikza Maulan, label syariah itu merupakan yang pertama diterapkan di luar Provinsi Aceh.

"Insya Allah, mudah-mudahan RSUD Kota Tangerang menjadi rumah sakit umum daerah pertama di luar Aceh yang akan mendapatkan sertifikasi syariah. Kemungkinan RSUD di Kota Tangerang menjadi percontohan bagi rumah sakit umum daerah yang ada di Indonesia yang menerapkan konsep syariah," kata dia dalam keterangan resminya, Jumat (25/1).

Menurut dia, dengan standar syariah akan semakin meningkatkan kualitas yang diberikan rumah sakit kepada seluruh pasiennya. Ia menegaskan, standar syariah tidak hanya khusus yang Muslim tapi juga untuk yang non-muslim.

Sekretaris Daerah Kota Tangerang Dadi Buaderi mengatakan, masuknya RSUD Kota Tangerang sebagai kandidat RSUD Syariah di Indonesia harus bisa menjadi momentum meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Kota Tangerang. Dengan begitu, pasien akan semakin mudah untuk berobat.

"Saya berharap dengan adanya sertifikasi rumah sakit syariah, RSUD Kota Tangerang menjadi lebih semangat untuk memberikan pelayanan yang lebih baik agar semua pasien yang ada di rumah sakit menjadi lebih nyaman," kata dia.

Ia menegaskan, sertifikasi tidak akan ada artinya bila tidak diiringi dengan peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Menurut dia, apapun hasilnya, Pemkot Tangerang berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan RSUD Kota Tangerang.

Direktur Utama RSUD Kota Tangerang Feriyansyah mengatakan, masuknya RSUD Kota Tangerang menjadi kandidat RSUD Syariah tidak terlepas dari standar mutu syariah yang telah dipenuhi oleh RSUD Kota Tangerang. Ia menjelaskan, ada tiga tandar mutu wajib syariah yaitu pasien sakaratul maut terdampingi dengan Talqin, mengingatkan waktu shalat bagi pasien dan keluarga, serta pemasangan kateter sesuai gender.

"Yang laki-laki dipasang perawat laki-laki demikian juga sebaliknya," kata dia. (rol/mg)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...