24 August 2019

Rizal Ramli: Tahun Politik, Pers Jangan Memihak Capres atau Caleg Tertentu

Sebagai pilar keempat demokrasi, pers harus tetap konsisten dalam komitmennya untuk menjaga demokrasi. Terlebih, memasuki tahun politik di mana pers harus tetap independen, tidak berpihak pada kubu capres dan caleg mana pun. 

Hal itu dikatakan ekonom senior Rizal Ramli dalam diskusi bertajuk "Membangun Asa Negeri dari Perspektif Jurnalis" di sela acara Kongres Poros Wartawan Jakarta (PWJ) di Cilember, Bogor, Jawa Barat, Sabtu-Minggu (8-9/12).

"Produk jurnalistik bukanlah propaganda politik. Jadi, kalau kawan-kawan jurnalis masih merasa sebagai jurnalis, sebaiknya tidak terjebak pada dukung mendukung capres atau caleg. Produk jurnalistik sifatnya memberikan informasi secara obyektif yang dapat mencerdaskan masyarakat. Selain itu, daya kritis harus lebih tajam agar pemerintah mampu berbenah," ujar Rizal Ramli.

Menurut Rizal Ramli, pemberitaan yang obyektif juga harus berdasarkan investigasi berdasarkan data dan fakta yang kuat, agar tidak menjadi pemberitaan bohong atau hoax. 

Dalam kesempatan yang sama, mantan Ketua YLBHI, Patra Zein berpendapat, untuk menjaga independensi pers harus ada regulasi yang mengatur soal pembatasan pemilik media dalam mengatur keredaksian. 

"Kadang wartawan juga tersandra dengan kebijakan pemilik media. Inilah yang menjadi kegalauan wartawan. Oleh karena itu, harus ada regulasi yang mengatur pemilik media tidak boleh intervensi redaksi," tutur Patra Zein. 

Dalam kongres ini, Tri Wibowo Santoso kembali terpilih sebagai ketua umum untuk masa bakti 2018 hingga 2020. 

Suasana diskusi bertajuk

Saat memberi sambutan, pria yang akrab disapa Bowo itu menilai tahun politik tidak hanya menjadi ujian bagi wartawan untuk menjaga independensi saja. Tapi, yang harus diperhatikan adalah keselamatan bagi wartawan terhadap kemungkinan-kemungkinan intimidasi dari pihak tertentu yang tidak suka dengan pemberitaan yang ditulis wartawan tersebut. 

"Jangan sampai dampak dari pemberitaan wartawan membuat pihak tertentu menjadi geram, dan yang dijadikan sasaran adalah wartawan yang menulis berita. Ini yang sering menjadi masalah, perlindungan terhadap wartawan masih kurang," tandas Bowo.

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...