25 May 2019

Rizal Ramli Yakin Prabowo Mampu Bawa Pertumbuhan Ekonomi 8%, Jokowi 5%

KONFRONTASI- Tokoh nasional/Ekonom senior, Rizal Ramli mengatakan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto mampu membawa Indonesia mencapai pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dibandingkan capres petahana Joko Widodo (Jokowi).

Pria yang akrab disapa RR itu memaparkan, ekonomi di pemerintahan Jokowi cuma tumbuh di kisaran 5%, sedangkan Prabowo, lanjut Rizal Ramli bisa mendorong pertumbuhan ekonomi ke 8% jika terpilih nanti.

"Nah Prabowo pasti bisa delivery 8% economic growth, bahkan lebih tinggi. Jokowi bisanya cuma 5%. Kalau dia kepilih lagi 5 tahun lagi cuma 5%. Nggak mungkin lapangan kerja nambah, nggak mungkin upah naik," kata RR dalam acara Diskusi Bareng Aliansi Pengusaha Indonesia di Hotel Century Park, Jakarta, Senin (8/4/2019).

Hasil gambar untuk prabowo rizal ramli

RR punya hitung-hitungan menggenjot pertumbuhan ekonomi. Pertama adalah menurunkan harga-harga, misalnya tarif listrik khususnya yang 900 volt ampere (VA). Berikutnya menurunkan harga beberapa produk pangan seperti beras, gula, dan daging.

"Itu dengan langkah begini saja bisa tambah pertumbuhan ekonomi 1%," ujarnya.

Berikutnya adalah menaikkan gaji pegawai negeri sipil (PNS). Dia mencontohkan seperti di era Presiden Gus Dur di mana gaji PNS naik 125%. Itu bakal memacu pertumbuhan ekonomi karena daya beli meningkat.

"Waktu saya Menko Gus Dur, kami bujukin Gusdur untuk naikkan gaji pegawai negeri 125%, maksudnya totalnya 125%. Yang lebih bawah hampir naik 2%. Maksudnya apa? rakyat punya uang lagi, belanja lagi 99%, ekonomi tumbuh lagi," ujarnya.

Berikutnya dengan memperluas lahan pertanian, yaitu jagung 1 juta hektar, dan tebu 500 ribu hektar. Selanjutnya meningkatkan kesejahteraan petani.


Rizal Ramli mengjenguk Mantan Presiden Soesilo Bambang Yoedhoyono

"Caranya tiap panen petani harus untung 10%. Jadi kita tetapkan 3 harga dasar untuk 3 komoditi. Nah kalau kita lakukan ini tiap 7 tahun pendapatan petani akan naik 2 kalinya," paparnya.

Selanjutnya adalah dengan mendorong pertumbuhan pembangunan publik housing. Itu akan memacu pertumbuhan ekonomi. Pasalnya pembangunan perumahan ini akan meningkatkan lapangan kerja bagi masyarakat. Dia mencontohkan Amerika Serikat (AS) dalam hal ini.

"Teman-teman harus ingat waktu AS depresi, untuk bikin bangkit ekonomi AS adalah bangun rumah yang nyedot lapangan kerjaan banyak. Dengan langkah ini kita sudah nambah 1,5 pertumbuhan ekonomi," tambahnya.

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...