18 December 2018

Rizal Ramli Ungkap Blunder IMF dalam Merusak Ekonomi RI: Rakyat Terbukti Dikibuli

KONFRONTASI- Mantan Menko Bidang Perekonomian, Rizal Ramli, blak-blakkan membongkar blunder-blunder IMF dalam merusak ekonomi Indonesia pada tahun 1998 hingga menyebabkan krisis ekonomi.

Dilansir TribunWow.com, hal itu dia ungkapkan melalui akun Twitter@RamliRizal, yang diunggah pada Selasa (9/10/2018).

Rizal Ramli mengatakan jika IMF datang ke Indonesia dengan blunder menawarkan paket pinjaman dengan syarat yang banyak dan susah dipenuhi.

Rizal Ramli yang menyebut syarat itu bahkan mengada-ngada dan ia lantas memberikan contoh.

Yakni, seperti kebijakan likuidasi 16 bank kecil yang justru membuat hancur kepercayaan masyarakat.

Di mana mereka akhirnya menarik dana dari bank-bank nasional yang membuat banyak bank kolaps.

Atas hal itu, Rizal Ramli memberikan peringatan kepada semuanya jika Indonesia bisa krisis di tahun 1997-1998.

Sri Mulyani Tegaskan Indonesia Tak Akan Pinjam Dana dari IMF meski Jadi Tuan Rumah AM 2018 di Bali

Akan tetapi, tidak ada yang mempercayainya.

Menurut Rizal Ramli, pinjaman IMF tidak digunakan untuk memompa ekonomi Indonesia.

"Rakyat Indonesia dikibuli komprador2 & SPG IMF !!," tegas Rizal Ramli.

 

Lebih lanjut, Rizal Ramli kemudian membandingkan dengan situasi semi krisis yang kini dirasakan Indonesia.

Menurutnya, hal ini bisa berujung pada pinjaman dari IMF.

Jika itu terjadi, menurutnya akan ada kerusakan yang lebih besar dari tahun 1998.

 

Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

"Indonesia mengalami krisis ekonomi tahun 1998.

Krisis itu kalau kita tangani sendiri,yg tadinya tumbuh rata-rata 6%, ekonomi Indonesia paling akan anjlok 2 – 0 %.

Akan tetapi, karena kita mengundang IMF, ekonomi Indonesia malah anjlok ke -13%. Kok IMF malah bikin lebih rusak ?

Begitu IMF datang, mereka memaksa & membujuk Pemerintah Indonesia untuk menaikkan tingkat bunga sangat tinggi dari 18% ke 80%.

Teorinya utk menahan pelarian modal & memperkuat Rupiah.

Dampaknya, hampir semua perusahaan di Indonesia langsung tidak mampu bayar dan macet kredit.

Keputusan untuk mengundang dan meminjam dari IMF merupakan kesalahan terbesar Widjoyo yg membujuk Pres Soeharto untuk mengundang IMF.

Pasalnya, IMF menyarankan berbagai program kebijakan yang tak masuk akal dan malah membuat kondisi ekonomi nasional justru semakin terpuruk.

IMF bikin blunder karena menawarkan paket dgn syarat banyak sekali, susah dipenuhi, mengada-ada, pemerintah terpaksa manut.

Misalnya, kebijakan likuidasi 16 bank kecil justru justru hancurkan kepercayaan masyarakat, mereka menarik dana dari bank2 nasional, banyak bank kolaps.

Rizal Ramli satu2nya ekonom Indonesia yg menolak pinjaman IMF di pertemuan para ekonom di Hotel Borobudur dgn Managing Director IMF Camdesus bulan 0ct 1997, sebelum Camdesus bertemu Pres Soeharto di Istana. Ekonomi akan semakin rusak dibawah IMF.

Ternyata semuanya terbukti.

Bulan October 1996, Rizal Ramli sbg Chairman Econit Advisory Group mengeluarkan 100an halaman forecast utk ekonomi Indonesia: “1997: The Year of Uncertainty”.

Bahwa ekonomi Indonesia akan mengalami krisis ekonomi 1977-78. Tidak ada yg percaya, tetapi ternyata semuanya terjadi !!

Forecasr RR Oct 1996 ttg ekonomi 1997 dibantah2 oleh Depkeu, BI analis2 asing sbg mengada-ada & tidak benar. Bahwa Fundamental ekonomi Indonesia kuat.

Mereka berbohong didukung oleh pujian2 IMF & Bank Dunia. Ada 3 points RR : utang swasta, current account defisit, overvalued

Akhirnya sesuai ramalan RR, terjadi krisis besar 1997/1998. Ekonomi anjlok dari rata 6% ke -13% krn salah saran & kebijakan IMF. Utk selamatkan bank2, BLBI disuntik $80 milyar, biaya penyelamatan bank terbesar relatif GDP, perusahaan banyak yg bangkrut, penggangguran naik 40%," tulis Rizal Ramli.

Fakta-fakta Penggunaan Anggaran IMF 2018, Pernyataan Luhut Pandjaitan hingga Biaya Lain di Luar APBN

Postingan Rizal Ramli soal IMF

Postingan Rizal Ramli soal IMF (Capture/Twitter)

"Pinjaman IMF $35 milyar digembar-gemborkan untuk membatu Indonesia. Semua pejabat, ekonom & media percaya dgn propaganda ini. Ternyata dipakai membayar utang swasta Indonesia di bank2 asing yg belum jatuh tempo. Pinjaman IMF itu utk selamatkan bank2 asing bukan menolong rakyat," .

"Jika pinjaman IMF $35 M dipakai utk pompa ekonomi RI, bukan selamatkan bank2 asing, ekonomi Indonesia dapat tambahan pembiayaan 350 trilliun (kurs Rp10.000/$), ekonomi Indonesia akan meroket dari -13% 1998 ke atas 8% tahun 1999. Rakyat Indonesia dikibuli komprador2 & SPG IMF !!" imbuhnya.

 

"Tanggal 1 Mei 1998, IMF membujuk Indonesia utk menaikkan harga bensin 74% dan minyak tanah 44%. Seminggu sebelumnya, RR diundang Asian Director IMF, DR Hubert Neiss, di Grand Hyatt untuk membujuk RR utk mendukung usulan tsb. RR menolak dan bahkan ingatkan bisa terjadi kerusuhan.

Para buzzer2 yg nora, komentar bodoh, kasar, dan tidak coba memahami masalah & solusi secara dingin, maaf terpaksa kami blocked. Karena sdr/i hanya ‘noice’ (bising). Sdr/i sebetulnya kehilangan kesempatan utk mempelajari berbagai masalah ekonomi, politik secara sistematis.

Tgl 1 Mei 1998, atas bujukan IMF, pemerintah naikkan harga bensin 74% & minyak tanah 44%. Tgl 2 Mei 1998, demonstrasi besar2an anti kenaikan BBM di Makassar, tlg 4 Mei di Medan, 9 Mei dst Solo hancur, Jkt minggu ke 2 Mei rusuh. Ini apa yg disebut literatur “IMF Provoked Riots”..

Malaysia kena krisis 1998 menolak saran IMF, atas saran DR.Zeti Acting Governor Central Bank. Malaysia selamat dari krusis, ringgit & ekonomi stabil! Pres Kim Dae Yung, bawa 100 pengutang Korea utk restrukturisa utang ke New York. Korea selamat. Indonesia manut IMF, paling hancur.

Hari ini 20 tahun kemudian, masih banyak komprador dan SPG IMF di pemerintahan, elit dan media, baik yg paham maupun sekedar speakers. Semi krisis hari ini, bisa berkembang dan berujung pada pinjaman IMF lagi, dgn kerusakan lebih dahsyat dari 1998. Belajarlah dari sejarah," pungkas Rizal Ramli.

Sebelumnya, peranan IMF dalam perusakan ekonomi Indonesia juga sempat dibahas oleh ekonom asal Amerika Serikat di Universitas Johns Hopkins, Prof. Steve Hanke.

Pernyataan ini ia sampaikan ketika berbalas pesan dengan Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon.

"The IMF's role in Asian Fin. Crisis at direction of U.S. Pres. Bill Clinton = give advise to destabilize Indonesia & topple Pres. Suharto.

(Peran IMF dalam akhir Asia. Saat krisis diberi arahan Presiden Amerika Bill Clinton = memberi nasehat untuk mengacaukan Indonesia dan menggulingkan Presiden Soeharto-red)," tulisnya, 5 Maret 2018 lalu.

 Fadli Zon lantas mengucapkan terima kasih dan memberikan kesimpulan jika IMF hanyalah alat politik.

"Many thanks Prof, so the IMF was a political tool to worsen the economic crisis as conditions for regime change in Indonesia.

(Terima kasih banyak Prof., jadi IMF adalah alat politik untuk memperburuk krisis ekonomi sebagai syarat untuk perubahan rezim di Indonesia-red)," tulis Fadli.

Steve Hanke kemudian membenarkan pernyataan Fadli Zon.

"Zon, You are correct. US/IMF were trying to topple Suharto, and did.

As his chief adviser, I met with Suharto at his residence every night.

He knew exactly what the great game was all about.

(Zon, kamu benar AS / IMF berusaha menggulingkan Suharto, dan melakukannya. Sebagai penasihat utamanya, saya bertemu dengan Suharto di kediamannya setiap malam. Dia tahu persis apa permainan hebatnya-red)," tulis Steve.

 

(TribunWow.com/Lailatun Niqmah)

 

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...