14 October 2019

Rizal Ramli Soal Skandal Century, Keterlibatan Boediono dan Isu 'Gratifikasi' Jabatan Wapres

KONFRONTASI- Tokoh nasional Rizal Ramli mengingatkan KPK agar menuntaskan Boediono dkk dalam kasus Century tanpa pandang bulu dan jangan tebang pilih. KPK harusnya minta audit investigasi tiga lapis. Sedangkan Boediono dicurigai terima gratifikasi jabatan Wapres setelah melakukan bail out  Bank Century.

RR menambahkan, KPK harus tahu, bahwa bail out Century itu banyak masalah. Ada  CARyang  aturannya sederhana yaitu kalau  bank  di bail out syarat minimal CAR-nya 8% tapi saat rapat para pejabat BI dan instansi terkaitnya, waktu mengambil keputusan CAR-nya 2,3% (capital adequate ratio) artinya gak boleh diselamatin tapi ditutup aja.

Nah yang lebih parah, pada waktu pelaksanaan pengucuran dananya ternyata CAR-nya sudah negative. Maka sangat terang semua itu sudah kejahatan raksasa karena sebagai akibatnya lagi, Bank Indonesia mengganti peraturan lagi. ‘’Mohon maaf Pak Boediono sudah dua deputy bapak meninggal karena stress (saudara Budi Rochadi dan ibu Siti Fajriah) dan satu lagi masuk penjara (Budi Mulya),'' imbuhnya di acara ILC TV One itu Selasa malam.

‘’Pak Boed kok pengecut sekali sih. Kan bapak yang bertanggung jawab sebagai ketua. Kita ini mantan menteri kalau menteri katakan tidak jadi, maka tidak jadi. Dan  mana ada deputy (seperti Budi Mulya dkk)  mengatur-ngatur seperti yang dikatakan Pak Fuad  Bawazier tadi. Nah, saudara Boeidono yang mengambil keputusan, maka Boediono belajarlah jadi kesatria, jangan pengecut gitu,''ujar RR, mantan  Menko Ekuin.

Dalam kasus BI, kata RR, Gubernur BI itu secara undang-undang indenpendent artinya siapapun yang memerintahkan dia bisa menolak.  ‘’Lho kok ini ada perintah yang aneh aneh?Karena dia dilindungi oleh undang undang. Maka pertanyaannya, kok bisa Boediono diminta beresin Century walaupun melanggar hukum? Apa hadiahnya? Dan apa kepentingannya?

‘’Kalau gak ada kepentingan Boediono mestinya ya nolak.  Tapi dalam 3 kasus yang menyangkut gubernur BI yakni  kasus Bang Bali, Syahril Sabirin, dan Burhanuddin Abdullah, juga Boediono, ternyata tiga-tiganya tidak ada kasus sogok-menyogok dalam pengertian uang, tetapi dalam pengertian gratifikasi jabatan, dimana Syahril Sabirin dijanjikan jadi Gubernur BI lagi. Dalam kasus Bank Bali Sabirin dijanjikan akan diangkat lagi jadi gubernur. Burhanuddin Abdullah  juga sama yakni dia diberi janji kalangan DPR kalau bisa memberi duit ke sejumlah oknum elite DPR, maka dia disetujui jadi Gubernur BI. Tetapi itu gak dilaksanakan, dan  akhirnya DPR nguber sehingga terpaksa dicariin akal yaitu memakai dana yayasan BI,  sama juga dengan Boediono dimana dia diberi gratifikasi sebagai wakil presiden setelah mem bail-out bak Century,’’ kata RR

‘’Karena kami tahu persis bahwa sekretaris,panitia untuk memilih capres Demokrat pada waktu itu almarhum Mayjen Kurdi Mustofa mengungkapkan nama Boediono tidak ada dalam daftar dan nama itu tidak muncul. Tapi di last minute, mendadak Boediono namanya dimasukkan kedalam cawapres Demokrat karena dia bisa membereskan kasus Century,’ ujar RR, mantan Menko Ekuin. Dengan kata lain, Boediono dapat tiket cawapres ndan jadi wapres setelah lakukan bail out Bank Cantury, yang jadi skandal ekonomi kelas kakap  era Presiden SBY.

‘’Mohon maaf kejahatan kerah putih itu dilakukan dengan canggih, ini bukan kejahatan perampok atau mencuri, mencoleng tapi kejahatan orang pintar yang canggih-canggih, yang mereka atur dengan alasan yang konyol,’’ imbuh RR.

Dalam kasus Century ini, kata RR, maka BPK bisa minta audit investigatif terhadap aliran dana dan kalau itu dilakukan sistem di Bank Indonesia bisa mengumumkan semua aliran dana dan penerima dananya sampai 3 level. ‘’Misal,  saya kasih cek ke bung Karni, bung Karni kasih ceknya ke siapa sampai 3 level. Dalam kasus aliran dana dari Bank Indonesia, maka kita bisa dapet semua pelaku dan aliran dananya, sama dengan kasus Bank Bali, bakal ketahuan semua ini kok,’’ ujarnya. (ff)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...