29 March 2020

Rizal Ramli : Tanpa Kemampuan Mengontrol Laut, Kita Sulit Kelola Negara

KONFRONTASI- "Tanpa kemampuan mengontrol perairan laut kita, akan sangat sulit untuk mengelola negara, mengeksplorasi dan mengeksploitasi sumber daya secara berkelanjutan," kata Menko Maritim dan SUmber Daya Rizal Ramli  di Jakarta, Rabu (16/9/2015). Indonesia menjadi tuan rumah International Maritime Security Symposium (IMSS) 2015. Ini merupakan agenda IMSS kedua, yang mengambil tema 'Membangun Kepercayaan dan Kerjasama di Bidang Maritim guna Mencapai Perdamaian dan Kemakmuran Bersama'.

IMSS 2015 dibuka langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi, dengan keynote speakers Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli dan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut B Pandjaitan.

Dalam pidatonya, Rizal menyampaikan simposium ini penting karena beberapa alasan. Pertama, keamanan maritim merupakan elemen penting dalam menciptakan kedaulatan bangsa dan mengembangkan ekonomi.

"Tanpa kemampuan mengontrol perairan laut kita, akan sangat sulit untuk mengelola negara, mengeksplorasi dan mengeksploitasi sumber daya secara berkelanjutan," kata Rizal, di Jakarta, Rabu (16/9/2015).

Alasan kedua, kata dia, ketahanan sebuah negara membutuhkan dukungan ketahanan regional, yang berarti wilayah perairan Indonesia yang demikian luas perlu dikelola dengan baik.

Alasan ketiga, kawasan Asia Pasifik mempunyai tantangan sekaligus kesempatan untuk meningkatkan kerjasama yang saling menguntungkan dan menghormati antar negara.

Lebih dari itu, simposium ini juga digelar dalam menciptakan perdamaian di perairan laut sesuai dengan UNCLOS 1982.

Rizal juga menyampaikan, semua negara harus menaruh perhatian pada tantangan di kemaritiman, termasuk bila terjadi sengketa perairan dan penangkapan ikan ilegal.

"Jika wilayah laut tidak dikelola dengan baik, maka akan terjadi ironi di kawasan Asia Pacifik, dimana pertumbuhan ekonomi diikuti dengan ketidakpercayaan dan konflik," kata dia.

Sementara itu, dalam konferensi pers, Luhut mengatakan, pemerintah sudah mengambil sikap tegas soal konflik Laut China Selatan. Menurut Luhut, TNI AL tidak akan ikut campur apabila konflik tersebut sudah menyangkut urusan politis.

"Saya kira TNI AL tidak akan bicara soal politik. Biarkan itu diselesaikan pemerintah. Sikap pemerintah sudah clear, kita ingin menyelesaikan masalah itu lewat jalur diplomatik," kata Luhut.

IMSS 2015 diikuti oleh delegasi yang dipimpin langsung oleh Perwira Tinggi Angkatan Laut 42 Negara di dunia, tujuh diantaranya dipimpin langsung oleh Kasalnya. Peserta yang hadir lebih kurang ada 350 orang. (KCM)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...